Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2016

BA (Brake Assist)


Sistem ini membantu daya pengereman pengemudi dalam keadaan darurat dengan menaikkan daya pengereman. Walaupun ABS memaksimalkan efektivitas rem-rem saat pedal ditekan penuh, ABS mungkin tidak dapat bekerja bila jumlah usaha pedal kecil 
Sistem bantu rem bekerja saat pengemudi membutuhkan daya pengeraman yang besar, seperti saat pengereman darurat, pengendaraan menuruni bukit, atau saat pengendaraan penuh dengan penumpang atau barang. Saat komputer menentukan kondisi pengereman darurat, ia mengatur tekanan hidrolik guna membantu daya pengereman. Komputer menentukan apakah daya pengereman yang kuat dibutuhkan dengan cara mengukur kecepatan penerapan pedal rem atau jumlah kenaikan tekanan master cylinder rem

Global Outstanding Assessment


GOA menjamin keselamatan terhadap efek benturan yang dirancang oleh Toyota untuk berbagai macam bentuk kecelakaan. Terdiri dari bodi penyerap energi tingkat tinggi dan kabin dengan kekuatan yang tinggi. 

Zona-zona bodi depan dan belakang yang dapat rusak terdiri dari berbagai macam area dengan tingkat kekakuan yang tinggi, yang secara efektif menyerap dan menghilangkan benturan. Oleh karena itu, bodi penyerap benturan ini meminimalkan perubahan bentuk kabin

Selasa, 15 Maret 2016

Toyota Fortuner dan Innova Raup 5-Bintang ASEAN NCAP

Toyota Fortuner dan Innova Raup 5-Bintang ASEAN NCAP

KAJANG - Toyota Fortuner dan Innova terbukti aman dalam uji tabrak ASEAN New Car Assessment Program (ASEAN NCAP) baru-baru ini.
ASEAN NCAP telah mengumumkan kedua mobil keluarga andalan Toyota yang telah dilengkapi Electronic Stability Control (ESC) ini mendapat rating lima bintang dalam tes Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP).
Toyota Innova berhasil mendapat skor 14,10 dalam tes AOP dan mendapat lima bintang. Namun, sesuai peraturan ASEAN NCAP, hanya kendaraan yang dilengkapi dengan ESC yang berhak menerima nilai maksimum. Sementara varian tanpa ESC mendapatkan skor lebih rendah yaitu empat bintang.
Untuk tes Penghuni Perlindungan Anak (COP), Innova berhasil memberikan 76% perlindungan, dengan persentase yang cukup untuk kendaraan dengan rating empat bintang empat. Innova dirakit di Indonesia ini juga dilengkapi dengan ISOFIX sebagai fitur standar untuk kursi anak-anak.
Di samping itu Fortuner dinilai tapi tidak secara uji fisik. ASEAN NCAP menjelaskan bahwa "bukti teknis Toyota Fortuner memiliki perlindungan penumpang yang sama dengan Hilux". SUV tujuh penumpang itu memang didasarkan pada pick-up Hilux.
Hal demikian menyebabkan Fortuner dibebaskan dari tes kecelakaan yang sebenarnya. Sebab Hilux telah mendapat skor 14,53 untuk uji tabrak AOP, artinya cukup baik untuk rating lima bintang atau Fortuner berhasil memberikan 76% perlindungan.

Selasa, 23 Februari 2016

Hasil Uji Tabrak, Seberapa Safe All New Toyota Fortuner?

New Car Assesment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP) menguji tabrak all new Fortuner, apa hasilnya?

New Car Assesment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP) merilis hasil tes uji tabrak terbaru terkait sejumlah model yang dipasarkan di kawasan tersebut. 

Dari sekian model, all new Toyota Fortuner yang debut 22 Januari lalu termasuk. Lalu, seberapa safe SUV tujuh penumpang itu dalam memberikan perlindungan kepada penumpang? 

Ada dua aspek yang diuji, yakni sejauh mana perlindungan terhadap penumpang dewasa atau adult occupant protection(AOP) dan perlindungan penumpang anak-anak atau child occupant protection (COP). 

Hasilnya, all new Toyota Fortuner mendapat skor 14.53/16.00. Unit yang dites adalah yang memiliki fitur elecronic stability control (ESC) dan tidak. Tentu saja ada hasil yang berbeda, Fortuner yang punya fitur ESC dapat 5 bintang sedangkan yang non-ESC 4 bintang.


Untuk hasil COP, all new Fortuner yang hadir dengan mesin Diesel baru itu mendapatkan skor 71 persen dengan 4 bintang.  Demikian melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com

Dasar pengujian 

ASEAN NCAP merupakan sebuah lembaga yang beroperasi di bawah Malaysian Institute of Road Safety Research (MIRA) dan Global New Car Assesment Program (Global NCAP). Lembaga ini muncul setelah MIRA dan Global NCAP meneken nota kesepakatan bersama (MoU) pada FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) Foundation Annual General Assembly di New Delhi, India pada 7 Desember 2011.

Dalam setiap tes yang dilakukan, ASEAN NCAP menggunakan penilaian terhadap dua aspek; Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP) dan Perlindungan Penumpang Anak (COP). Side Impact Test juga jadi dasar penilaian. 

Untuk mengetahui peringkat AOP, ASEAN NCAP melakukan simulasi frontal offset crash test. Kendaraan melaju pada kecepatan 64 km/jam dan menabrak keoffset deformable barrier (ODB). Duadummi dewasa (Hybrid III 50th persentil) diletakkan pada kursi pengemudi dan penumpang depan.

Sejumlah sensor turut ditanamkan pada dummi untuk mendapatkan informasi potensi cedera saat tabrakan.

Sementara untuk COP, dua dummi anak-anak dirancang untuk mewakili penumpang berusia tiga tahun dan 18 bulan duduk di car seat pada baris kedua.

Selain offset frontal crash test, ASEAN NCAP sejak 2015 juga menerapkan side impact test (UN 95). Pada tahap ini, mobil dihantam moving deformable barrier(MDB) berkecepatan 50 km/jam dari samping.

Jumat, 19 Februari 2016

Tips defensive driving

Tips defensive drivingPada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian devensive driving. Devensive driving yaitu sebagai suatu keterampilan dan perilaku dalam mengemudikan kendaraan yang memungkinkan Anda dapat menghindari terhadap kemungkinan tabrakan yang disebabkan oleh perilaku pengemudi lain yang membahayakan. Dengan selalu melatih ketrampilan saat mengemudi, akan meminimalkan resiko yang tidak diinginkan, meningkatkan keamanan dalam mengemudi, sehingga aktifitas mengemudi menjadi hal yang menyenangkan dalam menunjang aktifitas sehari-hari.
Berikut ini adalah beberapa tips devensive driving :
1. Safety first
Pastikan sebelum berkendara, Anda melindungi diri dengan fitur safety yang terdapat di dalam kendaraan. Fitur safety ini dapat meminimalkan cidera apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dijalan. Contoh fitur safety adalah menggunakan safety belt, selalu mengunci pintu memastikan rem dalam kondisi baik dll.
2. Jaga kecepatan 
Selalu biasakan ketika mengemudi mengkuti arus jalan raya. Hindari mengemudi terlalu agresif dan memaksa selalu menyalip kendaraan didepan. Kecepatan yang lebih tinggi membuat pengendalian kendaraan menjadi jauh lebih sulit jika ada situasi yang tidak diduga. Ini dapat memicu terjadinya kecelakaan. Mengemudi terlalu lambat di jalur cepat juga dapat membahayakan. Jika ingin menyalip kendaraan didepan, pastikan kondisi sekitar aman. Pastikan juga jalur yang Anda lalui juga tepat, semisal saat kecepatan rendah, maka sebaiknya ambil jalur kiri.
3. Tetap fokus
Aktifitas mengemudi membutuhkan konsentrasi yang tinggi, tetapi tetap rilex. Selalu gunakan kedua tangan untuk memegang roda kemudi, setelah memindah posisi gigi. Dengan cara ini, Anda tetap mempunyai respon yang cepat dan kontrol sepenuhnya terhadap pengemudian.
4. Pantau kondisi sekitar
Pada saat mengemudi, pastikan Anda selalu memantau kondisi sekitar dengan melihat melalui kaca spion luar ( outside mirror) dan kaca spion dalam (inner mirror). Dengan cara ini Anda dapat mengetahui kondisi sekitar kendaraan akan hadirnya kendaraan lain dari sisi kiri, kanan dan dari arah belakang.
Tips defensive driving5. Hindari mengemudi dalam keadaan lelah dan mengantuk
Jangan memaksakan mengemudi dalam keadaan lelah dan mengantuk. Hal ini dapat memicu terjadinya kecelakaan. Jika dirasa Anda cukup lelah setelah sekian jam mengemudi, sebaiknya cari tempat untuk istrirahat sejenak. Anda dapat melanjutkan kembali aktifitas mengemudi setelah dirasa tenaga dan konsentrasi sudah pulih kembali seperti semula.
6. Jaga jarak aman
Gunakan aturan 2 detik. Maksudnya adalah Anda membuat jarak aman dengan kendaraan di depan dengan waktu reaksi 2 detik. Dengan 2 detik ini, Anda dapat cukup untuk bereaksi mengerem, berpindah jalur dan sebagainya, seandainya mobil di depan tiba-tiba memperlambat kecepatan atau berhenti. Aturan ini hanya berlalu untuk lalu lintas normal dan cuaca yang baik. Ketika kondisi jalan basah, cuaca berkabut , hujan dan sebagainya, jarak 2 detik bukan jarak yang aman. Oleh karena itu Anda harus meningkatkan jarak dengan kendaraan di depan.
7. Pastikan mobil Anda terlihat
Salah satu pemicu terjadinya kecelakaan adalah tidak dikenalinya kehadiran mobil lain, atau aktifitas mobil lain. Selalu gunakan berbagai sistem yang tersedia agar kehadiran mobil Anda dikenali oleh pengemudi lain. Semisal, nyalakan lampu sein saat akan berbelok, nyalakan lampu kepala, saat kondisinya malam hari, atau jika kondisi cuaca sedang hujan dll. Yang tidak kalah penting adalah memastikan system tersebut berfungsi dengan normal. Satu hal lagi agar mobil Anda terlihat adalah dengan mewaspadai area blind spot bagi pengemudi lain. Tempatkan mobil Anda pada area yang dapat terlihat oleh pengemudi di depan Anda.
8. Hindari gangguan saat mengemudi
Aktifitas mengemudi membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Untuk itu penting menghindari berbagai aktifitas yang dapat mengganggu konsentrasi dalam mengemudi. Aktifitas tersebut meliputi mengoperasikan handphone, menelepon, menggunakan make up, dan sebagainya.
9. Jangan terpancing emosi
Terkadang saat di jalan raya, Anda menemui kondisi dimana ada pengemudi lain yang ceroboh dan membahayakan orang lain. Jika menemukan keadaan seperti ini, tetap waspada, jaga jarak, dan yang terpenting adalah jangan terpancing emosi. Karena jika Anda terpancing emosi, akan membawa pada kondisi yang membahayakan diri sendiri.
10. Kenali tanda-tanda peraturan lalulintas
Di jalan raya banyak sekali rambu-rambu lalu lintas. Untuk itu sebagai pengemudi harus memahami arti tanda tersebut dan mentaatinya. Saat melewati rute yang belum pernah dilalui, tanda peraturan lalu lintas membantu dalam memahami kondisi jalan yang dilalui.
Beberapa hal tersebut diatas adalah tips defensive driving. Dengan selalu membiasakan mengemudi yang baik, akan membuat perjalanan Anda menjadi lebih aman dan menyenangkan. Semoga bermanfaat!

Fitur safety driving

safety drivingMobil yang dikeluarkan pabrikan saat ini sudah dilengkapi dengan fitur safety driving. Fitur safety driving ini menjadi perlengkapan wajib untuk melindungi seluruh penumpang. Fitur ini selain dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dijalan seperti kecelakaan, juga dapat mengurangi cidera penumpang apabila kecelakaan tidak dapat dihindari. Untuk itu, mengetahui fitur, fungsi dan cara menggunakan dengan benar adalah sangat penting. Berikut ini adalah fitur safety driving yang tersedia di mobil :
1. Safety belt (sabuk keselamatan)
Safety belt berfungsi untuk menahan posisi duduk pengemudi dan penumpang selalu pada kursi mobil. Safety belt yang banyak digunakan adalah dengan model 3 titik. Ketika terjadi tabrakan dari arah depan, gaya perlambatan/benturan akan menyebabkan penumpang terlempar ke depan. Safety belt menahan tubuh agar selalu pada posisinya, sehingga mencegah tubuh membentur roda kemudi, serta dashboard.
2. Head rest
Head rest berfungsi untuk sandaran dan menopang leher serta kepala pengemudi. Posisi pemasangan yang disarankan adalah tegak dan sejalar dengan tinggi kepala. Ketika mobil di tabrak dari belakang, maka kepala akan terdorong ke belakang. Head rest menahan leher dan kepala sehingga potensi cidera pada leher dan kepala dapat dikurangi.
3. Inner view mirror dan outside mirror
Kedua jenis mirror ini berfungsi untuk menambah visibilitas pengemudi. Outside mirror untuk visibilitas pada samping kiri dan kanan mobil, sedangkan inner view mirror, terletak di atas kaca depan mobil untuk meningkatkan visibilitas objek yang ada dibelakang mobil. Dengan fitur ini, pengemudi dapat mengetahui keberadaan mobil lain di sekitar kendaraan tersebut.
4. Sistem rem
Sistem rem berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Mengingat bahwa rem system rem berperan penting dalam keselamatan, maka perlu untuk memastikan bahwa rem dapat berfungsi dengan baik. Segera lakukan perbaikan jika dirasa ada masalah pada system rem.
5. SRS (supplemental restraint system) Airbag
Airbag atau kantong udara merupakan peralatan tambahan yang dipasangkan pada kendaraan untuk mengurangi cidera penumpang. Saat terjadi tabrakan frontal, kantong airbag akan mengembang dan menahan kepala serta tubuh pengemudi pada tempatnya. Dengan cara ini dapat mengurangi potensi cidera pengemudi dan penumpang depan. Ada beberapa jenis airbag seperti airbag depan (sisi pengemudi dan sisi penumpang depan), airbag samping (side air bag) dan airbag tirai (curtain shield airbag). Pada beberapa model, kerja airbag disingkronkan dengan kerja safety belt, untuk meningkatkan keselamatan
safety driving6. Struktur body kendaraan
Pada beberapa bagian di kendaraan dilengkapi dengan mekanisme penyerap benturan. Mekanisme ini terletak pada bagian depan( area grill), bemper belakang, dan area samping kendaraan. Ketika terjadi tabrakan dari depan, samping atau belakang kendaraan, energi benturan akan diserap oleh mekanisme tersebut dengan cara merubah bentuk menjadi seakan terlipat. Dengan cara ini energi benturan dikurangi. Meskipun bagian yang terkena tabrakan hancur, tetapi karena bagian kabin telah diperkuat, maka penumpang maupun pengemudi akan aman didalam kabin kendaraan.
7. Kaca berjenis tempered atau laminated
Kaca pada kendaraan berfungsi meningkatkan visibilitas pengemudi menjadi lebih baik, mampu melindungi penumpang di dalamnya, serta aman saat kaca tersebut pecah semisal karena kecelakaan. Jenis kaca yang sering digunakan adalah kaca tempered dan kaca laminated. Kaca tempered mempunyai karakter lebih keras dari kaca biasa, dan ketika kaca ini pecah, akan terbentuk pecahan-pecahan kecil yang aman bagi penumpang. Sedang kaca laminated, pada bagian tengahnya dilengkapi lapisan kaca film, yang berfungsi menahan serpihan kaca pada saat pecah.
8. Sistem ABS (anti lock brake system)
Sistem ini dipasangkan pada rem modern untuk mencegah roda-roda menjadi terkunci saat dilakukan pengereman secara tiba-tiba.Sistem ABS mempertahankan roda tetap menggelinding di permukaan aspal saat tenaga pengereman besar. Dengan cara ini, ban tidak selip, sehingga mobil dapat dikendalikan dengan baik.
Beberapa hal diatas adalah fitur safety driving yang tersedia pada mobil. Ada kemungkinan pada beberapa jenis mobil mempunyai fitur safety driving yang lebih banyak atau lebih sedikit. Pastikan Anda selalu memanfaatkan fitur tersebut untuk meningkatkan keselamatan di perjalanan Anda. Semoga bermanfaat!

Pentingnya safety belt dan airbag

aat ini hampir setiap mobil dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan. Fitur keselamatan dapat dibagi menjadi 2 hal, yaitu fitur keselamatan aktif dan fitur keselamatan pasif. Fitur keselamatan aktif adalah fitur keselamatan yang dapat mencegah sebelum terjadi kecelakaan, sedang fitur keselamatan pasif akan melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Salah satu fitur keselamatan pasif yang terdapat dalam mobil adalah safety belt dan SRS airbag atau biasa disebut dengan airbag / kantong udara.
SRS airbag merupakan kepanjangan dari supplemental restrain system airbag yaitu sebuah fitur keselamatan berupa sebuah kantong udara yang apabila sedang aktif akan meledak dan terisi dengan gas nitrogen. Dengan ledakan gas tersebut akan menyebabkan kantong udara menggelembung dengan cepat untuk melindungi pengemudi dan penumpang depan. Seperti namanya supplemental, fitur ini merupakan tambahan pengaman bagi pengemudi, selain safety belt. Artinya adalah pengemudi tetap wajib menggunakan safety belt saat berkendara, dan air bag sebagai pelindung tambahan untuk mengurangi cidera pengemudi/ penumpang.
Pada saat mobil berjalan pada kecepatan tertentu, semisal pada kecepatan 50 km/jam, maka kecepatan penumpang didalamnya juga sama dengan kecepatan kendaraan. Jika mobil tersebut tiba-tiba menabrak benda diam dari arah depan secara langsung semisal tembok, maka dibutuhkan waktu 0,1 detik untuk berhenti sempurna. Pada saat terjadi tabrakan tersebut, bemper dan bagian depan kendaraan akan berubah bentuk untuk menyerap energi benturan kemudian akan berhenti. Akan tetapi gaya inertia masih bekerja pada area kabin dan pengemudi/ penumpang didalamnya. Jika pada kondisi ini safety belt tidak digunakan atau terpasang sempurna, maka pengemudi akan terdorong ke depan dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan kendaraan tersebut (50 km/jam). Dengan kecepatan ini, pengemudi akan terlempar kedepan dan membentur roda kemudi / kaca depan, dan mengakibatkan cidera pada kepala dan leher yang cukup parah.
Berbeda ceritanya jika pada kondisi ini pengemudi menggunakan safety belt dan terpasang dengan sempurna. Tubuh pengemudi akan tertahan oleh safety belt pada posisinya di tempat duduk. Jika benturan tersebut mengakibatkan airbag mengembang, maka kantong udara akan menahan kepala pengemudi untuk bergerak ke depan, sehingga meminimalkan terjadinya cidera pada kepala dan leher.
Mengingat pentingnya kedua komponen tersebut terhadap keselamatan pengguna, maka sebaiknya selalu gunakan safety belt setiap mengendarai mobil. Bahkan pada beberapa mobil dilengkapi dengan lampu indikator peringatan safety belt dan bunyi buzzer untuk mengingatkan agar pengguna menggunakan perlengkapan tersebut saat mengemudi. Selamat menikmati setiap perjalanan Anda dengan aman. Semoga bermanfaat!