Sebagai tambahan bagi fungsi ABS, ABS dengan EBD mendistribusikan daya pengereman yang tepat diantara roda-roda depan dan belakang, dan diantara roda-roda kanan dan kiri sesuai dengan kondisi pengendaraan Sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda depan dan belakang sesuai dengan beban pada kendaraan, atau fluktuasi beban yang berkaitan dengan deselerasi. Selanjutnya, sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda kanan dan kiri selama menabrak
GOA menjamin keselamatan terhadap efek benturan yang dirancang oleh Toyota untuk berbagai macam bentuk kecelakaan. Terdiri dari bodi penyerap energi tingkat tinggi dan kabin dengan kekuatan yang tinggi.
Zona-zona bodi depan dan belakang yang dapat rusak terdiri dari berbagai macam area dengan tingkat kekakuan yang tinggi, yang secara efektif menyerap dan menghilangkan benturan. Oleh karena itu, bodi penyerap benturan ini meminimalkan perubahan bentuk kabin
Dibandingkan dengan lampu halogen, teknologi HID (High Intensity Discharge) memiliki kemampuan sinar yang lebih terang dan umur lampu yang lebih lama. Dan dengan auto leveling, dapat mengatur arah sinar lampu utama secara vertical otomatis menyesuaikan dengan level posisi kendaraan agar tidak menyilaukan pengendara lain dan menjaga jarak pandang pengemudi
AutonetMagz.com – Berdasarkan video baru yang diunggah Toyota dan requestpara pembaca kami, kami akan paparkan mengenai fitur dan pembenahan yang dilakukan Toyota pada salah satu IMV-nya yang berwujud mobil keluarga, yakni All New Kijang Innova. Tidak hanya anda, kami pun sudah lama menunggu mobil ini saat bocorannya pertama kali keluar tahun lalu, karena desas-desus bahwa ubahannya sangat total bukanlah isapan jempol kaki kanan belaka.
Kita urut saja dulu ya mulai dari luarnya. Dari depan, ini adalah pertama kalinya Kijang Innova mendapatkan lampuprojector lens dengan bohlam LED pada tipe tertentu sebagai standar, daripada yang dulu selalu berkutat dengandiamond cut selama 10 tahun. Sayangnya, tipe lampu belakangnya masih mengandalkan bohlam biasa, belum LED seperti Corolla Altis misalnya. Sudah dilengkapi dengan emergency stop signal memang, tapi alangkah baiknya jika lampu belakangnya juga pakai LED.
Soal ukuran pelek, hanya tipe Q yang dapat 17 inci, sementara tipe lain 16 inci dengan model yang berbeda. Seperti Ford Fiesta EcoBoost, ada lampu pada spion bagian bawah yang akan menerangi area sekitar mobil di kala mobil mendeteksi pemiliknya sedang mendekat dan mengantungi kunci. Toyota menyebutnya welcome light. Smart key tersedia khusus untuk tipe Q, dengan immobilizer khusus untuk tipe Q dan V saja.
Ada sebuah lompatan besar dari desain dashboard Innova lama ke Innova baru, di mana Innova baru mengusung desain asimetris. Yang pertama dibanggakan Toyota adalah illumination LED pada atap kabin. Ini bagus, karena kesan premiumnya sangat kental seperti pada Alphard dan Vellfire. Di video tersebut, Toyota bilang kalau panel instrumen dan MID baru yang modelnya mirip Camry hanya untuk tipe V dan Q, jadi mungkin untuk tipe G masih pakai yang lama. Mungkin lho ya.
Jika kami jadi Toyota, kami juga akan menjagokan fungsionalitas kabinnya. Demonstrasi cup holder dekat pengemudi yang diletakkan persis di depan kisi AC sangat strategis, karena jika minuman anda dingin, kesegarannya bisa bertahan sedikit lebih lama karena kena hembusan AC. Tidak hanya di situ saja, namun ada tempat penyimpanan di depan penumpang depan yang sudah lengkap juga dengan pendingin yang bersumber dari AC. Good job, Toyota!
Setirnya Innova kali ini ramai dengan tombol, baik itu untuk fungsi telepon, audio, pengaturan MID dan lain-lain. Tampilan head unit-nya sebenarnya agak mirip Toyota-Toyota yang lain, tapi kami harap respons layar sentuhnya tidak lemot. Ada satu fitur yang cukup menggelitik bagi kami pribadi, yakni air gesture. Jika air gesture-nya mirip dengan seperti yang ada di Yaris, kami sarankan tidak usah dipakai, namun kalau lebih halus, sepertinya layak dihargai, meski rasanya tidak mungkin sepresisi BMW 7 Series G11/G12.
Modal head unit ini bagus, karena sudah punya koneksi MiraCast, HDMI dan DLNA untuk disambungkan dengan gadget terbaru anda. Sudah komplit juga dengan aplikasi Toyota Move, browser internet dan voice command. Jika sudah begini, tinggal menguji kualitas suara dan gambarnya saat memainkan file video saja. Oh ya, tombol start-stop untuk menyalakan dan mematikan mesin hanya ada untuk tipe Q.
AC pada Innova tipe Q dan V sudah mengadopsi mode auto dan layar digital, namun power window auto untuk semua sisi hanya ada pada tipe Q. Pada Innova tipe Q yang ada di video, terlihat bahwa jok tengah bertipe captain seat denganarmrest dan cup holder di bagian bawahnya, tapi bahannya masih fabricbergaris yang polanya mirip kulit zebra. Sedikit disayangkan, karena dengan prediksi harga yang telah bertebaran, kami harap joknya sudah dilapis bahan kulit. Berita baiknya, akses one touch tumble bakal memudahkan akses ke bangku baris ketiga.
Kami suka sentuhan baru di mana Toyota menyuguhkan sebuah meja lipat pada Innova tipe Q untuk dipakai oleh penumpang baris kedua, terlihat mewah dan fungsional. Jok belakang Toyota Innova baru didesain untuk memuat 3 orang, namun tidak seperti Grand New Avanza yang baris keduanya headrest-nya terbelah 2, headrest Innova tidak terbelah, tapi punya tiang headrestdipasang di sebelah kanan.
Jok belakang yang terpisah 50:50 masih punya metode pelipatan yang sama dengan Innova lawas, yakni dilipat menyamping. Saat ingin dilipat, headresttengah baris ketiga harus dilepas dan disimpan di tempat yang telah disediakan, yakni di kiri bawah bagasi. Berikutnya, banyak pembaca kami yang menanyakan,”Apa itu Smart Close Back Door System pada All New Kijang Innova?” Biar kami jelaskan ya.
Itu bukan pintu bagasi elektrik seperti pada Nissan X-Trail, Honda CR-V atau Ford Everest, tapi sejenis vacuum door. Maksudnya adalah, dengan fitur ini, anda tidak perlu membanting pintu bagasi, cukup ditutup dengan posisi agak kendor atau kurang rapat saja. Nah, sistem ini akan merapatkan sendiri pintu bagasi yang belum ditutup rapat tadi, utamanya adalah untuk membuat mobil menjadi lebih terkesan halus, mewah dan elegan. Perlu diketahui, fasilitas ini juga ada di pintu sedan mewah seperti Lexus LS, Mercedes-Maybach S Class, BMW Seri 7 dan Audi A8.
Di sektor keselamatan, tipe Q sudah komplit dengan 7 buah airbag, termasukairbag lutut, samping dan tirai. Teknologidriver’s aid pada mobil ini juga mumpuni. Soal ABS dan EBD harusnya sudah ada untuk mencegah rem terkunci, tapi untuk pertama kalinya Toyota Kijang Innova punya stability control. Ini mengatur supaya mobil tidak hilang kendali – baik itu oversteer atauundersteer – dan tetap bisa dikendalikan oleh pengemudi.
Hill Assist Control juga sangat fungsional, terutama saat dipakai dalam situasi stop n go di tanjakan, karena mencegah mobil nyelonong mundur saat kaki kanan dipindah dari rem ke gas. Kami suka pilihan mode berkendaranya, karena kita bisa memilih Eco saat berkendara santai di kota di mana tenaga besar tidak begitu dibutuhkan dan mesin bisa lebih irit, tapi saat ingin tenaga maksimal untuk menyalip mobil lain di tol atau melibas tanjakan, aktifkan mode power. Di samping 2 mode itu, ada mode normal.
Hadirnya mode manual pada transmisi otomatis 6 percepatannya kurang lebih untuk membantu pengendara saat ia lebih percaya skill-nya sendiri daripada komputer untuk memutuskan gigi berapa yang harus dipakai dalam kondisi tertentu, misalnya saat mau menyalip, mendaki atau menurun. Fitur terakhir yang dimiliki adalah lampufollow me home yang bakal membiarkan lampu menyala untuk beberapa lama setelah mobil dimatikan untuk menerangi jalan pengendaranya.
Melalui video itu, kami merasakan ada sebuah ambisi yang kuat dari Toyota untuk berubah total dari model-model yang selalu konservatif dan ogah mengikuti tren teknologi otomotif baru di segmen tertentu menjadi model-model yang bisa mematok standar baru bagi kendaraan di kelasnya.
Sayang tagline Toyota sudah berubah, bukan “Moving Forward” lagi tapi “Let’s Go Beyond”, padahal Innova ini baru cocok dengan tagline Toyota yang “Moving Forward”, karena memang improvement-nya sangat forward, malah terlalu forward dibandingkan Innova yang dulu. Well done, Toyota, well done.
Teknologi ini memang makin memudahkan gaya berkendara. Tanpa perlu mengeluarkan anak kunci, pintu otomatis terbuka dan mesin mobil pun bisa langsungjreng tanpa perlu memutar kunci kontak. Namun, ada kalanya terjadi kemungkinan smart entry tidak berfungsi dengan baik. Misalnya, karena energi baterai dalam remote (smart key) sudah habis. Jangankan dapat menghidupkan mesin mobil, meski kita sudah mendekatpun, pintu yang seharusnya otomatis terbuka tidak akan bereaksi apa-apa.
Memang, baterai tersebut seharusnya diganti dengan yang baru. Usia pakai baterai rata-rata 1 sampai 2 tahun. Yang menjadi masalah adalah: jika kasus ”baterai lemah atau habis” ini terjadi di sebuah tempat yang tidak memungkinkan kita dapat langsung mengganti baterai. Sebagian pengendara yang mobilnya dilengkapi teknologi smart entry masih ada yang panik dan bingung ketika menemukan smart key-nya tidak bekerja normal. Solusi kasus ini bisa kita dapatkan dari buku pedoman pemilik kendaraan. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Keluarkan kunci mekanikal yang terdapat dalam smart key. Kunci ini biasanya tersimpan di salah satu sisi bodysmart key. Tarik dan ambillah.
2. Masukkan kunci mekanikal tersebut ke lubang kunci pintu mobil, dan gunakan untuk membuka pintu mobil.
3. Setelah pintu terbuka, hadapkan (dekatkan, sekitar 10mm) smart key ke tombol “start-stop” dekat kemudi. Saat mendekatkan, injak pedal rem dan tekan tombol “start-stop” dalam 5 detik setelah bunyi buzzer (dengan tetap menginjak pedal rem).
4. Untuk mematikan kembali mesin mobil, tekan tombol “start-stop” kembali.
Selamat datang kembali di redaksi spekengine.com. Pada kelempatan kali ini kami akan memberikan informasi mengenai gejala – gejala kerusakan rem cakram pada mobil Seperti pada bagian mobil yang lain, rem cakram juga bisa mengalami kerusakan atau keausan seiring penggunaan yang sudah cukup lama dalam berkendara. Akan tetapi, kerusakan tersebut tidak secara langsung terjadi begitu saja. Namun ada beberapa gejala – gejala yang akan muncul yang bertanda kerusakan pada rem cakram pada mobil.
Seperti yang telah anda ketahui sendiri bahwa sistem rem pada kendaraan sangat penting bagi keselamatan kita.Lalu apa sajakah gejala – gejala kerusakan rem cakram pada mobil yang sering terjadi ? Brikut ini kami akan informasikan untuk anda. Baca beritanya di bawah ini.
Gejala – Gejala Kerusakan Rem Cakram Mobil :
Gejala yang pertama yaitu terdengarnya suara pada rem cakram yang melengkung pada saat melakukan pengereman. Hal tersebut menandakan bahwa ada gejala kerusakan pada rem cakram. Solusi yang tepat yakni segeralah anda mengecek rem cakram mobil anda, apakah kampas rem sudah mengalami keausan atau tidak.
Biasanya yang sering terjadi jika rem cakram mengeluarkan bunyi maka tandanya, kampas rem sudah aus dan harus di ganti dengan yang baru. Perhatian, untuk memilih kampas rem cakram harus yang berkualitas baik atau original, agar awet dalam masa penggunaan.
Gejala yang kedua yaitu rem cakram terasa lembut. Hal tersebut di karenakan pada saat udara atau air masuk ke dalam sistem rem, maka bisa di pastikan anda atau sang pengemudi akan merasakan pedal rem yang terasa lebut pada saat di pijak. Korosi atau yang sering di sebut karat ialah hal yang akan terjadi setelahnya. Udara yang berada di dalam sistem rem akan meicu injakan pedal rem akan menjadi lebih dalam dari yang biasanya anda lakukan penginjakan pada pedal rem. Sementara itu air yang berada di sistem rem akan berpengaruh pada sistem kerja caliper yang berada di master rem cakram.
Gejala yang ketiga yaitu rem cakram mobil terasa bergetar pada saat melakukan pengereman. Maka bisa di pastikan bahwa gejala tersebut dari caliper rem yang lengket atau juga caliper yang tidak bisa bekerja sesuai dengan prinsip kerjanya, dan berkarat. Nah, jika masalah tersebut anda diamkan saja maka akan membuat kampas rem cakram menjadi tidak rata habisnya dan setir kemudi akan bergetar.
Berbagai fitur canggih selalu dikembangkan di dunia otomotif supaya bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara Anda.
Ketika berkendara di jalan raya selama berjam-jam, ada kemungkinan kaki pengemudi terasa pegal hingga kaku karena harus menekan pedal gas terus menerus. Nah, untuk mencegah hal semacam ini terjadi terlalu sering, beberapa produsen kendaraan pun mulai memperkenalkan teknologi yang dikenal sebagai ‘cruise control’ pada beberapa mobil modern mereka.
Lalu, apa sebenarnya cruise control ini?Cruise control bisa dikatakan sebagai sebuah teknologi yang mampu memberikan pengemudi kebebasan dalam mengendarai mobil pada kecepatan stabil. Hebatnya, pengemudi tersebut tidak perlu menekan pedal gas secara terus-menerus. Teknologi ini juga sering disebut sebagai ‘speed control ’, ‘autocruise’ dan lain sebagainya. Jika pengemudi kendaraan tersebut ingin mengemudikan mobil dengan kecepatan konstan, maka pengemudi harus melarikan mobil pada kecepatan yang diinginkan nya dan kemudian mengaktifkan fungsi cruise control yang ada di dalam mobil.
Sistem ini sendiri bisa dioperasikan melalui tombol dan jika sudah diaktifkan maka pengemudi sudah tidak perlu lagi untuk menekan pedal gas dengan kakinya. Perlu diketahui jika fitur ini tidak bisa aktif jika mobil melaju pada kecepatan di bawah 40 km/jam. Lalu, kapan kira-kira fitur ini tidak boleh digunakan? Ternyata, fitur cruise control tidak bisa digunakan pada jalanan dengan banyak tikungan, tanjakan dan turunan. Hal ini karena medan jalan tersebut membutuhkan banyak pengereman yang akan menonaktifkan sistem cruise control. Artinya, fitur cruise control ini kurang cocok jika digunakan di dalam perkotaan yang padat akan kendaraan dan sering terkena macet. Bahkan di negara dengan empat musim, fitur ini tidak boleh digunakan karena mobil bisa berisiko slip dan kehilangan traksi. Jadi, bagi Anda yang memiliki mobil dengan teknologi ini, harus mengetahui dengan tepat kapan dan dimana bisa menggunakannya. Karena jika tidak maka bisa menimbulkan bahaya.
Kursi bayi memang diciptakan untuk menunjang keselamatan saat anda bepergian dengan mobil membawa bayi anda. Namun, kadang pemasangannya tidak efektif, sehingga saat insiden fungsi dari kursi tersebut tidak optimal.
Sehingga, ketika membeli kursi bayi, salah satu langkah pertama yang paling penting dilakukan adalah dengan membaca buku manual pemilik. Buku panduan ini penuh dengan informasi termasuk cara memasang kursi bayi yang benar di mobil.
Ada tiga hal yang bisa Anda pastikan agar kursi cocok dengan anak Anda. Periksa usia bayi anda, tinggi kursi, dan kisaran berat badan sebelum membeli.
Saat memasang kursi, salah satu hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah berapa banyak pergerakan kursi setelah dipasang. Di buku manual dijelaskan, kursi tidak seharusnya bergerak lebih dari satu inci ketika Anda mendorong dan menariknya.
Jika kursi bergerak lebih dari satu inci, itu artinya cara pasang kurang baik dilakukan dan tidak cukup ketat. Maka silakan diperiksa kembali sampai kursi benar-benar tidak bergerak dan siap digunakan anak anda.
Kursi bayi menjadi penting keberadaannya di dalam mobil saat anda harus membawa bayi bepergian. Salah satu contoh pentingnya kursi ini ditunjukkan pada kasus kecelakaan di Tacoma, Washington. Kecelakaan itu melibatkan bayi berusia dua tahun, yang hidupnya diselamatkan oleh kursi anak yang menghadap ke belakang.
Kylee Barrett, yang menceritakan kejadian pada media sosial, berada dalam mobil menuju sekolah, hanya lima menit dari rumah mereka. Tiba-tiba ada truk yang membuat sang pengemudi harus banting setir sehingga mobil terguling dan menabrak pohon. Saat kecelakaan mobil remuk, tapi bayi 2 tahun selamat berkat kursi anak.
Sebut saja Grand New Toyota Avanza, Honda Brio S, Suzuki Celerio dan Mitsubishi Mirage Exceed, semuanya termasuk line-up entry level yang telah dilengkapi rem dengan teknologi ABS (Anti-lock Braking System).
Padahal menengok ke belakang, baru sejak tahun 1929 ABS pertama kali diterapkan di sebuah pesawat dan 43 tahun lalu ketika Mercedes-Benz S-Class W116 diklaim sebagai salah satu mobil produksi yang pertama kali menerapkan ABS.
Bagaimana fitur ini membuat pengemudi lebih aman? Sesuai namanya, ABS menghindari sistem rem mengunci, supaya ban tetap mendapatkan traksi dengan permukaan jalan. Tujuannya, agar pengemudi tetap dapat mengendalikan arah mobil.
Alternatif ABS bisa dengan metode Cadance Braking alias memompa kaki
Caranya, ketika ECU ABS mendeteksi ada kuncian pada ban via sensor kecepatan, katup pelepas tekanan akan diperintahkan untuk melepas cengkraman rem seketika, kemudian dicengkram lagi dan prosesnya berulang-ulang hingga mobil berhenti.
Meski tujuan utamanya untuk tetap memiliki kendali setir saat mengerem, namun traksi lebih yang didapatkan tentu akan memperbaiki jarak pengereman yang didapatkan dan juga waktunya. Namun berapa perbedaannya jika tidak diterapkan ABS yang menjadi permasalahannya.
Nah, simak tes OTOMOTIF untuk mengetahui seberapa signifikan beda jarak dan waktu yang berhasil ditabung.
Metode pengetesan dilakukan dengan Racelogic, waktu dan jarak akurat dari satelit
METODE PENGETESAN Tes dilakukan menggunakan Toyota Avanza S A/T 2009 yang sudah dilengkapi ABS, dengan kecepatan 60 kpj di atas aspal kering, kemudian direm mentok hingga berhenti. Untuk pengetesan tanpa ABS, sekering 30A di bawah kap mesin dicabut untuk menonaktifkan fitur tersebut.
Kami juga menyematkan tes dengan Cadence Braking, yaitu metode memompa kaki atau injak dan lepas, yang bertujuan sama dan merupakan alternatif sebelum ABS populer.
Tes pertama diisi oleh satu penumpang seberat 85 kg, sedangkan yang kedua ditambah 4 orang hingga bobot totalnya mencapai 388 kg. Untuk alat ukur, digunakan Racelogic yang dapat mengambil data 60-0 km/jam dan jaraknya via satelit.
Hasil TES
1 Orang Trial 1 Trial 2 Karakter (85 kg) Waktu Jarak Waktu Jarak ABS 2 detik 16,3 m 2,1 detik 16,6 m Lurus Non-ABS 2,6 detik 2,7 detik 21,6 m 21,1 m Belok Cadence 2,1 detik 17,7 m 2,4 detik 19 m Lurus
5 Orang Trial 1 Trial 2 Karakter (388 kg) Waktu Jarak Waktu Jarak ABS 2 detik 17,6 m 2,2 detik 17,8 m Lurus Non-ABS 2,9 detik 22,3 m 22,7 m 22,7 m Lurus Cadence 2,5 detik 20 m 2,3 detik 20,1 m Lurus
Tes tanpa ABS bisa cabut sekering
KESIMPULAN
Pengereman dengan ABS jelas memberikan efek signifikan, dengan perbedaan jarak vs non ABS mencapai 5,3 m dan selang waktu 0,9 detik ketika diisi banyak penumpang. Namun bagi yang kendaraanya belum memiliki fitur ini, tetap bisa mengaplikasikan metode Cadence, yang terbukti juga dapat memotong waktu dan jarak pengereman, meski gap-nya akan semakin besar ketika dalam bobot penuh.
Awalnya rem parkir (parking brake) identik dengan nama rem tangan (hand brake) lantaran posisinya yang dioperasikan dengan tangan. Rem tangan pun masih dibagi dua lagi berdasarkan cara mengoperasikannya; model tarik dan angkat.
Mobil-mobil beban berat umumnya mengadopsi model tarik seperti yang diterapkan pada Toyota Kijang atau Isuzu Panther di era 1980-an. Faktor kemudahan untuk memperoleh tingkat kepakeman optimal lantaran bobot yang kerap diusung kendaraan ini menjadi alasan mendasar rem parkir model tarik ini diterapkan.
Sedangkan rem parkir model angkat digunakan pada mobil dengan bobot yang lebih ringan seperti sedan, hatchback dan sejenisnya. Hal ini lebih dikarenakan kebutuhan yang telah tercukupi terhadap rem parkir serta estetika dari layout dasbor.
Bahkan produsen asal Jerman, Mercedes-Benz telah mengadopsi rem parkir model injak yang posisinya di sebelah kiri pedal kopling. Hal ini kian membuka peluang terhadap disainer dalam merancang konsol tengah yang lebih fungsional.
Dahulu, rem parkir model tarik diperuntukan pada mobil beban berat
Rem parkir model injak membuat layout konsol tengah dapat lebih fungsional
Menarik tombol (P) dalam waktu lama, komputer akan mendeteksi dalam kondisi darurat
Pada prinsipnya, rem parkir dan rem kendaraan memiliki dua sistem kerja yang berbeda yakni secara mekanikal dan hidraulis. Pada rem parkir menerapkan sistem mekanikal dengan menfungsikan kedua rem belakang. Sedangkan rem kendaraan, tentu mengunakan sistem kerja hidraulis dengan menfungsikan keempat rem di setiap roda. Jadi saat rem blong, Anda dapat memanfaatkan rem parkir untuk mengurangi laju kendaraan.
REM PARKIR ELEKTRIS
Peran komputer yang kian komplek di kendaraan modern pun memberi ruang kembali pada penerapan rem parkir elektris. Tetap mengandalkan sistem yang berbeda dari rem kendaraan yang menggunakan hidraulis, rem parkir elektris mengunakan motor elektrik untuk mengoperasikan rem parkir di roda belakang.
“Lexus menyematkan motor elektrik di belakang untuk menarik kabel rem parkir. Lalu motor elektrik tersebut diperintahkan oleh sebuah Electro-Mechanical Parking Brake ECU berdasarkan input seperti tombol rem parkir dan kecepatan kendaraan. Artinya rem parkir ini hanya bekerja saat posisi mobil dalam kondisi diam,” papar Iwan Abdurahman, TAM Sunter Workshop Manager PT Toyota Astra Motor.
Beberapa produsen mobil bahkan menempatkan motor elektris pada kaliper rem. Jadi tak ada lagi mekanikal kabel untuk menggerakan kampas rem.
Untuk mengaktifkan rem parkir elektris ini, Anda hanya perlu sentuhan ringan via sebuah tombol. Tapi untuk menon-aktifkan, pedal rem pun perlu ditekan sebelum tombol kembali Anda tekan.
Lalu dalam kondisi darurat, Iwan Abdurahman pun menjelaskan bahwa pengemudi tetap dapat memanfaatkan rem parkir elektris ini. Anda hanya perlu menahan tombol selama mungkin, maka komputer akan mendeteksi bahwa kendaraan dalam kondisi darurat. Namun tekanan yang diberikan tidak sekuat saat rem parkir elektris aktif. Hal ini bertujuan agar ban tidak mengunci yang dapat membuat mobil tidak terkendali.
Berbeda dengan fitur auto brake hold yang turut memanfaatkan peran motor rem elektris. Saat menon-aktifkan fitur ini, Anda hanya perlu menekan pedal gas agar mobil dapat kembali berakselerasi seperti yang diterapkan pada Honda HR-V. Jadi saat Anda berkendara dikemacetan, fitur ini akan sangat berguna.
Auto brake hold sangat berguna saat berhenti di jalan menanjak
JAKARTA – Penggunaan rem cakram pada kendaraan penumpang belakangan ini semakin banyak.
Lantas, apa yang menjadi keuntungan penggunaan rem cakram? Kami pun menghubungi Iwan Abdurahman, Technical Service Division, Workshop Department, General Repair Section PT Toyota Astra Motor untuk lebih mengenal keunggulan rem cakram dibanding dengan tromol.
“Salah satu kondisi dari sebuah rem agar bekerja optimal adalah temperaturnya. Semakin panas, efektivitas rem semakin memburuk. Rem cakram memiliki konstruksi terbuka, sehingga pendinginan rem lebih baik dibanding dengan rem tromol/drum,” ungkapnya.
Meski demikian, bukan berarti rem cakram bisa dipaksa kerja terus menerus. Ada saat di mana rem sebaiknya tidak digunakan terus menerus.
“Kalau melalui jalan menurun, sebaiknya masuk ke gigi rendah, sehingga pengereman kendaraan dibantu dengan engine brake dan rem tidak bekerja terus menerus,” tambahnya.
Dengan pertimbangan keselamatan inilah maka tidak heran jika mobil-mobil baru belakangan ini lebih memiliki rem cakram sebagai rem depan mereka.
“Tapi rem cakram lebih mahal dibanding tromol. Jadi untuk mengurangi biaya, cakram paling tidak digunakan pada 1 bagian yaitu bagian depan.”
Ia pun menambahkan bahwa penggunaan rem cakram di sisi depan memiliki alasan tersendiri yaitu rem cakram memiliki daya pengereman yang lebih baik dibanding tromol.
“Saat mobil direm, inersia (kemampuan benda untuk menolak pengubahan terhadap keadaan geraknya) mobil akan pindah ke depan semua. Inilah kenapa rem cakram diletakkan di depan karena dia memiliki tugas untuk mengimbangi beratnya bobot di area depan saat terjadi pengereman,” tutupnya.
Mobil yang dikeluarkan pabrikan saat ini sudah dilengkapi dengan fitur safety driving. Fitur safety driving ini menjadi perlengkapan wajib untuk melindungi seluruh penumpang. Fitur ini selain dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dijalan seperti kecelakaan, juga dapat mengurangi cidera penumpang apabila kecelakaan tidak dapat dihindari. Untuk itu, mengetahui fitur, fungsi dan cara menggunakan dengan benar adalah sangat penting. Berikut ini adalah fitur safety driving yang tersedia di mobil :
1. Safety belt (sabuk keselamatan) Safety belt berfungsi untuk menahan posisi duduk pengemudi dan penumpang selalu pada kursi mobil. Safety belt yang banyak digunakan adalah dengan model 3 titik. Ketika terjadi tabrakan dari arah depan, gaya perlambatan/benturan akan menyebabkan penumpang terlempar ke depan. Safety belt menahan tubuh agar selalu pada posisinya, sehingga mencegah tubuh membentur roda kemudi, serta dashboard.
2. Head rest Head rest berfungsi untuk sandaran dan menopang leher serta kepala pengemudi. Posisi pemasangan yang disarankan adalah tegak dan sejalar dengan tinggi kepala. Ketika mobil di tabrak dari belakang, maka kepala akan terdorong ke belakang. Head rest menahan leher dan kepala sehingga potensi cidera pada leher dan kepala dapat dikurangi.
3. Inner view mirror dan outside mirror Kedua jenis mirror ini berfungsi untuk menambah visibilitas pengemudi. Outside mirror untuk visibilitas pada samping kiri dan kanan mobil, sedangkan inner view mirror, terletak di atas kaca depan mobil untuk meningkatkan visibilitas objek yang ada dibelakang mobil. Dengan fitur ini, pengemudi dapat mengetahui keberadaan mobil lain di sekitar kendaraan tersebut.
4. Sistem rem Sistem rem berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Mengingat bahwa rem system rem berperan penting dalam keselamatan, maka perlu untuk memastikan bahwa rem dapat berfungsi dengan baik. Segera lakukan perbaikan jika dirasa ada masalah pada system rem.
5. SRS (supplemental restraint system) Airbag Airbag atau kantong udara merupakan peralatan tambahan yang dipasangkan pada kendaraan untuk mengurangi cidera penumpang. Saat terjadi tabrakan frontal, kantong airbag akan mengembang dan menahan kepala serta tubuh pengemudi pada tempatnya. Dengan cara ini dapat mengurangi potensi cidera pengemudi dan penumpang depan. Ada beberapa jenis airbag seperti airbag depan (sisi pengemudi dan sisi penumpang depan), airbag samping (side air bag) dan airbag tirai (curtain shield airbag). Pada beberapa model, kerja airbag disingkronkan dengan kerja safety belt, untuk meningkatkan keselamatan
6. Struktur body kendaraan Pada beberapa bagian di kendaraan dilengkapi dengan mekanisme penyerap benturan. Mekanisme ini terletak pada bagian depan( area grill), bemper belakang, dan area samping kendaraan. Ketika terjadi tabrakan dari depan, samping atau belakang kendaraan, energi benturan akan diserap oleh mekanisme tersebut dengan cara merubah bentuk menjadi seakan terlipat. Dengan cara ini energi benturan dikurangi. Meskipun bagian yang terkena tabrakan hancur, tetapi karena bagian kabin telah diperkuat, maka penumpang maupun pengemudi akan aman didalam kabin kendaraan.
7. Kaca berjenis tempered atau laminated Kaca pada kendaraan berfungsi meningkatkan visibilitas pengemudi menjadi lebih baik, mampu melindungi penumpang di dalamnya, serta aman saat kaca tersebut pecah semisal karena kecelakaan. Jenis kaca yang sering digunakan adalah kaca tempered dan kaca laminated. Kaca tempered mempunyai karakter lebih keras dari kaca biasa, dan ketika kaca ini pecah, akan terbentuk pecahan-pecahan kecil yang aman bagi penumpang. Sedang kaca laminated, pada bagian tengahnya dilengkapi lapisan kaca film, yang berfungsi menahan serpihan kaca pada saat pecah.
8. Sistem ABS (anti lock brake system) Sistem ini dipasangkan pada rem modern untuk mencegah roda-roda menjadi terkunci saat dilakukan pengereman secara tiba-tiba.Sistem ABS mempertahankan roda tetap menggelinding di permukaan aspal saat tenaga pengereman besar. Dengan cara ini, ban tidak selip, sehingga mobil dapat dikendalikan dengan baik.
Beberapa hal diatas adalah fitur safety driving yang tersedia pada mobil. Ada kemungkinan pada beberapa jenis mobil mempunyai fitur safety driving yang lebih banyak atau lebih sedikit. Pastikan Anda selalu memanfaatkan fitur tersebut untuk meningkatkan keselamatan di perjalanan Anda. Semoga bermanfaat!
aat ini hampir setiap mobil dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan. Fitur keselamatan dapat dibagi menjadi 2 hal, yaitu fitur keselamatan aktif dan fitur keselamatan pasif. Fitur keselamatan aktif adalah fitur keselamatan yang dapat mencegah sebelum terjadi kecelakaan, sedang fitur keselamatan pasif akan melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Salah satu fitur keselamatan pasif yang terdapat dalam mobil adalah safety belt dan SRS airbag atau biasa disebut dengan airbag / kantong udara.
SRS airbag merupakan kepanjangan dari supplemental restrain system airbag yaitu sebuah fitur keselamatan berupa sebuah kantong udara yang apabila sedang aktif akan meledak dan terisi dengan gas nitrogen. Dengan ledakan gas tersebut akan menyebabkan kantong udara menggelembung dengan cepat untuk melindungi pengemudi dan penumpang depan. Seperti namanya supplemental, fitur ini merupakan tambahan pengaman bagi pengemudi, selain safety belt. Artinya adalah pengemudi tetap wajib menggunakan safety belt saat berkendara, dan air bag sebagai pelindung tambahan untuk mengurangi cidera pengemudi/ penumpang.
Pada saat mobil berjalan pada kecepatan tertentu, semisal pada kecepatan 50 km/jam, maka kecepatan penumpang didalamnya juga sama dengan kecepatan kendaraan. Jika mobil tersebut tiba-tiba menabrak benda diam dari arah depan secara langsung semisal tembok, maka dibutuhkan waktu 0,1 detik untuk berhenti sempurna. Pada saat terjadi tabrakan tersebut, bemper dan bagian depan kendaraan akan berubah bentuk untuk menyerap energi benturan kemudian akan berhenti. Akan tetapi gaya inertia masih bekerja pada area kabin dan pengemudi/ penumpang didalamnya. Jika pada kondisi ini safety belt tidak digunakan atau terpasang sempurna, maka pengemudi akan terdorong ke depan dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan kendaraan tersebut (50 km/jam). Dengan kecepatan ini, pengemudi akan terlempar kedepan dan membentur roda kemudi / kaca depan, dan mengakibatkan cidera pada kepala dan leher yang cukup parah.
Berbeda ceritanya jika pada kondisi ini pengemudi menggunakan safety belt dan terpasang dengan sempurna. Tubuh pengemudi akan tertahan oleh safety belt pada posisinya di tempat duduk. Jika benturan tersebut mengakibatkan airbag mengembang, maka kantong udara akan menahan kepala pengemudi untuk bergerak ke depan, sehingga meminimalkan terjadinya cidera pada kepala dan leher.
Mengingat pentingnya kedua komponen tersebut terhadap keselamatan pengguna, maka sebaiknya selalu gunakan safety belt setiap mengendarai mobil. Bahkan pada beberapa mobil dilengkapi dengan lampu indikator peringatan safety belt dan bunyi buzzer untuk mengingatkan agar pengguna menggunakan perlengkapan tersebut saat mengemudi. Selamat menikmati setiap perjalanan Anda dengan aman. Semoga bermanfaat!
Pada awalnya door lock berfungsi untuk mengunci dan membuka kunci pintu serta bagasi mobil. Ketika pintu dikunci, maka hanya orang yang membawa anak kunci tersebut yang dapat membukanya. Seiring kebutuhan, dikembangkanlah wireless door lock. Dengan teknologi ini, pemilik mobil dimudahkan dalam mengunci dan membuka kunci pintu. Caranya adalah dengan menekan salah satu tombol pada transmiter (remote). Berikut ini adalah fitur pada wireless door lock :
1. All door lock Fitur ini berfungsi untuk mengunci semua pintu dan mencegah back door terbuka. Caranya dengan menekan tombol lock pada transmiter.
2. All door unlock Fitur ini berfungsi untuk membuka semua pintu dan memungkinkan back door terbuka. Caranya dengan menekan tombol unlock pada transmiter.
3. Answer back Fitur ini ditandai dengan berkedipnya lampu hazard 1 x untuk operasi lock dan 2 x untuk operasi unlock. Beberapa jenis mobil dilengkapi dengan bunyi siren, 1 x untuk operasi lock dan 2x untuk unlock. Fitur ini memastikan kepada pengemudi bahwa operasi lock maupun unlock telah berhasil dilakukan.
4. Automatic lock function Fitur ini memungkinkan pintu akan terkunci otomatis apabila selama tiga puluh detik tidak ada pintu yang terbuka. Syaratnya adalah sebelumnya telah dilakukan operasi unlock dengan transmiter.
5. Two step unlock Fitur ini memungkinkan pada saat tombol unlock ditekan sekali, hanya pintu sisi pengemudi saja yang terbuka. Lalu saat tombol unlock ditekan dua kali dalam 3 detik, semua kunci pintu sisi penumpang dapat terbuka.
6. Trunk opener Beberapa transmiter dilengkapi dengan empat tombol, yaitu lock, unlock, panic dan trunk opener. Jika tombol trunk ini ditekan lebih dari satu detik maka bagasi akan terbuka. Fitur ini memudahkan pengemudi saat membuka bagasi.
7. Pengoperasian transmiter Fitur ini memastikan tombol transmiter bekerja dengan normal. Caranya adalah dengan menekan tombol transmiter dan perhatikan nyala lampu led. Ketika tombol ditekan dan lampu led transmiter menyala, maka dipastikan tombol berfungsi dengan baik.
8. Power window open/close Ketika anak kunci tidak terpasang pada lubang silinder dan tombol lock atau unlock pada transmiter ditekan lebih dari 2,5 detik, fitur ini mengaktifkan power window untuk membuka / menutup. Fitur ini untuk mengoperasikan power window saat pengemudi sudah meninggalkan kendaraan.
9. Alarm panic Fitur ini berfungsi untuk mengaktifkan alarm dari jarak jauh dengan menekan tombol panic pada transmiter kira kira 2-3 detik. Saat alarm aktif, sistem anti pencurian akan mengaktifkan klakson, lampu hazard. Fitur ini dapat digunakan jika menemukan gerak gerik pencuri yang mencurigakan di mobil Anda.
10. Fitur peringatan pintu tidak tertutup Fitur ini akan menyalakan buzzer saat tombol lock pada transmiter ditekan, dan ada salah satu pintu yang tidak tertutup rapat. Fitur ini memperingatkan pengemudi bahwa ada salah satu pintu belum tertutup rapat.
Demikian tadi beberapa fitur pada wireless door lock. Setiap jenis mobil mempunyai fitur yang berbeda-beda. Detailnya silahkan Anda lihat pada pedoman pemilik atau menanyakan pada dealer penjual. Semoga bermanfaat!
Seiring perkembangan teknologi, fitur yang dahulu hanya dimiliki mobil mewah kini menjadi fitur standar pada kebanyakan mobil.
Salah satu fitur yang banyak ditemukan pada mobil modern adalah keyless entry system.
Sistem ini telah mengalami banyak perkembangan dibanding beberapa tahun yang lalu.
Seperti namanya, keyless entry system adalah teknologi yang memungkinkan pengemudi masuk ke dalam mobil tanpa kunci.
Teknologi ini pertama kali digunakan pada tahun 1980an. Pada masa itu, terdapat semacam panel yang terletak di pegangan pintu. Pengemudi cukup memasukkan kode untuk membuka pintu.
Sistem ini umumnya digunakan oleh mobil buatan General Motors seperti Buick Regal dan Oldsmobile Cutlass Supreme.
Apa itu Remote Keyless Entry System?
Biasanya, fitur ini terdiri dari Remote Keyless Entry (RKE) serta Remote Keyless Ignition (RKI).
RKE berfungsi untuk mengunci atau membuka pintu mobil dari jarak jauh tanpa harus menggunakan kunci.
Sedangkan RKI memungkinkan pemilik mobil menghidupkan mesin dari jarak jauh tanpa harus masuk ke dalam mobil.
Sistem ini mungkin terdiri dari sebuah kunci elektronik atau kunci konvensional dengan pegangan kunci elektronik.
Keyless entry system bekerja dengan bantuan gelombang radio pada frekuensi tertentu.
Frekuensi yang digunakan di Amerika Utara adalah 315 MHz, sedangkan di Eropa adalah 433,92 MHz.
Terdapat beberapa tombol pada kunci elektronik yang berfungsi untuk mengunci dan membuka pintu, membuka bagasi, membuka jendela, mengaktifkan atau menonaktifkan alarm mobil, dan menyalakan mesin dari jarah jauh.
Ketika pengemudi mengoperasikan keyless entry system, mobil memberi tanda bahwa sistem berfungsi dengan mengeluarkan suara tertentu, menyalanya indikator, atau indikasi lainnya.
Rentang atau jarak operasi bervariasi dari satu pabrikan ke lainnya.
Sebagai contoh, Ford biasanya menetapkan kisaran 20 m untuk Eropa dan Amerika Utara, serta 5 m untuk negara-negara yang membatasi daya yang ditransmisikan.
Selain keyless entry system, terdapat pula apa yang disebut ‘advanced key system”.
Dalam sistem ini, pemilik mobil tidak harus menekan tombol pada kunci untuk mengaktifkan sistem.
Sebaliknya, sistem di mobil secara otomatis mengenali saat kunci elektronik dibawa oleh pemilik mendekati mobil dan segera melakukan aksi yang diperlukan.
Penggunaan Remote Keyless Entry System
Terdapat banyak keuntungan menggunakan sistem ini. Karena mampu membuka pintu dari jarak jauh, fitur ini akan berguna saat Anda keluar dari toko dengan banyak barang bawaan.
Keyless entry system juga berguna membuka pintu secara cepat saat pemilik merasa ada ancaman saat berada di luar mobil.
Sistem ini juga membantu saat cuaca panas atau dingin yang ekstrim. Pada cuaca dingin, Anda dapat menyalakan mesin terlebih dahulu selama beberapa menit agar pemanas bekerja menghangatkan mobil.
Saat cuaca panas, Anda dapat menghidupkan mesin dan membiarkan AC mendinginkan interior sebelum masuk ke mobil.
Harga keyless entry system berbeda untuk setiap mereknya dengan jenis paket dan fungsi yang berbeda pula