Tampilkan postingan dengan label matic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2016

Cara Deteksi Kerusakan Mobil Matic


Mobil matic kerap kali disebut mobil yang lebih ringkih daripada mobil manual. Padahal, sebenarnya mobil matic justru lebih tangguh dan kuat karena banyak mobil matic yang usianya lebih dari 10 tahun, tapi masih andal di jalan.
Adanya anggapan mobil matic lebih ringkih adalah karena beberapa orang memilih membeli mobil matic bekas. Perawatan yang tidak teratur dari pemilik sebelumnya, atau penjualnya, membuat mobil tidak enak saat digunakan hingga timbul masalah kerusakan pada komponen-komponen mobil.
Perawatan berkala secara rutin dapat membuat mobil matic awet dan berumur panjang. Selain perawatan, cara lain agar mobil matic tetap awet adalah dari cara mengemudi.
Sebenarnya, mendeteksi kerusakan awal pada mobil matic bisa dilakukan sendiri, tanpa harus pergi ke bengkel. Ketika memasukkan gigi, atau saat menginjak pedal gas dalam-dalam, rasakan hentakan atau getaran saat mobil berjalan.
Jika terasa getaran atau hentakan selama mobil berjalan, namun perpindahan tuas masih mulus, mobil bisa lanjut berjalan. Berbeda jika mulai timbul entakan kasar, sebaiknya mobil dimasukkan bengkel agar dapat diperiksa lebih lanjut.
Cara mendeteksi kerusakan selanjutnya adalah merasakan perpindahan gigi otomatis di tiap perpindahan percepatan. Untuk jenis AT akan terasa mengayun saat transmisi normal, sedangkan untuk jenis CVT akan terasa mulus.
Biasanya, saat terdapat kerusakan pada mobil, perpindahan transmisi akan terganggu atau muncul bunyi aneh dari dalam transmisi.
Biasanya tarikan mobil terasa berat , anda akan merasakannya saat di perjalanan , yaitu menghentak hentak saat di perjalanan , kerusakan ini memang sangat umum yang ada di mobil matic ,jenis transmisi berjenis elektrik , cobalah untuk menyambungkan engine scanner dengan soket OBD , dan anda bisa melihat kerusakan langsung di monitor scanner , umumnya adalah solenoid pressure atau bisa di bilang TCM speed sensor.
Bila masih matic manual atau konvensional , hal yang menyebabkan kerusakan paling umum adalah oli yang bocor atau oli yang sudah aus dan kotor sehingga akhirnya membuat tekanan oli tak mampu mengangkat perpindahan gigi pada RPM yang sesuai , dan sudah dipastikan getar mobil akan berpindah pada putaran mesin tinggi , lalu mobil akan terasa menyentak.
Mobil tiba tiba tidak bisa mundur ? bagaimana bila mobil tidak bisa bergerak ke arah belakang atau tidak bisa mundur , sudah pasti ini sangat menyulitkan bagi pengendara mobil, dan mobil pun juga susah untuk di parkir. gejala tidak bisa bergerak mundur ini sudah cukup sering terjadi dan terindikasi bila komponen mekanikal atau eletrik pada sistem transmisi.
Anda juga bisa mendeteksi kerusakaan ini, biasanya untuk transmisi matik elektrik.cobalah untuk melepaskan beberapa sensor supaya menciptakan kondisi error pada sistem elektriknya. dan bila mobil bisa berjalan mundur , berarti kerusakannya terjadi pada perangkat elektroniknya dan juga kabel selenoid yang putus dan  kehilangan stroom. bila terjadi pada model matik konvensional dimungkinkan kerusakan pada mekanikal transmisi umumnya terjadi pada rasio gigi mundurnya.
Cara terakhir adalah dengan melakukankick down saat mobil melaju. Kick downyaitu menginjak pedal gas dalam-dalam dengan cepat ketika mobil digunakan. Jika mobil masih responsive, maka tak ada kerusakan pada mobil.
Jika mobil sudah tidak responsive, bisa dipastikan transmisi mobil mengalami kerusakan. Segera bawa mobil ke bengkel untuk menghindari timbulnya masalah lain.

Minggu, 20 Maret 2016

Transmisi Baru Toyota Fortuner Punya Beberapa Keunggulan

Transmisi Baru Toyota Fortuner Punya Beberapa Keunggulan

Dalam pertempuran kali ini Toyota Fortuner memang menampilkan transmisi baru selain banyak penyegaran lainnya.
Kini, baik Fortuner manual dan otomatis mengadopsi 6-speed menggantikan manual 5-speed dan otomatis 4-speed.
Namun, pesaing terdekatnya Mitsubishi Pajero Sport datang dengan transmisi otomatis 8-speed yang dijamin oleh Mitsubishi membuat konsumsi BBM (bahan bakar minyak) menjadi lebih irit dengan perpindahan gigi lebih smooth.
“Transmisi baru Fortuner tidak kalah karena perpindahan gear-nya halus serta menyediakan torsi besar di putaran mesin bawah dan atas,” ujar Dadi Hendriadi, Kepala Divisi Technical Service PT Toyota Astra Motor.
Menurutnya dengan transmisi 6-speed sudah cukup untuk meladeni lintasan dalam kota dan jalur bebas hambatan yang membutuhkan kecepatan lebih tinggi.
“Ketika kita mengemudikan mobil di jalur luar kota atau jalan bebas hambatan, kecepatannya paling hanya sekitar 140 kpj dan itu cukup mengandalkan transmisi 6-speed kami. Selain itu semakin banyak jumlah gear maka biaya perbaikannya akan semakin tinggi. Jadi cukuplah Fortuner dengan transmisi 6-speed.”
Dia mengatakan dengan bantuan transmisi baru, konsumsi BBM Toyota Fortuner menjadi lebih irit 17% dibandingkan model sebelumnya.
Transmisi otomatis Fortuner dilengkapi dengan Advanced Drive Mode, di mana pengemudi bisa memilih mode ECO untuk pengendaraan hemat diesel atau mode Power guna mereguk performa lebih galak. Dan, yang lebih mengasyikan adalah Toyota mengimbuhi paddle shift di tipe tertentu

Selasa, 08 Maret 2016

Beberapa Kerusakan Torque Converter Pada Mobil Matic

Pada mobil matic saat sedang dalam kondisi berhenti tiba-tiba overheating, kemungkinan disebabkan torque converter yang bermasalah.



Mobil matic Anda tiba-tiba overheating saat sedang dalam kondisi berhenti? Ada kemungkinan hal tersebut disebabkan torque converter yang bermasalah.
Torque converter sendiri merupakan komponen yang membatasi antara mesin dengan transmisi. Dimana mengizinkan mobil matic dapat berhenti sementara tanpa menyebabkan transmisi menerima dorongan terus menerus dari mesin.
Torque converter yang rusak tak hanya menyebabkan mesin berisiko cepat panas, tetapi juga selip atau bahkan kerusakan transmisi. Lantas apa saja kerusakan yang sering terjadi pada torque converter?

Bearing rusak
Permasalahan ini merupakan yang paling umum terjadi. Komponen seperti stator, impeller, turbin dan rumah konversi yang seharusnya bekerja terpisah, berisiko saling bergesekan secara langsung karena bearing yang rusak. Tak hanya akan merusak torque converter, pecahan metal yang terbawa ke dalam pelumas bisa merambat ke komponen lainnya.

Gasket yang rusak atau bocor
Pelumasan merupakan salah satu komponen yang membuat torque converter bekerja. Adanya kebocoran menyebabkan kerja perangkat ini tak maksimal. Masalah tersebut tak hanya menyebabkan mesin menjadi panas, tetapi juga transmisi selip atau terlambat.

Kopling torque converter rusak
Kegagalan kopling torque converter cukup sulit untuk dideteksi. Biasanya hal ini menyebabkan mobil terus berjalan meski diposisikan dalam keadaan berhenti total. Biasanya penyebab kegagalan tersebut diakibatkan distorsi atau getaran yang membuat komponen di dalamnya saling mengunci.

Solenoid kopling torque converter bermasalah
Perangkat ini merupakan komponen elektronik yang mengontrol jumlah pelumas yang masuk ke dalam torque converter. Kerusakan pada komponen ini menyebabkan pelumas masuk terlalu banyak atau sedikit, sehingga risiko mesin mati dapat terjadi atau bahkan mempengaruhi konsumsi bahan bakar.

Jumat, 08 Januari 2016

Problem Transmisi Matik Tak Usah Khawatir Asal...


JAKARTA -  Mengincar besutan ‘dream car back to 90s’ alias BT90’s sedang dilakoni banyak orang. Selain harga terjangkau, mobil bekas dengan tahun produksi antara 1990-1999, masih banyak yang enak dipakai.

Apalagi kalau sengaja memelihara yang sudah bertransmisi matik. Dijamin bisa mengurangi pegal pada betis kiri saat harus menghadapi macet di jalan.

Hanya saja, perlu perhatian lebih agar besutan matik tak membuat ‘pegal kantong’ karena masalah girboks yang bisa pindah gigi secara otomatis ini.

Usia Oli Matik
Namanya juga mobil berusia pakai 15 tahun, dipastikan memiliki depresiasi cukup tinggi pula. Sebut saja Toyota All New Corolla 1.8L, Mercedes-Benz C, E, G-Class, Jeep Cherokee atau BMW 320i E36 yang memiliki varian transmisi matik.

Salah mendeteksi transmisi, bisa berakhir fatal alias harus ‘belah’ girboks untuk prosedur overhaul. Kata yang tak pernah enak didengar karena bakal menyedot dana besar.

Agar tak kecewa, selain mengajak mekanik piawai, ada baiknya mendeteksi sendiri problem potensial yang bisa muncul.Paling mudah dengan melakukan pengecekan pada tekanan oli transmisi saat memasukkan gigi dari ‘P’ atau ‘N’ ke ‘D’ saat mesin hidup. 

Saat tuas masuk ke ‘D’, rasakan apakah perpindahan ini membuat bodi mobil goyang. Ini sebagai pertanda tekanan matik masih baik karena tekanan tadi mampu menggerakan sesaat roda penggerak.

Sebaliknya, bila mobil tak bergeming berarti tekanan sudah menurun atau hilang sama sekali. “Biasanya ada masalah pada valve body atau torque converter,” jelas Holil dari Wani Matic di bilangan Ciledug, Banten.

Namun bisa juga akibat dari viskositas oli transmisi yang sudah kurang bagus. Silakan berdiskusi dengan pemilik mobil untuk service record.

Untuk itu bisa dibarengi dengan memeriksa langsung kekentalan dan warna oli matik dari deepstick. Kalau oli sudah menghitam disertai rona butek dan sedikit bau gosong, sebaiknya was-was.

Oli matik memiliki aroma khas, makanya kalau sudah ada bau gosong sangat mungkin pelat kopling dan pelat gesek sempat hangus karena viskositas yang jelek atau volume oli sempat dibiarkan minim (di bawah level ideal).

Ada gejala lain saat membesut mobil matik lawas yaitu perpindahan gigi yang telat atau lamban. Bahkan untuk beberapa kasus, tidak mau pindah gigi sama sekali.

Kalau sudah begini, bisa dipastikan internal parts ada yang terganggu. Bisa jadi filter sudah mampat, pelat kopling habis (tipis) atau solenoid afkir.

 Oli matik berakibat kampas kopling gosong
Bagi pemilik mobil BT90’s dengan kondisi matik seperti ini sudah harus bersiap dengan dana overhaul yang berkisar antara Rp 2-5 juta, tergantung jenis matik dan kerusakaannya.

Hal ini lazim terjadi karena pemilik mobil tidak disiplin melakukan pengecekan atau malas mengganti oli transmisi. Akibat kelalaian tadi, matik kehabisan oli dalam waktu cukup lama jadi tidak terdeteksi. 

“Paling mudah dengan memantau bagian karter alias bak penampung oli, apakah dalam kondisi ‘basah’ atau ‘kering’,” jelas Rian, pemilik Toyota All New Corolla 1.8L. Paking karter pecah atau sil melejit menjadi penyebab kebocoran.

Transmisi matik memang memudahkan pemilik mobil saat berkendara, tetapi menuntut disiplin tinggi untuk melakukan pengecekan dan perawatan secara berkala bahkan setiap hari.

Penggantian oli secara rutin setiap 20.000 km atau kuras total setiap 40.000 km sudah menjadi menu wajib agar 'dalaman' tak cepat jebol. 


 Komponen matik dan jasa perbaikan cukup menguras kantung bila sampai harus 'belah' transmisi
Pemilihan oli ATF berkualitas baik juga jadi tuntutan agar viskositas selalu stabil meski pada suhu tinggi sekalipun. Harap diingat, pada kondisi beban atau load ekstrem, oli matik (ATF) bisa mencapai suhu di atas 150°C.

Semakin sering oli ATF mencapai suhu tinggi, semakin pendek pula masa pakainya. Bisa dibayangkan bila mobil dipakai stop and go setiap hari tapi tak pernah ganti oli.

Sekadar ilustrasi, beban kerja transmisi matik yang konstan dengan kisaran suhu 93-107°C, oli ATF hanya laik pakai untuk 24-48 ribu kilometer. 

Padahal kondisi ekstrem mencapai 150°C yang terus menerus setiap hari, oli ATF rusak setelah dipakai jalan 900 km. 

Bisa dibayangkan bila pelumas ATF dibiarkan mendidih terus menerus setiap harinya hingga suhu 160°C. Tak sampai 800 kilometer, oli ATF sudah tak layak pakai.

Sumber : otomotifnet