Tampilkan postingan dengan label Sistem Kelistrikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Kelistrikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

HID Auto leveling

HID Lamp with Auto Leveling

Dibandingkan dengan lampu halogen, teknologi HID (High Intensity Discharge) memiliki kemampuan sinar yang lebih terang dan umur lampu yang lebih lama. Dan dengan auto leveling, dapat mengatur arah sinar lampu utama secara vertical otomatis menyesuaikan dengan level posisi kendaraan agar tidak menyilaukan pengendara lain dan menjaga jarak pandang pengemudi

Steering Switch


Saat berkendara, memungkinkan pengemudi untuk tetap bisa memilih lagu-lagu favorit dan mengatur volume audio sesuai dengan keinginan.

ETCS-i (Electronic Throttle Control System-intelligent)

ETCS-i adalah sistem yang menggunakan komputer untuk mengontrol bukaan throttle valve secara elektronik

Bukaan throttle valve konvensional dikontrol langsung dengan kabel dari pedal gas ke throttle valve untuk buka dan tutup. Pada sistem ini, kabel dihilangkan, dan ECU mesin menggunakan motor kontrol throttle untuk mengatur sudut bukaan ke jumlah optimal sebagai respon kepada tingkat diangkatnya pedal gas. Sebagai tambahan, sudut bukaan pedal gas dideteksi oleh accelerator pedal position sensor, dan sudut bukaan throttle valve dideteksi oleh throttle position sensor. 

Sistem ETCS-i terdiri dari accelerator pedal position sensor, ECU mesin dan throttle body. Throttle body memiliki throttle valve, motor kontrol throttle, throttle position sensor dan komponen lain

Minggu, 23 Oktober 2016

Ingin Aki Tahan Lama? Ikuti Langkah-Langkah Berikut

admin on Oktober 05 ,2016
Accu (Aki) yang biasa disebut juga dengan nama batre merupakan suatu alat yang sering digunakan pada kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang dapat menyimpan energi listrik DC (searah) dan berguna untuk melakukan starter untuk menghidupkan mesin kendaraan bermotor. 
Selain untuk kendaraan bermotor, aki juga sering digunakan untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik dan dapat juga digunakan untuk penyedia daya DC yang akan diubah menjadi AC seperti listrik dari PLN melalui alat power converter untuk berbagai keperluan
Masa pemakaian aki bervariasi, ada yang beberapa bulan sampai ada yang mencapai 5 tahun. Pada umumnya aki bisa bertahan 1 sampai 2 tahun, malahan apabila kurang dilakukan perawatan aki hanya bisa bertahan selama beberapa bulan saja. Dengan perawatan serta pemakaian yang benar, diharapkan aki bisa bertahan 2 sampai 5 tahun lebih.
Dengan berjalannya waktu, fungsi dari aki untuk menyimpan energi listrik pun akan menurun, di mana daya listrik yang disimpan akan mudah habis yang ditandai dengan tegangan listrik (volt) yang menurun dengan cepat, sehingga tidak dapat melakukan starter kendaraan bermotor. Bagaimana agar aki baru menjadi awet atau tahan lebih lama?
Ada banyak cara untuk menjaga aki mobil agar tahan lama dan tetap kuat. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan dalam melakukan perawatan aki mobil.
Melakukan pengecekan ketinggian air aki dengan rutin sangat penting. Pada kotak aki, terdapat 2 garis bertuliskan high dan low, volume air aki harus berada diantara kedua garis tersebut. Hal itu menandakan aki dalam kondisi prima.
Air aki yang melibihi garis high akan membuat sel aki rusak sehingga aki tidak bekerja secara maksimal. Sedangkan ketika air aki berada di bawah garis low, artinya Anda harus segera mengisi ulang airnya sebelum berdampak pada kinerja mesin mobil.
Aki mobil harus dijaga kebersihannya. Bersihkan permukaan aki baik di kutub positif maupun di kutub negatifnya. Hindari membiarkan permukaan aki kotor hingga muncul kerak di sekitar kedua kutub aki. Jika sudah timbul kerak, bersihkan menggunakan air hangat.
Setelah membersihkan permukaan aki, jangan lupa untuk mengencangkan baut kleman aki. Bila baut kleman tidak kencang atau longgar, hal itu juga memicu kerak pada permukaan karena terjadi pemuaian oleh suhu panas mesin mobil.
Arus listrik tak kalah penting pada langkah-langkah perawatan aki. Arus listrik yang terlalu lemah atau terlalu besar justru tidak baik karena dapat memicu kerusakan pada aki mobil. Pengisian arus stabilnya berkisar 1:10 dari kapasitas aki mobil.
Agar sistem kelistrikan aki tetap stabil meskipun mobil jarang digunakan, sebaiknya mesin mobil dipanasi dua hari sekali. Mesin yang menyala mensuplai pasokan strum ke aki.
Untuk memastikan penggunaan aki secara efisien, sebaiknya Anda tidak terlalu boros dalam menggunakan aki. Pemborosan yang dimaksud adalah penggunaan aki ketika mobil sedang tidak dalam kondisi menyala, seperti lampu yang tetap on saat mobil telah diparkir.

Kamis, 18 Agustus 2016

TIPS: Apa Saja Yang Kerap Menimpa Aki?


Umur pakai aki mobil terasa pendek? Jangan buru-buru ngambek or menuduh aki enggak beres. Coba telisik lagi perlakuan Anda terhadap aki atau jalur kelistrikan yang ada. Bisa saja umur pendek aki justru akibat kelalaian sendiri.
  1. Badan aki dibiarkan kotor berdebu. Memang tak ada salahnya, hanya mengganggu penampilan. Tapi karena kotor, kita jadi sulit melihat kondisi air aki dari luar. Jangan-jangan sudah berada di bawah lower level tapi tak terpantau.
  2. Pengisian tak cukup. Akibat fungsi alternator yang menyuplai listrik ke aki tak bekerja maksimal. Jadi ketika mobil dihidupkan, arus listrik tak cukup. Selain itu bisa akibat kabel terminal aki yang kotor atau kendor.
  3. Air aki mendidih ketika kendaraan dipakai dalam jangka waktu lama. Hal ini akibat aki kelebihan arus listrik. Bisa terjadi karena voltage regulator, atau lebih tenar dengan sebutan IC Regulator dalam alternator sudah rusak. Sehingga tetap memasok arus listrik ke aki walau di aki sudah penuh. Efek ini kadang dibarengi badan aki menggelembung.
  4. Mesin tak mau start setelah didiamkan selama paling tidak 2 hari. Ini akibat kelalaian pemilik mobil malas melihat ketinggian air aki. Atau bisa juga berat jenis air aki sudah berkurang akibat self discharge.
  5. Sulit start di pagi hari. Biasanya karena pemilik mobil hobi memasang perangkat aksesori yang berkaitan dengan listrik. Bisa head unit, power amplifier, speaker seabrek-abrek, sampai meningkatkan daya lampu jauh di atas normal tanpa meningkatkan kapasitas altenator dan aki.
  6. Badan aki memiliki suhu sangat panas. Coba tengok sekitar ruang mesin. Apakah mesin mobil sudah di modifikasi ekstrem? Modifikasi ekstrem dan dipakai harian akan meningkatkan suhu ruang mesin.
  7. Tiba-tiba tidak bisa start. Kejadian paling menyebalkan. Coba cek kepala aki. Biasanya hanya kendor atau kotor. Longgarkan baut ikatannya, lalu kencangkan kembali sampai kepala kabel tak bisa bergerak lagi.
  8. Tidak bisa start. Ingat-ingat kapan terakhir beli aki. Biasanya kalau lewat dari 1,5 tahun, memang sudah waktunya ganti.  Paling enak, ketika beli aki baru, tulis tanggal pembelian di badan aki pakai spidol yang tak bisa dihapus.
  9. Cairan aki kurang baik. Begitu banyak air aki botol biru yang beredar. Mulai hypermarket, SPBU sampai bengkel kecil biasanya ada. Biar aman, beli di SPBU, bengkel besar atau toko yang menjual aki.
  10. Jangan menguras cairan elektrolit atau accu zuur jika aki sudah mulai lemah. Cukup setrum ulang saja, aki greng lagi.

Selasa, 14 Juni 2016

Inilah Ciri – Ciri Busi Mengalami Kerusakan

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan ciri – ciri busi yang sudah mengalami kerusakan. Seperti yang telah kita kutahui bersama bahwa busi ialah komponen yang sangat peting bagi kendaraan untuk langkah awal menghidupkan motor. Komponen tersebut bertugas untuk menghasilkanpercikan bunga api listrik untuk membakar campuran bahan bakar yang sudah tercampur dengan udara di ruang silinder kendaraan. Busi mampu bekerja dalam suhu dan tekanan yang tinggi.
Karena busi ini berkaitan langsung dengan mesin, busi bisa di pakai untuk mengetahui dan mencari penyebab kendala pada mesin kendaraan. Maka, ketika pada saat anda membersihkan busi, anda bisa sekaligus memeriksa atau mengecek, apakah kondisi mesin masih dalam keadaan baik atau tidak, cukup dengan mengamati bagian dari kepala busi.
Ciri Busi Mengalami Kerusakan
Ciri – Ciri Busi Rusak :
Jika kendaraan masih di katakan normal yakni pada ujung insulator dan elektroda busi yakni berwarna abu – abu terang atau bisa juga berwarna coklat kemerah merahan. Hal tersebut menunjukan kondisi dan penyetelan mesin serta waktu terjadinya pengapian dalam keadaan baik, dan masih sesuai dengan keadaan setelan pabrikan.
Jika anda melihat pada ujung insulator, elektrodda dan juga busi tertutup dengan jelaga hitam, maka sisa pembakaran yang kering akan tetapi lembut, solusi yang bisa anda lakukan yaitu sebaiknya anda cek atau lakukan pemeriksaan setelan atau injeksi, mekanisme cook, filter udara dan kalau bisa anda ganti dengan busi yang sesuai, karena kemungkinan besar ada yang kurang pas pada bagian – bagian tersebut. Pasalnya jika komponen tadi mengalami masalah tersebut maka akan menyebabkan asap kendaraan mobil atau motor anda akan berwarna hitam, bensin menjadi boros dan terkadang susah ketika di starter saat mesin dalam keadaan dingin.
Selain itu pernahkah anda mengalami mesin mobil anda tersendat atau lambat dalam berakselerasi ketika kendaraan sedang membawa muatan penuh, atau pada knalpot mengeluarkan bunyi yang menembak karena bahan bakar tidak terbakar secara sempurna jika iya, maka anda harus mengecek busi pada kendaraan anda, pasti ujung insulatornya terlihat warna kuning sedikit coklat muda dan terkadang juga akan terlihat warna hijau sedikit basah. hal tersebut telah menunjukan bahwa bensin dan oli telah tercampur bahan lain seperti air atau juga penggunaan bahan adiktif yang kurang pas.
Maih banyak contoh – contoh tampilan busi yang telah menunjukan apakah masih bagus dan atau sudah tidak bagus pada kondisi kendaraan. Akan tetapi anda jangan lupa untuk merawat busi yang berada di kendaraan anda, agar tetap awet. Beberapa ahli mekanik telah menganjurkan supaya busi selalu di bersihkan setelah mobil berjalan jika sudah 2.500km dan di ganti setelah 10000km sampai 15000km

Inilah Tanda Aki Basah Mengalami Kerusakan

Kali ini kami akan memberikan informasi sebab sebab terjadinya aki mobil mengalami kerusakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa aki atau baterai adalah piranti yang sangat penting untuk kelistrikan pada sebuah kendaraan. Tanpa adanya baterai maka system kelistrikan pada kendaraan, maka kendaraan akan mengalami susah hidup.
Jika anda belum mengetahui tanda – canda atau ciri ciri aki mengalami kerusakan. Nah kali ini kami akam bebrikan informasi mengenai ciri – cirinya. Dibawah ini adalah penjelasannya.
  • Mesin Tidak Mpu untuk Starter
Hal itu di mulai pada saat mobil anda tidak dalam keadaan hidup beberapa jam, contohnya semalaman mesin mobil anda di matikan, nah pada pagi hari mobil anda tidak kuat untuk di starter, dengan bantuan sedikit dorongan mobil akan bisa hidup, dengan bantuan tersebut mesin akan hidup beberapa menit saja starter mesin akan normal kembali, namun jika setelah melewati malam berikutnya akan kembali ke semula, yakni mesin tidak bisa di starter lagi. Hal tersebut biasanya air aki berada di antara level lower dan upper untuk ke 6 sel aki.
Tanda Aki Basah Mengalami Kerusakan
  • Umur Aki/baterai
Umur pada baterai ialah pertimbangan yang sangat penting untuk bisa menentukan bahwa aki tersebut rusak atau mengalami kendala soak. Umur pada aki relative karena banyak factor – factor yang bisa menjadi penyebabnya.
  • Aki berbau menyengat pada saat mesin di hidupkan
Saat dilakukan pengukuran ketika cranking atau dengan menggunakan load tester, voltage baterai berada di bawah 10v. WWalaupun baterai baru saja di carger sampai muatan listrik penuh.
  • Aki short/konslet
Hal tersebut bisa anda lihat dengan mudah di lihat dari voltage aki kurang dari 11v ketika aki tidak dibebani. Anda juga bisa melihan beberapa gejala lainnya pada saat aki mengalami kerusakan yakni pada suara klakson yang kurang keras, lampu besar terlihak kurang terang atau redup, namun kedua hal tersebut tidak menjadi patokan bahwa aki mengalami kerusakan.
Salah satu contohnya yaitu pada mobil sedan dengan aki 32 Ampere hour 32Ah lampu kota lupa di matikan saat mobil parkir selama 2 sampai 3 jam , nah secara otomatis baterai atau aki akan kehabisan arus listrik dan mobil tidak akan bisa di starter.
Nah, demikianlah informasi yang bisa kami sajikan untuk anda. Mungkin beberapa penyebab di atas bisa anda jadikan indicator aki mobil yang mengalami kerusakan dan harus dilakukan pengecekan dan penggantian aki.

Ini Dia Ciri – Ciri Alternator Mengalami Kerusakan

Dalam kelistrikan yang berada di kendaraan mobil, terdapat komponen Alternator yang merupakan pembangkit listrik utama yang sangat penting. Alternator sendiri berfungsi untuk menyuplai energi listrik pada saat mesin aktif atau hidup. Perlu anda ketahui juga bahwa Aki atau bterai yang berada pada kendaraan ialah merupakan alat pacu saat starter mobil di hidupkan, dan jika alternator rusak maka aki atau baterai akan otomatis berperan sebagai sumber listrik utama. Pada sistem kelistrikan di mobil, alternator mempunyai tegangan yang lebih tinggi dari pada baterai/aki. Nah, bagi anda yang ingin tahu apa saja sih ciri – ciri alternator yang sudah mengalami kerusakan ? Berikut ini kami berikan informasi untuk anda mengenai Alternator yang sudah mengalami kerusakan.
Ciri - Ciri Alternator Mengalami Kerusakan
Ciri – Ciri Alternator Rusak :
Dengan cara ini anda bisa mengetahui dengan mudah ciri – ciri alternator yang sudah mengalami rusak. Untuk lebih jelas lagi mari kita lihat tanda – tanda pada saat Alternator mobil mengalami kerusakan sebagai berikut.
Pada saat mesin mobil hidup, maka lampu indikator akan menyala, hal ini mengindikasikan bahwa Alternator atau generator yang berada di mobil anda sudah tidak mampu lagi membangkitkan listrik
1. Ciri – Ciri selanjutnya yaitu pada Alternator akan menghasilkan bunyi. Ya, tuntu saja hal tersebut mengidikasikan bahwa Alternator telah rusak sehingga akan menimbulkan bunyi suara yang bising dari Alternator itu sendiri. Perlu anda ketahui juga bahwa bunyi tersebut di sebabkan oleh putusnya dioda rectifier Alternator.
2. Pada saat baterai atau aki di ganti, akan tetapi aki selalu tekor dan tidak mampu untuk menjalankan starter, maka hal ini di akibatkan oleh kurangnya tegangan Output yang di hasilkan atau lemahnya tegangan pengisian Alternator.
3. Nah, maka dari itu anda harus mengetahui bahwa tegangan yang di keluarkan oleh Alternator Aki 12v harus berada di kisaran 13.6 hingga 14.0 volt. Saat mengindikasikan kurang dari 13.6 volt maka baterai atau aki akan selalu tekor dan tidak akan mampu melakukan starter, meskipun indikator light aki tidak On. Masalah tersebut biasanya terjadi di kendaraan mobil yang full aksesoris pada kelistrikan yang bayak.
Saat Alternator pada mobil anda sudah mengalami drop, maka yang harus anda lakukan yaitu mencari faktor penyebabnya. Berikut ini kami berikan beberapa faktor penyebab Alternator mengalami drop :
  • Penyebab pertama yaitu adanya dioda yang terputus yang berada di IC regulator, maka arus yang timbul oleh alternator tidak penuh.
  • Penyebab selanjutnya yaitu pada setingan ket out eksternal Voltage regulator yang menggunakan cut out, maka hal tersebut menyebabkan alternator akan ngedrop.
  • Tidak cuma itu saja, Alternator ngedrop bisa di sebabkan oleh adanya hubungan antara rotor slip rings dengan carbon brus yang tidak maksimal dan nantinya akan menghambat arus listrik menuju rotor coil yang berada pada Alternator.
Dimikianlah informasi dari kami mengenai informasi ciri – ciri Alternator mengalami kerusakan. Semoga artikel di atas bermanfaat untuk anda. Jika ada salah kata atau pun kekurangan dalam penjelasan kami mohon maaf.

Tips dan Trik Memperbaiki Sistem Starter Mobil Bermasalah –

 Masalah yang seringkali kerap terjadi pada kendaraan yang membuat anda kesal yakni mogok yang di sebabkan oleh system setarter pada mobil yang sudah rusak. Pasti anda juga pernah merasakan hal tersebut bukan ? pada kendaraan mobil anda yang mobilnya tidak bisa di starter. Jika anda pernah merasakan hal tersebut pastinya anda pasti akan mendorong mobil anda atau menjumper aki untuk menghidupkan mesin mobil anda. Nah, pada kesempatan kali ini kami spekengine.com akan memberikan tips dan trik memperbaiki system starter mobil yang rusak.
Sebelum menuju ke perbaikan, alangkah baiknya kami akan memberikan beberapa penyebab yang mengakibatkan mobil mogok karena tidak bisa di starter atau starter bermasalah. Berikut ini adalah penyebab – penyebabnya :
Inilah Penyebab dan Cara Memperbaiki Sistem Starter Mobil Bermasalah
  • Lampu kotrol dashboard hidup pada saat kontak dan pada saat starter tidak berfungsi hanya lampu dashboard berkedip.
  • Lampu control pada dashboard hidup pada saat kontak dan saat starter timbul suara yang anaeh seperti ngelitik.
  • Starter berjalan dengan normal, akan tetapi mesin tidak berputar dan terdapat bunyi gesekan gigi berputar seperti bunyi “kreeeeekk”
  • Pada lampu control dashboard mati pada saat kontak dan tidak akan bisa di starter.
Penyebab di atas tersebut yang biasanya di temui pada masalah starter mobil. Apa yang menyebabkan hal tersebut ? Kita akan membahasnya satu per satu.
Memperbaiki Starter Mesin Mobil Bermasalah dan Mati :
Masalah pertama jika starter mobil anda tidak berfungsi, nampun lampu control dashboard menyala, dan pada saat di coba di starter terlihat lampu berkedip, maka yang harus anda lakukan yaitu memeriksa soket otomatis dinamo starter. Ada satu kabel berukuran kecil yang terhubung ke dinamo starter. Perikasalah kabel kecil tersebut apakah lepas atau putus. Selanjutnya anda bisa memeriksa sikring dan juga relay nya. Nah, jika saat anda mencoba starter relay ada bunyi “klek” kemungkinan masalahnya bukan dari relay dan sikring. Solusi terbaiknya yaitu harus di tangani oleh mekanink bengkel dinamo. Solusi daruratnya anda bisa menghidupkan mesin mobil anda dengan mendorongnya.
Masalah yang kedua yaitu jika di starter timbul suara ngelitik yang keras, hal tersebut bertanda bahwa strum aki sudah lemah dan tidak cukup kuat untuk menyalurkan arus pada system starter untuk memutar flaywheel. Pada saat keluar bunyi tersebut akan di ikuti dengan lampu control dashboard yang berkedip – kedip. Nah, cara untuk memperbaikinya yaitu cobalah anda memeriksanya terlebih dahulu pada kleman kabel aki yang berada di terminal positif dan negatif, Siapa tau ada kelonggaran pada baut atau kotor. Jika tidak ada kelonggaran pada terminal positif dan negatif, berarti aki anda dalam kondisi sudah kurang baik. Solusinya yaitu anda bisa menjumpernya/pancing dengan mendorongnya, tidak berlaku untuk mobil matic.
Untuk masalah ke tiga yakni jika anda starter ada bunyi “kreeeekkk” dan mesin tidak bisa berputar apalagi hidup, maka hal tersebut di sebabkan oleh gigi starter atau flaywheel sudah ada yang mengalami keausan, biasanya aus di salah satu sisinya, itu sih tidak apa – apa, coba aja terus. Nanti juga pas di bagian yang masih bagus bisa normal. Akan tetapi tetap saja anda harus memperbaikinya dengan cara membawanya ke bengkel.
Untuk point yang terakhir yaitu, pada saat di starter mati dan semua lampu control mati, masalahnya ada di strum.Cobalah anda periksa kabel aki kemungkinan ada yang longgar, jika kabel baik – baik saja dan strum aki normal. Cobalah anda periksa lagi di soket kunci kontak, jika anda tidak berhasil menemukan masalahnya, hubungi saja mekanik karena harus di tangani oleh orang yang ahli kelistrikan.
Mungkin itu saja yang bisa kami informasikan untuk anda, mengenai cara memperbaiki system starter yang bermasalah atau sudah rusak.

Senin, 21 Maret 2016

Sistem Pengisian Listrik di Kendaraan

Sistem pengisian merupakan bagian dari sistem kelistrikan yang terdapat pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor, dimana sistem pengisian ini mensuply kebutuhan listrik pada kendaraan. Seperti di ketahui bahwa pada sebuah kendaraan terdapat sebuah komponen yang berfungsi menyimpan arus listrik yaitu battery. tapi apa jadinya apabila battery tu kehabisan listrik karena terpakai untuk kepeluan kendaraan, apakah kita harus mengganti batere setiap battery kehabisan listrik? tentu tidak oleh karena itu di perlukan sebuah sistem untuk mengisi kembali battery di saat battery telah lemah atau kosong. Dan sistem ini di sebut sistem pengisian (Charging Syste).

Sistem pengisian berfungsi untuk :
1. Mengisi arus listrik ke battery
2. Mensuplai arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan  setelah mesin hidup

Ada dua type sistem pengisian :
1.  Generator yang berfungsi untuk menghasilkan arus searah (Direct Current) digunakan awal tahun 60-an.
2.  Alternator yang berfungsi untuk menghasilkan arus bolak-balik (Alternating Current).

Alasan penggunaan alternator :
1.  Konstruksi lebih kecil dan tahan lama.
2.  Mampu menghasilkan arus output saat kecepatan idle.

Bagian-bagian :
 
1.    Ignition switch (kunci kontak)
2.    Battery
3.    Alternator
4.    Voltage regulator

PRINSIP DASAR

HUKUM FARADAY
Hukum Faraday berbunyi :
Bila sebuah konduktor digerakkan di dalam medan magnet, maka akan tim-bul arus induksi pada konduktor terse-but.

HUKUM TANGAN KANAN FLEMING
 
Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka gaya gerak listrik akan mengalir dari kanan ke kiri.
Arah gaya gerak listrik dapat diketahui dengan menggunakan hukum tangan kanan fleming dimana, jari telunjuk menunjukkan arah fluksi magnet, ibu jari menunjukkan arah gerakan konduktor, dan jari tengah menunjukkan arah arus induksi.
  
BESARNYA GAYA GERAK LISTRIK     

Bila perubahan medan magnet berlangsung dengan cepat maka gaya gerak listrik yang dibangkitkan pada kumparan akan semakin besar
Hubungan ini dapat dinyatakan dengan rumus :

E  =  N x d 
            dt   
   =  Gaya gerak listrik yang dibangkitkan                                      
N    =  Jumlah gulung
d  =  Perubahan flux magnet
dt   =  Waktu
  
PRINSIP GENERATOR
Generator membangkitkan arus listrik dengan caramemutarkan kumparan di dalam medan mag-net.

PRINSIP ALTERNATOR

Magnet Berputar Dalam Kumparan
Alternator membangkitkan arus listrik dengan caramemutarkan magnet listrik (rotor coil) didalam kumparan (stator coil).

Pembangkitan Arus Bolak-balik  (Alternating Current)
Saat magnet berputar di dalam kum-paran maka akan timbul arus bolak-balik pada kumparan.
Hubungan antara arus yang dibangkit-kan dengan posisi magnet adalah :
-          Pada 0° dan 180° arus yang di-bangkitkan adalah nol
-          Pada 90° arus yang dibangkitkan adalah maksimum positif
-          Pada 270° arus yang dibangkitkan adalah maksimum negatif

Arus Bolak-balik 3 Phase
Pada alternator terdapat 3 kumparan yang berjarak masing-masing 120°
Pada saat alternator berputar pada masing-masing kumparan akan timbul arus bolak-balik Ini berarti alternator membangkitkan arus bolak-balik 3 phase.

Cara penyambungan 3 phase

1.    Hubungan “Y” (Star/Bintang)
 
Ujung dari tiap-tiap kumparan dihu-bungkan menjadi satu, dimana sam-bungan / titik tengah kumparan itu di-sebuttitik netral (netral point)

2.    Hubungan Delta
 
Ujung dari tiap-tiap kumparan dihu-bungkan ke awal dari kumparan lain. Ini berarti ketiga kumparan dihubung-kan secara seri

Karakteristik dari kedua hubungan tersebut adalah :


                Hubungan

Tegangan
Arus
  “Y” (Star)
            Eí3
             I
Delta
            E
Ií3


Saat ini alternator menggunakan hubungan “Y” dengan alasan :
·    Penghubungan kumparan sederhana
·    Tegangan output lebih besar
·    Mempunyai titik netral yang dapat digunakan
·    Meskipun kurang baik saat arus output maksimum, tetapi pada putaran rendah lebih baik

Penyearahan
 
Kelistrikan mobil membutuhkan arus searah, oleh karena itu arus yang di-hasilkan oleh alternator tidak dapat langsung digunakan. Untuk itu diperlu-kan proses penyearahan yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC), dimana proses penyearahan ini menggu-nakan dioda Pada alternator menggunakan dioda sebanyak 6,8,9,11.

Pada diagram (a) tegangan di-bangkitkan diantara phase 1 & 2. Arus mengalir melalui dioda 1 la-lu ke beban dan kembali melalui dioda 5. Pada langkah selanjutnya arus yang dibangkitkan pada tiap-tiap kumparan arahnya berubah, te-tapi arus yang ke beban selalu mengalir dengan arah yang sama.

GELOMBANG OUTPUT SETELAH PENYEARAHAN
 
Terminal dimana arus yang ke-luar sudah disearahkan disebut terminal B (Battery). Dan terminal dimana arus kembali disebut terminal E (earth). Tegangan antara terminal N (titik netral) dan E adalah ½ dari tegangan terminal B.  Gelombang output sesudah penyearahan digambarkan pada grafik ©.

KONSTRUKSI ALTERNATOR
Alternator berfungsi untuk merubah energi mekanik menjadi energi listrik.
 
1.    Pulley
2.    Cooling fan
3.    Drive end frame
4.    Stator core
5.    Stator coil
6.    Brush (sikat)
7.    Brush holder
8.    Rectifier
9.    Rear end frame
10.  Rotor coil
11.  Rotor core

1.  ROTOR

Rotor berfungsi untuk membangkitkan medan magnet.
Rotor terdiri dari :
1.    Rotor coil
2.    Rotor core
3.    Slip ring
4.    Rotor shaft

2.  STATOR

Stator berfungsi untuk membangkit-kan arus listrik bolak-balik.
 
Stator terdiri dari :
1.    Stator coil
2.    Stator core

3.  PULLEY

Pulley berfungsi untuk menerima te-naga mekanis dari mesin untuk me-mutarkan rotor.
Rasio pulley alternator terhadap pulley mesin adalah 1,8 – 2,2 : 1.

4.  END FRAME

End frame berfungsi untuk pemegang bagian-bagian alternator. Pada end frame terdapat lubang venti-lasi untuktempat mengalirnya udara pendingin.

5.  RECTIFIER
 
Rectifier berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC.Rectifier terdiri dari 3 dioda positif, 3 dioda negatif, dan diode holder. Diode holder berfungsi untuk mera-diasikan panas dan mencegah dioda panas.  

REGULATOR

 
Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan banyaknya beban.Untuk itulah digunakan regulator yang berfungsi untukmenjaga tegangan out-put alternator tetap konstan.

REGULATOR TIPE KONTAK POINT
Regulator tipe kontak point terdiri dari :
·  Voltage regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alter-nator tetap      konstan.
·   Voltage relay yang berfungsi untuk mematikan lampu CHG dan meng-hubungkan arus ke voltage regulator.

Cara Kerja

Kecepatan Rendah ke Sedang
 
Saat kecepatan rendah arus yang dihasilkan alternator masih kecil sehingga yang mengalir ke voltage regulator juga masih ke-cil, sehingga kemagnetan pada voltage regulator (M) belum mampu menarik P0. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) melalui P> P0

Saat kecepatan mesin naik arus yang dihasilkan alternator juga naik, se-hingga yang mengalir ke voltage regulator juga naik, sehingga kemag-netan pada voltage regulator (M) sudah mampu menarik P0 lepas dari P1. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) melalui tahanan (R), sehingga arus yang dihasilkan alternator menjadi turun dan menyebabkan kemagnetan pada voltage regulator (M) turun dan P0kembali berhubungan dengan P1.

Kecepatan Sedang ke Tinggi
Saat kecepatan sedang, posisi P0 adalah mengambang.Dengan naiknya putaran maka arus yang dihasilkan alternator  besar, se-hingga arus yang mengalir ke voltage regulator  besar, dan kemagnetan pa-da voltage regulator mampu menarik P berhubungan dengan P2. Arus yang mengalir ke rotor coil (F) menjadi terputus.

SISTEM PENGISIAN DENGAN REGULATOR TIPE KONTAK POINT
Sistem pengisian dengan regulator tipe kontak point terdiri dari :
1.  Kunci kontak                                5.  Socket Voltage regulator
2.  Fuse (sekering)                            6.  Alternator
3.  CHG lamp                                    7.  Terminal B
4.  Voltage regulator                         8.  Fusible link

CARA KERJA

Kunci kontak “ON” mesin belum berputar
 
Saat kunci kontak “ON” mesin belum berputar pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

Battery - KS - fuse - IG regulator - a - P1 - F regulator - F alternator - rotor coil - E alternator - massa. (arus field) 
Rotor coil menjadi magnet.

Battery - KS - charge lamp - L regulator - P2 - c - E regulator - massa. (arus lampu charge)Lampu charge menyala

Mesin Hidup Putaran Rendah
 
Saat mesin hidup dengan putaran rendah pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

 N alternator - N regulator - C2 (voltage relay) - E regulator - massa.(tegangan netral)   

· Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 

B alternator - B regulator - d - P2 - C1 (voltage regulator) - E regulator - massa. (tegangan output)   

·   Voltage regulator menjadi magnet tetapi belum mampu menarik P1

B alternator - KS - fuse - IG regulator - a - P1 - F regulator - F alternator - rotor coil - E alternator - massa. (arus field)

·   Rotor coil menjadi magnet

B alternator - beban - massa (arus output)

Mesin Hidup Putaran Sedang
Saat mesin hidup dengan putaran sedang pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

N alternator - N regulator - C2 (voltage relay) - E regulator - massa. (tegangan netral)   

· Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 

B alternator - B regulator - d - P2 - C1 (voltage regulator) - E regulator - massa. (tegangan output)   

·  Voltage regulator menjadi magnet menarik P1 lepas dari a tetapi tidak berhubungan dengan b.

B alternator - KS - fuse - IG regulator - tahanan - F regulator - F  alternator - rotor coil - E alternator - massa. (arus field)

·   Rotor coil menjadi magnet (kecil).

B alternator -- beban - massa (arus output)

Mesin Hidup Putaran Tinggi
Saat mesin hidup dengan putaran tinggi pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

 N alternator - N regulator - C2 (voltage relay) - E regulator - massa.(tegangan netral)   
· Voltage relay menjadi magnet menarik P2 berhubungan dengan d, sehingga menyebabkan charge lamp mati  (tidak ada beda potensial) 

B alternator - B regulator - d - P2 - C1 (voltage regulator) - E regulator - massa. (tegangan output)   

·   Voltage regulator menjadi magnet menarik P1 berhubungan dgn b.

B alternator - KS - fuse - IG regulator - tahanan - P1 - b - E regulator - massa. (tidak ada arus field)

·    Rotor coil tidak menjadi magnet.

B alternator - beban - massa (arus output)

ALTERNATOR DENGAN IC REGULATOR

Dibandingkan dengan alternator yang memakai regulator tipe kontak point, al-ternator dengan IC regulator mempunyai keuntungan :
·     Tahan terhadap getaran dan tahan lama
·     Tegangan output lebih stabil
·     Tahanan kumparan rotor lebih kecil sehingga arus dapat diperbesar.

KONSTRUKSI

Alternator dengan IC regulator (small alternator) terdiri dari :
 
1.    Front end frame                         8.   Brush (sikat)
2.    Rear end frame                         9.   Slip ring
3.    Stator                                       10. Rectifier
4.    Terminal B                               11. Rear end cover
5.    Konektor                                  12. Rotor
6.    IC regulator                             13. Bearing
7.    Brush spring                            14. Pulley

 Rotor
Pada beberapa jenis alternator, rotor ada yang dijadikan satu dengan fan, sehingga memungkinkan ukuran alter-nator menjadi lebih kompak. 

Rectifier
 
Rectifier pada alternator dengan IC re-gulator mempunyai konstruksi yang lebih kompak (kecil) dibanding deng-an alternator dengan regulator tipe kontak point.

IC Regulator
 
IC regulator berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan.

IC REGULATOR

IC regulator mempunyai keuntungan :
·     Waktu pengaturan tegangan lebih pendek
·     Lebih tahan terhadap getaran
·     Ukurannya lebih kecil (disatukan dengan alternator).

Dan mempunyai kerugian :
·     Harganya mahal
·     Kurang tahan terhadap tegangan dan panas yang tinggi.

Ada dua cara pemasangan IC regulator :
1.    Add on : IC regulator dipasang di luar alternator.
2.    Built in : IC regulator dipasang di dalam alternator

Prinsip Kerja IC Regulator

·    Saat Tegangan Output Pada Terminal B Rendah
 
Tegangan output belum dapat melewati ZD, sehingga Tr2“Off”.Tegangan output mengalir ke ba-se Trmelalui resistor R1 dan Tr1 “On”. Arus yang mengalir ke rotor coil melalui B - rotor coil - F - Tr1 (On) - E (massa).

·    Saat Tegangan Output Pada Terminal B Tinggi
 
Tegangan output sudah dapat melewati ZD, sehingga Tr2 “On” dan Tr“Off”. Dan arus yang ke rotor coil terputus.

Tipe IC Regulator

·    IC Regulator Tipe A
 
Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah add on.
Jenis IC regulator ini sekarang sudah tidak digunakan lagi.

·    C Regulator Tipe B
Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah built in.
Jenis IC regulator ini digunakan pada semua kendaraan Isuzu yang menggunakan alternator dengan IC regulator.

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE B

Kunci Kontak “ON” Mesin Belum Berputar
Saat kunci kontak “ON” mesin belum berputar pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

1.  Battery - fuse - S alternator - S IC regulator – BIC - BAT alternator - B IC regulator - BIC                     
·  BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan battery kurang dari 14,7 volt.

2.  Battery - fuse - starter switch - IG alternator - dioda - R IC regulator - tahanan - L IC regulator - rotor coil - F IC regulator - Tr “ON” - E (massa).
·   Kemagnetan pada rotor coil kecil sekali.

3.  Battery - fuse - starter switch - IG alternator - dioda - R IC regulator - tahanan - L IC regulator - L alternator - kumparan charge relay- ZD “OFF”.
·   Kumparan charge relay tidak menjadi magnet.

4.  Battery - fuse - starter switch - charge light - plat kontak CHG relay - massa.
·   Charge light menyala.

Mesin Hidup Tegangan Output Di Bawah Standar (<14,7 Volt) 
 
Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

1.  Stator coil - dioda - BAT alternator - S alternator - S IC reg - BIC - B IC regulator - BIC

·  BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan output ku-rang dari 14,7 volt.

2.  Stator coil - field dioda - rotor coil - F IC regulator - Tr “ON” - E IC regulator - E alternator - massa.

·   Rotor coil menjadi magnet.

3.  Stator coil - field dioda - L alternator - kumparan charge relay - ZD ”ON” - massa

·  Kumparan charge relay menjadi magnet menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.

Mesin Hidup Tegangan Output Di Atas Standar (¦14,7 Volt)
 
Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

 1.  Stator coil - dioda - BAT alternator - S alternator - S IC reg – BIC- B IC regulator - BIC

·  BIC meng”OFF”kan transistor karena mendeteksi tegangan output lebih dari 14,7 volt.

2.  Stator coil - field dioda - rotor coil - F IC regulator - Tr “OFF”

·  Rotor coil tidak menjadi magnet.

 3.  Stator coil - field dioda - L alternator - kumparan charge relay - ZD ”ON” - massa

·  Kumparan charge relay menjadi magnet menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.

IC Regulator Tipe M
 
Cara pemasangan IC regulator ke alternator adalah built in.
Jenis IC regulator ini digunakan pada kendaraan sedan.

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE M

Kunci Kontak ON Mesin Belum Berputar
MIC mendeteksi tegangan battery melalui terminal IG dan akan menghidupkan Tr1.
·    Rotor coil menjadi magnet
(Trakan ON dan OFF secara bergantian agar arus yang ke rotor minimum ! 0,17 A)

Belum ada listrik yang dibangkitkan alternator. Tegangan pada terminal P IC regulator 0 volt dideteksi oleh MIC yang mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan Tr3. 
·   Lampu CHG menyala

Mesin Hidup Tegangan Di Bawah Standar
Mesin hidup dan alternator membangkitkan listrik.
Tr1 akan diaktifkan oleh MIC dari kondisi ON – OFF menjadiON terus-menerus. Ia juga akan mematikan Trdan menyalakan Tr2 sehingga lampu CHG mati.

Mesin Hidup Tegangan Mencapai Tegangan Standar
Tr1 tetap pada posisi ON tegangan pada terminal B meningkat sesuai dengan naiknya putaran mesin. Saat tegangan mencapai 14,5 ! 0,1 volt rangkaian MIC akan mendeteksinya dan mematikan Tr1 sehingga arus pada rotor coil terputus.
Akibatnya tegangan pada terminal B akan drop, dan MIC akan menghidup-kan Tr1 lagi dan arus pada rotor coilmeningkat dan tegangan di terminal B akan naik. Dengan proses ini maka tegangan di B dapat dipertahankan pada nilai konstan.  

Kumparan Rotor Coil Putus
Bila karena sesuatu hal hubungan ke kumparan rotor putus ketika alternator berputar, tegangan pada terminal P IC regulator adalah 0 volt. Rangkaian MIC akan mendeteksi serta mematikan Tr2 dan menyalakan Tr3 sehingga lampu CHG akan menyala.

Hubungan Ke Terminal S Putus
 
Bila terminal S terlepas / terputus saat alternator sedang berputar, rangkai-an MIC akan mendeteksi tidak ada input pada terminal dan mematikan Tr2 dan menyalakan Tr3sehingga lampu CHG akan menyala untuk mempe-ringatkan adanya ketidak-normalan.

Hubungan Ke terminal B Putus


Bila terminal B terlepas / terputus saat alternator sedang berputar, tegangan pada battery akan turun perlahan-lahan (tegangan pada terminal S) karena pengisian battery terhenti.
Pada saat tegangan pada terminal S melebihi 13 voltrangkaian MIC akan mendeteksinya dan menyalakan Tr3serta mematikan Tr2 sehingga lampu CHG akan menyala

ALTERNATOR DENGAN DIODA NETRAL (NEUTRAL POINT DIODA)
Tegangan rata-rata pada titik netral adalah ½ terminal B.Tegangan ini digunakan untuk mengak-tifkan lampu CHG.
Untuk meningkatkan output alternator ada beberapa metoda :
·   Memperbesar ukuran.
·   Merubah hubungan stator ke Y.
·   Menambah netral point dioda.

Penambahan netral point dioda akan meningkatkan out put sebesar 10 – 15%

Cara Kerja

tegangan pada titik netral bukan hanya DC tetapi juga AC. Tegangan AC timbul di N sebagai hasil dari tegangan harmonik ketiga yang diinduksikan pada tiap phase oleh aliran output dan tepat pada phase yang sama. Jadi tegangan pada titik netral lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan output, arus akan mengalir melalui dioda yang dipasang antara titik netral serta terminal output. 
·   Tegangan Titik Netral Melebihi 14 Volt
 
 ·   Tegangan Titik Netral Turun Di Bawah 0 Volt
 


Demikianlah pembahasan tentang sistem pengisian pada mobil, semoga bermanfaat.