Tampilkan postingan dengan label Teknologi Toyota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Toyota. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2019

MANFAATKAN FITUR ECO INDICATOR KALAU MAU BERKENDARA IRIT




Walau sudah cukup lama dihadirkan, namun banyak pemilik Toyota Avanza dan Veloz yang sampai saat ini belum mengerti cara kerja dari fitur eco indicator
Seperti diketahui, eco indicator dihadirkan sebagai pemandu gaya berkendara agar tetap hemat bahan bakar. Eco indicator terletak di dalam tatanan speedometer agar lebih mudah dipantau pengendara.
Sesuai fungsinya, fitur ini akan menyala dengan warna hijau yang bertujuan untuk memberikan informasi apakah cara pengendara Anda sudah efisien atau belum.
“Fungsi dari fitur ini sebagai barometer pengendaraan yang ekonomis, jadi pengendara bisa berpatokan dari melihat indikator tersebut,” ujar Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso.
“Apakah sudah berkendara efisien atau belum. Lampu indikator tersebut akan menyala ketika kecepatan di atas 20 kilometer per jam (kpj),” urainya.
Suparman menjelaskan cara kerja eco indicator akan sangat berpengaruh pada gaya mengemudi seseorang, terutama ketika menekan pedal gas.
Jadi bila pengemudi terlalu agresif menekan pedal gas atau sering melakukan kick down, otomatis lampu eco indicator akan padam.
Auto2000.co.id – Walau sudah cukup lama dihadirkan, namun banyak pemilik Toyota Avanza dan Veloz yang sampai saat ini belum mengerti cara kerja dari fitur eco indicator.
Seperti diketahui, eco indicator dihadirkan sebagai pemandu gaya berkendara agar tetap hemat bahan bakar. Eco indicator terletak di dalam tatanan speedometer agar lebih mudah dipantau pengendara.
Sesuai fungsinya, fitur ini akan menyala dengan warna hijau yang bertujuan untuk memberikan informasi apakah cara pengendara Anda sudah efisien atau belum.
“Fungsi dari fitur ini sebagai barometer pengendaraan yang ekonomis, jadi pengendara bisa berpatokan dari melihat indikator tersebut,” ujar Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso.
“Apakah sudah berkendara efisien atau belum. Lampu indikator tersebut akan menyala ketika kecepatan di atas 20 kilometer per jam (kpj),” urainya.
Suparman menjelaskan cara kerja eco indicator akan sangat berpengaruh pada gaya mengemudi seseorang, terutama ketika menekan pedal gas.
Jadi bila pengemudi terlalu agresif menekan pedal gas atau sering melakukan kick down, otomatis lampu eco indicator akan padam.
Untuk menerapkan gaya berkendara yang efisien, Suparman menyarankan pengendara untuk ramah dalam menekan pedal gas, terutama saat baru akan melakukan akselerasi awal.
Tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam sehingga mobil bisa menyentak. Dan yang pasti, mesin jadi boros bensin.
“Cara kita menjaga tekanan pedal gas itu sangat berpengaruh, apalagi saat dihadapi situasi stop and go. Usahakan injak pedal gas dengan halus atau smooth,” terang Suparman.
“Begitu juga saat akan melakukan penggantian gigi karena eco indicator pada New Avanza dan New Veloz itu tersedia pada transmisi manual dan otomatis,” ucap Suparman.

Senin, 09 Januari 2017

Beda Mesin Sienta dan Avanza

 Jakarta, KompasOtomotif – Toyota Indonesia akhirnya mengungkap saat debut di Indonesia International Motor Show (IIMS) pada Kamis (7/4/2016), MPV dengan pintu geser Sienta menggendong mesin 4-silinder 1.497cc, DOHC, Dual VVT-i  berkode 2NR-FE. Sumber tenaga itu baru, belum pernah digunakan pada model Toyota lain di Indonesia.
Mesin baru ini diproduksi di pabrik anyar Toyota di Karawang, Jawa Barat, yang diresmikan pada 8 Maret lalu. Mesin ini masih satu keluarga “NR” dengan Sienta versi Jepang, namun beda spesifikasi. Mesin ini juga menggunakan aluminium sebagai material utama, sehingga diklaim lebih ringan dan irit konsumsi bahan bakar.


Di Indonesia, mesin 2NR-FE milik Sienta memiliki spesifikasi “F” yang merujuk pada penggunaan dua camshaft atau DOHC (dual overhead camshaft) dan “E” berarti Electronic Fuel Injection (EFI). Di Jepang, salah satu pilihan mesin  Sienta yaitu 2NR-FKE. Kode “FKE” artinya mesin itu mengadopsi siklus Atkinson dan VVT-iE (Variable Valve Timing-intelligent by Electric Motor).  



Kamis, 27 Oktober 2016

ABS dengan EBD (Electronic Brake Force Distribution)


Sebagai tambahan bagi fungsi ABS, ABS dengan EBD mendistribusikan daya pengereman yang tepat diantara roda-roda depan dan belakang, dan diantara roda-roda kanan dan kiri sesuai dengan kondisi pengendaraan 
Sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda depan dan belakang sesuai dengan beban pada kendaraan, atau fluktuasi beban yang berkaitan dengan deselerasi. Selanjutnya, sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda kanan dan kiri selama menabrak

BA (Brake Assist)


Sistem ini membantu daya pengereman pengemudi dalam keadaan darurat dengan menaikkan daya pengereman. Walaupun ABS memaksimalkan efektivitas rem-rem saat pedal ditekan penuh, ABS mungkin tidak dapat bekerja bila jumlah usaha pedal kecil 
Sistem bantu rem bekerja saat pengemudi membutuhkan daya pengeraman yang besar, seperti saat pengereman darurat, pengendaraan menuruni bukit, atau saat pengendaraan penuh dengan penumpang atau barang. Saat komputer menentukan kondisi pengereman darurat, ia mengatur tekanan hidrolik guna membantu daya pengereman. Komputer menentukan apakah daya pengereman yang kuat dibutuhkan dengan cara mengukur kecepatan penerapan pedal rem atau jumlah kenaikan tekanan master cylinder rem

Global Outstanding Assessment


GOA menjamin keselamatan terhadap efek benturan yang dirancang oleh Toyota untuk berbagai macam bentuk kecelakaan. Terdiri dari bodi penyerap energi tingkat tinggi dan kabin dengan kekuatan yang tinggi. 

Zona-zona bodi depan dan belakang yang dapat rusak terdiri dari berbagai macam area dengan tingkat kekakuan yang tinggi, yang secara efektif menyerap dan menghilangkan benturan. Oleh karena itu, bodi penyerap benturan ini meminimalkan perubahan bentuk kabin

HID Auto leveling

HID Lamp with Auto Leveling

Dibandingkan dengan lampu halogen, teknologi HID (High Intensity Discharge) memiliki kemampuan sinar yang lebih terang dan umur lampu yang lebih lama. Dan dengan auto leveling, dapat mengatur arah sinar lampu utama secara vertical otomatis menyesuaikan dengan level posisi kendaraan agar tidak menyilaukan pengendara lain dan menjaga jarak pandang pengemudi

Steering Switch


Saat berkendara, memungkinkan pengemudi untuk tetap bisa memilih lagu-lagu favorit dan mengatur volume audio sesuai dengan keinginan.

ETCS-i (Electronic Throttle Control System-intelligent)

ETCS-i adalah sistem yang menggunakan komputer untuk mengontrol bukaan throttle valve secara elektronik

Bukaan throttle valve konvensional dikontrol langsung dengan kabel dari pedal gas ke throttle valve untuk buka dan tutup. Pada sistem ini, kabel dihilangkan, dan ECU mesin menggunakan motor kontrol throttle untuk mengatur sudut bukaan ke jumlah optimal sebagai respon kepada tingkat diangkatnya pedal gas. Sebagai tambahan, sudut bukaan pedal gas dideteksi oleh accelerator pedal position sensor, dan sudut bukaan throttle valve dideteksi oleh throttle position sensor. 

Sistem ETCS-i terdiri dari accelerator pedal position sensor, ECU mesin dan throttle body. Throttle body memiliki throttle valve, motor kontrol throttle, throttle position sensor dan komponen lain

Senin, 24 Oktober 2016

Ini Dia Deskripsi Fitur dan Fasilitas Pada All New Toyota Kijang Innova, Berlimpah dan Fungsional!



AutonetMagz.com – Berdasarkan video baru yang diunggah Toyota dan requestpara pembaca kami, kami akan paparkan mengenai fitur dan pembenahan yang dilakukan Toyota pada salah satu IMV-nya yang berwujud mobil keluarga, yakni All New Kijang Innova. Tidak hanya anda, kami pun sudah lama menunggu mobil ini saat bocorannya pertama kali keluar tahun lalu, karena desas-desus bahwa ubahannya sangat total bukanlah isapan jempol kaki kanan belaka.
Kita urut saja dulu ya mulai dari luarnya. Dari depan, ini adalah pertama kalinya Kijang Innova mendapatkan lampuprojector lens dengan bohlam LED pada tipe tertentu sebagai standar, daripada yang dulu selalu berkutat dengandiamond cut selama 10 tahun. Sayangnya, tipe lampu belakangnya masih mengandalkan bohlam biasa, belum LED seperti Corolla Altis misalnya. Sudah dilengkapi dengan emergency stop signal memang, tapi alangkah baiknya jika lampu belakangnya juga pakai LED.
Soal ukuran pelek, hanya tipe Q yang dapat 17 inci, sementara tipe lain 16 inci dengan model yang berbeda. Seperti Ford Fiesta EcoBoost, ada lampu pada spion bagian bawah yang akan menerangi area sekitar mobil di kala mobil mendeteksi pemiliknya sedang mendekat dan mengantungi kunci. Toyota menyebutnya welcome light. Smart key tersedia khusus untuk tipe Q, dengan immobilizer khusus untuk tipe Q dan V saja.
Ada sebuah lompatan besar dari desain dashboard Innova lama ke Innova baru, di mana Innova baru mengusung desain asimetris. Yang pertama dibanggakan Toyota adalah illumination LED pada atap kabin. Ini bagus, karena kesan premiumnya sangat kental seperti pada Alphard dan Vellfire. Di video tersebut, Toyota bilang kalau panel instrumen dan MID baru yang modelnya mirip Camry hanya untuk tipe V dan Q, jadi mungkin untuk tipe G masih pakai yang lama. Mungkin lho ya.
Jika kami jadi Toyota, kami juga akan menjagokan fungsionalitas kabinnya. Demonstrasi cup holder dekat pengemudi yang diletakkan persis di depan kisi AC sangat strategis, karena jika minuman anda dingin, kesegarannya bisa bertahan sedikit lebih lama karena kena hembusan AC. Tidak hanya di situ saja, namun ada tempat penyimpanan di depan penumpang depan yang sudah lengkap juga dengan pendingin yang bersumber dari AC. Good job, Toyota!
Setirnya Innova kali ini ramai dengan tombol, baik itu untuk fungsi telepon, audio, pengaturan MID dan lain-lain. Tampilan head unit-nya sebenarnya agak mirip Toyota-Toyota yang lain, tapi kami harap respons layar sentuhnya tidak lemot. Ada satu fitur yang cukup menggelitik bagi kami pribadi, yakni air gesture. Jika air gesture-nya mirip dengan seperti yang ada di Yaris, kami sarankan tidak usah dipakai, namun kalau lebih halus, sepertinya layak dihargai, meski rasanya tidak mungkin sepresisi BMW 7 Series G11/G12.
Modal head unit ini bagus, karena sudah punya koneksi MiraCast, HDMI dan DLNA untuk disambungkan dengan gadget terbaru anda. Sudah komplit juga dengan aplikasi Toyota Move, browser internet dan voice command. Jika sudah begini, tinggal menguji kualitas suara dan gambarnya saat memainkan file video saja. Oh ya, tombol start-stop untuk menyalakan dan mematikan mesin hanya ada untuk tipe Q.
AC pada Innova tipe Q dan V sudah mengadopsi mode auto dan layar digital, namun power window auto untuk semua sisi hanya ada pada tipe Q. Pada Innova tipe Q yang ada di video, terlihat bahwa jok tengah bertipe captain seat denganarmrest dan cup holder di bagian bawahnya, tapi bahannya masih fabricbergaris yang polanya mirip kulit zebra. Sedikit disayangkan, karena dengan prediksi harga yang telah bertebaran, kami harap joknya sudah dilapis bahan kulit. Berita baiknya, akses one touch tumble bakal memudahkan akses ke bangku baris ketiga.
Kami suka sentuhan baru di mana Toyota menyuguhkan sebuah meja lipat pada Innova tipe Q untuk dipakai oleh penumpang baris kedua, terlihat mewah dan fungsional. Jok belakang Toyota Innova baru didesain untuk memuat 3 orang, namun tidak seperti Grand New Avanza yang baris keduanya headrest-nya terbelah 2, headrest Innova tidak terbelah, tapi punya tiang headrestdipasang di sebelah kanan.
Jok belakang yang terpisah 50:50 masih punya metode pelipatan yang sama dengan Innova lawas, yakni dilipat menyamping. Saat ingin dilipat, headresttengah baris ketiga harus dilepas dan disimpan di tempat yang telah disediakan, yakni di kiri bawah bagasi. Berikutnya, banyak pembaca kami yang menanyakan,”Apa itu Smart Close Back Door System pada All New Kijang Innova?” Biar kami jelaskan ya.
Itu bukan pintu bagasi elektrik seperti pada Nissan X-Trail, Honda CR-V atau Ford Everest, tapi sejenis vacuum door. Maksudnya adalah, dengan fitur ini, anda tidak perlu membanting pintu bagasi, cukup ditutup dengan posisi agak kendor atau kurang rapat saja. Nah, sistem ini akan merapatkan sendiri pintu bagasi yang belum ditutup rapat tadi, utamanya adalah untuk membuat mobil menjadi lebih terkesan halus, mewah dan elegan. Perlu diketahui, fasilitas ini juga ada di pintu sedan mewah seperti Lexus LS, Mercedes-Maybach S Class, BMW Seri 7 dan Audi A8.
Di sektor keselamatan, tipe Q sudah komplit dengan 7 buah airbag, termasukairbag lutut, samping dan tirai. Teknologidriver’s aid pada mobil ini juga mumpuni. Soal ABS dan EBD harusnya sudah ada untuk mencegah rem terkunci, tapi untuk pertama kalinya Toyota Kijang Innova punya stability control. Ini mengatur supaya mobil tidak hilang kendali – baik itu oversteer atauundersteer – dan tetap bisa dikendalikan oleh pengemudi.
Hill Assist Control juga sangat fungsional, terutama saat dipakai dalam situasi stop n go di tanjakan, karena mencegah mobil nyelonong mundur saat kaki kanan dipindah dari rem ke gas. Kami suka pilihan mode berkendaranya, karena kita bisa memilih Eco saat berkendara santai di kota di mana tenaga besar tidak begitu dibutuhkan dan mesin bisa lebih irit, tapi saat ingin tenaga maksimal untuk menyalip mobil lain di tol atau melibas tanjakan, aktifkan mode power. Di samping 2 mode itu, ada mode normal.
Hadirnya mode manual pada transmisi otomatis 6 percepatannya kurang lebih untuk membantu pengendara saat ia lebih percaya skill-nya sendiri daripada komputer untuk memutuskan gigi berapa yang harus dipakai dalam kondisi tertentu, misalnya saat mau menyalip, mendaki atau menurun. Fitur terakhir yang dimiliki adalah lampufollow me home yang bakal membiarkan lampu menyala untuk beberapa lama setelah mobil dimatikan untuk menerangi jalan pengendaranya.
Melalui video itu, kami merasakan ada sebuah ambisi yang kuat dari Toyota untuk berubah total dari model-model yang selalu konservatif dan ogah mengikuti tren teknologi otomotif baru di segmen tertentu menjadi model-model yang bisa mematok standar baru bagi kendaraan di kelasnya.
Sayang tagline Toyota sudah berubah, bukan “Moving Forward” lagi tapi “Let’s Go Beyond”, padahal Innova ini baru cocok dengan tagline Toyota yang “Moving Forward”, karena memang improvement-nya sangat forward, malah terlalu forward dibandingkan Innova yang dulu. Well done, Toyota, well done.

Yuk, Simak Detail Mesin Diesel GD Baru Toyota Innova, Fortuner dan Hilux 2015

AutonetMagz.com – Berbahagialah anda yang menginginkan sebuah transformasi revolusioner dari mesin diesel milik Toyota Kijang Innova,Fortuner dan Hilux 2015. Ingat saat kami bilang Toyota akan menyematkan mesin baru pada trio IMV Toyota ini? Saat itu kami bilang, mesin baru berkode GD akan menggantikan mesin berkode KD yang sekarang ada, dan akhirnya Toyota merilis detail-detail resmi untuk mesin diesel ini.

Toyota bilang mesin ini jauh lebih baik daripada tipe KD, karena ada beberapa teknologi yang benar-benar baru pertama kali ini mereka terapkan di mesin diesel mereka. Wuih, niat nih! Teknologi pertama adalah Selective Catalytic Reduction (SCR) yang bisa mengurangi emisi NOx hingga 99 persen, tentu saja tersedia untuk mesin 1GD-FTV (2.800 cc) dan 2GD-FTV (2.400 cc).
Mesin 1GD-FTV 2.800 cc merupakan mesin yang punya efisiensi termal terbaik di mata Toyota, mencapai 44 persen. Tak masalah jika kapasitas mesinnya berkurang 100 cc dan 200 cc dibanding tipe KD sebelumnya, tapi torsi maksimum meningkat 25 persen, terutama kalau dijalankan di putaran rendah, torsinya 11 persen lebih besar. Konsumsi BBM juga jadi lebih irit 15 persen.
Versi 1GD-FTV bakal menghasilkan tenaga 175 hp dan torsi 450 Nm, lalu yang 2GD-FTV cukup dengan 148 hp dan torsi 400 Nm. Lebih besar dari 1KD-FTV sekarang bukan? Makannya kami berani menilai kalau ini adalah sebuah langkah bagus, apalagi kita mengenal bahwa Toyota itu adalah merek yang tiap muncul model baru, mesin tak pernah diubah secara signifikan. Kami tahu memang kalau riset mesin baru itu lama dan mahal, oleh karena itu kami salut sebab hasil risetnya sudah kelihatan sekarang.
Teknologi mesin GD lainnya adalahThermo Swing Wall Insulation Technology dan pemakaian silica-reinforced porous anodized aluminum(SiRPA) pada piston. Hal ini diklaim mampu mengurangi cooling loss selama pembakaran hingga 30 persen. SiRPA adalah material dengan tingkat isolasi serta pelepasan energi tinggi, karakter bahan ini adalah mudah panas dan mudah dingin.
Sebongkah turbo VGT (variable geometry turbocharger) milik mesin GD baru adalah asli buatan Toyota sendiri, dirancang untuk berukuran lebih kecil 30 persen daripada turbo yang ada sekarang. Turbin dan impeller-nya didesain untuk meningkatkan efisiensi serta meningkatkan akselerasi spontan, termasuk menyediakan torsi melimpah di rentang putaran mesin yang lebih luas.
Secara bertahap, mesin GD akan menghuni ruang mesin mobil-mobil Toyota hingga produksi mesin ini bisa mencapai 700.000 unit di tahun 2016. Pada tahun 2020, mesin ini harus sudah bisa meluas ke 150 pasar di tiap negara. 

Nih Dia Hasil Tes Tabrak Toyota Kijang Innova Dalam Asean NCAP

AutonetMagz.com – Setelah diluncurkan pada tahun lalu dan baru-baru ini akhirnya kita mendapatkan penilaian keamanan pada Toyota Kijang Innova. Memang untuk menilai peningkatan keamanan Kijang Innova lawas kita tidak tahu karena Asean NCAP memang belum pernah mengetesnya. Yah setidaknya kami lebih yakin keamaman Kijang Innova dibandingkan dengan Avanza sih…

Nah untuk Kijang Innova generasi terbaru ini memang didatangkan langsung dari Indonesia dengan 2 varian, kenapa harus 2 varian. Sebab melihat dari beberapa pembeli Kijang Innova, rata-rata konsumen memilih tipe G atau V dimana standar keamanan bisa dikatakan sama. Namun berbeda dengan Q Diesel sebab mobil ini disematkan berbagai piranti keamanan seperti contohnya ESC (Electronic Stability Control) dan 5 airbag.

Jadi seperti mengkomparasikan keamanan Kijang Innova dengan full perangkat keamanan di Q Diesel dengan versi standar yang piranti umumnya seperti ABS, EBD dan dual Airbag. Untuk versi Q diesel penilaian dari Asean NCAP bernilai tinggi dengan mengantongi 5 bintang. Hal ini disebabkan ESC tadi berpengaruh pada Adult Occupant Protection (AOP) dengan nilai 14.10 dari 16.00 sehingga diganjarlah 5 bintang.
Sedangkan untuk versi standar pada umumnya seperti G dan V justru mendapat nilai 4 bintang, menurut Asean NCAP hal ini disebabkan ketiadaan ESC tadi. Namun kedua Kijang Innova ini mendapatkan perlakuan sama pada Child Occupant Protection (COP) sehingga sudah memenuhi skor 76 % dan pantas mendapatkan 4 buah bintang. Tidak seperti Rush dan Agya yang 82% sih namun sudah melegakan juga lah.
Skor yang didapat oleh Kijang Innova memang tidak jauh berbeda dengan saudaranya Hilux yang juga mempunyai 2 tipe dengan airbag 3 buah dan airbag 5 buah. Meskipun sudah terlihat dengan struktur dan kualitas bodi yang lebihtough, namun hasil penilaian ini membuat kita menjadi lebih yakin perihal Kijang Innova.


Minggu, 23 Oktober 2016

Ketahui Cara Kerja Rem ABS Mobil Toyota Yang Sesungguhnya

Ketahui Cara Kerja Rem ABS Mobil Toyota Yang Sesungguhnya


admin on Agustus 17 ,2016
Teknologi dalam dunia otomotif memang tiada habisnya untuk selalu dikembangkan dan diperbaiki.

Tak heran jika mobil-mobil modern kini tampil lebih maksimal dengan fitur canggih di dalamnya. Hingga saat ini, teknologi rem pada kendaraan pun masih terus dikembangkan untuk mempermudah pengemudi dalam mengoperasikan nya. Selain itu, teknologi yang ada juga diusahakan untuk membuat pengemudi tetap konsentrasi penuh untuk menghindari dari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Sistem Rem Anti Terkunci atau yang di kenal dengan Anti-lock Braking System (ABS) adalah sistem pengereman untuk menghentikan penguncian roda ketika terjadi pengeraman keras. Sistem ini di adopsi dari teknologi pesawat terbang. Lalu, bagaimana cara kerja dari ABS ini?

Pada kendaraan yang menggunakan sistem ABS, setiap rodanya akan menggunakan sensor dan pulser untuk dikontrol oleh komputer ABS (control module). Selain itu, perangkat rem pada setiap roda juga dikontrol menggunakan komputer ABS. Saat terjadi pengereman, ban akan terdeteksi tidak berputar atau selip, untuk itu komputer akan membuat perangkat pada ban tersebut membuka sehingga ban bisa kembali berputar untuk mendapatkan grip dan proses rem pun dilanjutkan.

Salah satu keunggulan yang dimiliki Rem ABS adalah bisa membantu kendaraan untuk dapat menghindari dari kecelakaan saat melakukan pengereman mendadak karena roda tidak akan terkunci. Rem ABS ini juga digunakan oleh beberapa produk Toyota unggulan.

Senin, 04 April 2016

Teknologi Hybrid

Filosofi & Pengembangan

Perbaikan terus menerus untuk masa depan yang lebih baik

Moving Forward adalah masa depan kita. Kita percaya bahwa tidak ada yang sempurna, hanya ada yang lebih baik.
Moving Forward tidak hanya sekedar membuat mobil. Lebih dari itu, bagaimana meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi kepada masyarakat kita. Hasil dari pengembangan ini adalah Toyota Hybrid System. 

Sebuah teknologi revolusioner yang akan menyelaraskan kedua dunia.Di satu sisi, Toyota Hybrid System difokuskan untuk mengurangi polusi dan menjaga sumber daya yang berharga, disaat yang bersamaan mampu memberikan sebuah pengalaman yang mengasyikkan dalam berkendara. 
Intinya, Toyota Hybrid System didesain untuk mengarahkan kita menuju masa depan. Pada saat kita menghadapi masa depan, hanya ada satu arah kemana kita akan bergerak... Forward


Pengembangan Teknologi Toyota Hybrid

Dengan keterbatasan sumber daya alam, Hybrid System didesain untuk pengurangan konsumsi bahan bakar serta emisi rendah gas buang yang ramah lingkungan.

Eco-friendly, tidaklah cukup. Performa, sebagai syarat utama dari mobil, tidak mungkin dilupakan. Inilah pengembangan Toyota Hybrid System. Meskipun fokus pada efisiensi konsumsi bahan bakar dan emisi yang lebih ramah lingkungan, tetapi tenaga dan penampilan tetap menjadi prioritas. Hasilnya adalah sebuah mobil yang nyaman dikemudikan dan menyenangkan untuk dimiliki.


Pencapaian Toyota Prius

Prius adalah produksi mobil hybrid pertama yang diproduksi secara massal dan diperdagangkan di Jepang pada tahun 1997.
Selanjutnya, setelah sukses di Jepang, Prius juga mencapai kesuksesan pada peluncurannya di Amerika, seperti di Jepang. Pada Juli 2006, Penjualan Prius mencapai lebih dari 520.000 unit. Penjualan secara global dari mobil hybrid meroket dari 25.000 mobil pada tahun 2000 menjadi 300.000 mobil di tahun 20005, sebuah kenaikan yang mencengangkan, sekitar 1200%, jumlah Toyota dan Lexus lebih dari 80% dari seluruh penjualan mobil hybrid.
  • 2003
    25 Produk terbaik di tahun 2003, ‘On the Road’ Category, Fortune Magazine (U.S.)
    'Best of What's New' Grand Award in the Car category, Popular Science Magazine (U.S.)
    Award untuk konservasi Energi di tahun 2003, Energy Conservation Center (Japan)
     
  • 2005
    European Car of the Year, Collective Automobile Magazines (Europe)
    Best Fuel Economy, International Engine of Year Awards 2005 (U.K.)
    Best 1.4-1.8 Litre Engine, International Engine of Year Awards 2005 (U.K.)
     
  • 2004
    International Engine of the Year 2004, International Engine of Year Awards 2004 (U.K.)
    Best New Engine, International Engine of Year Awards 2004 (U.K.)
    Best Fuel Economy, International Engine of Year Awards 2004 (U.K.)
     
  • 2006
    Bahan bakar Ekonomis terbaik, International Engine of Year Awards 2006 (U.K.)
    Bahan bakar 1.4-1.8 liter terbaik, International Engine of Year Awards 2006 (U.K.)
     

Teknologi Hybrid

 

Pemanfaatan yang terbaik dari kedua dunia

Sistem Hybrid menggabungkan kelengkapan terkuat dua jenis sumber daya - motor listrik dan mesin pembakaran internal. Untuk mengerti lebih jauh bagaimana teknologi Hybrid memanfaatkan kedua dunia tersebut, kita bandingkan bagaimana sebuah mobil konvensional dan mobil listrik bekerja.

Mobil Konvensional

Mobil konvensional mengandalkan sumber tenaganya dari bahan bakar, seperti bensin, solar, atau gas untuk bergerak. Pemanfaatan mesin pembakaran internal, tenaga dari hasil pembakaran bahan bakar dimanfaatkan dan diubah menjadi gerakan, yang mampu menggerakkan mobil. Walaupun secara umum menunjukkan kinerja yang baik dengan harga yang murah, mobil konvensional mengeluarkan emisi gas buang yang tinggi dan menciptakan polusi yang banyak dan terus menghabiskan sumber daya alam.

Keunggulan Hybrid

Efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah, ketenangan yang baik, dan performa yang luar biasa serta kepuasan mengemudi adalah beberapa keuntungan dari Toyota Hybrid System. Sistem ini digunakan pada Toyota Prius, dan memberikannya keuntungan besar.

Sistem Hybrid

Secara garis besar ada tiga tipe dari Sistem Hybrid. Yang pertama adalah Series Hybrid System, kedua Parallel Hybrid System, dan ketiga Series Parallel Hybrid System.

Test Drive Virtual on Prius

Toyota Prius memanfaatkan semua keuntungan dari sebuah sistem yang terdepan, yaitu Toyota Hybrid System.

Toyota Hybrid System mampu menampilkan keunggulan dari tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, emisi gas buang rendah, kenyamanan berkendara yang luar biasa, dan kepuasan berkendara. 

Kemampuan dalam menampilkan kehandalan performa dan akselerasi, Prius sangat mengagumkan, dimana konsumsi bahan bakar yang efisien mampu digabungkan dengan tenaga yang handal. Cobalah untuk test drive Prius dan rasakan perbedaan Toyota.

Memulai dengan kecepatan rendah

Efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah, ketenangan yang baik, dan performa yang luar biasa serta kepuasan mengemudi adalah beberapa keuntungan dari Toyota Hybrid System. Sistem ini digunakan pada Toyota Prius, dan memberikannya keuntungan besar.

Mengemudi Normal

Toyota Hybrid System mengoperasikan pembakaran di mesin untuk meraih efisiensi tenaga yang optimal. Tenaga yang dihasilkan oleh pembakaran di mesin digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung, dan tergantung dari kondisi berkendara, sebagian dari tenaga di distribusikan ke generator atau pembangkit listrik. 
Tenaga yang dihasilkan oleh generator atau pembangkit listrik ini kemudian digunakan untuk motor listrik dalam membantu kerja pembakaran di mesin. Dengan memberdayakan keduanya, tenaga dapat dihasilkan secara maksimal. 
Dengan Toyota Hybrid System yang mengoperasikan pembakaran di mesin pada saat puncak performa, tenaga yang berlebih diubah menjadi energi listrik oleh generator atau pembangkit listrik sebagai energi cadangan di aki.

Mengemudi dengan kecepatan tinggi

Ketika akselerasi atau percepatan mendadak dibutuhkan, seperti pada saat mendaki lereng, tenaga cadangan dari aki disuplai ke motor listrik untuk membantu tenaga mobil. Dengan pengaturan dan pemanfaatan optimal tenaga hasil pembakaran di mesin dan motor listrik, Toyota Hybrid System mampu menghasilkan tenaga yang memungkinkan Prius mencapai tingkat efisiensi yang tinggi.

Perlambatan dan Pengereman

Pada saat pengereman atau mengurangi laju kendaraannya, Toyota Hybrid System menggunakan tenaga kinetik dari ban untuk mengisi ulang aki melalui motor listrik yang sekarang berfungsi sebagai generator atau pembangkit listrik kembali. Sebagai contoh, energi yang secara normal hilang sebagai gesekan panas diubah menjadi tenaga listrik dan digunakan sebagai energi cadangan di aki .

Saat Berhenti

Pembakaran di mesin, motor elektrik dan generator atau pembangkit listrik secara otomatis tidak bekerja pada saat mobil berhenti, oleh karena itu tidak akan ada tenaga yang terbuang pada saat posisi berhenti tersebut. 
Dengan semuanya ini, Toyota Hybrid System tidak hanya mengabungkan sebuah motor listrik dan pembakaran di mesin, namun mampu membuat kolaborasi dari kekuatan masing-masing dan mengaplikasikan sistem kontrol tingkat tinggi untuk menghasilkan akselerasi atau percepatan dan stabilitas berkemudi. 
Toyota Hybrid System tidak hanya bereaksi kepada pengemudi dengan menyediakan tenaga yang tepat, tapi juga memonitor dan menganalisa kondisi berkendara setiap waktu, menyediakan tenaga yang optimum untuk mendapatkan rasa berkendara yang aman dan nyaman dan tidak pernah dirasakan sebelum atau sesudahnya.