Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2016

Head Unit Android VS Mirror Link, Mana Pilihan anda?


MirrorLink dan sistem operasi Android pada Head Unit (HU) sama-sama mampu mengakomodir ketergantungan pada gadget. Mana pilihan anda?

Sony sudah melengkapi beberapa line up produk barunya dengan fasilitas MirrorLink

Perilaku masyarakat modern yang semakin tergantung dengan gadget, langsung ditangkap oleh industri audio mobil. Mereka berlomba-lomba mengeluarkan produk dengan koneksi nirkabel, dari yang paling sederhana seperti Bluetooth dan WiFi.

Dan yang terbaru adalah memindahlan tampilan di layar ponsel dan tablet, ke dalam monitor HU. Teknologi ini bernama MirrorLink.

Tapi, belum lama fitur ini keluar, sudah muncul perlawanan kuat dari HU yang mempunyai sistem operasi Android.

Tentu, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Sebelum memutuskan untuk beli, yuk kupas dulu.

MirrorLink


Teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel pintar berbasis Android, iOS, atau Symbian untuk terhubung pada HU. Menggunakan teknologi internet standar untuk bisa terkoneksi di berbagai perangkat komputer. Gampangnya, untuk bisa terhubung dengan ponsel, menggunakan teknologi yang umum digunakan pada HU seperti Infrared, Bluetooth serta USB, termasuk WiFi .

Pioneer tak ketinggalan masuk ke pasar HU MirrorLink
Keunggulan fitur MirrorLink salah satunya fasilitas Virtual Network Computing (VNC) yang meniru tampilan pada smartphone. Mulai navigasi, Waze, video, musik dan banyak lagi.

Beberapa merek ternama yang sudah menanamkan fasilitas MirrorLink di produknya. Salah satunya, PT Gemasuara Adhitama selaku pemegang merek Pioneer di Indonesia dengan AVH-X2600BT.

Selain Pioneer, Berkat Audio Perkasa Jaya (BAPJ) selaku importir merek Sony juga mengeluarkan beberapa varian HU dilengkapi fasilitas cerdas ini. Salah satunya tipe XAV-742.

“Kebutuhan mengunakan gadget berlanjut di mobil. Khususnya berhubungan dengan sistem navigasi atau melihat film bahkan menelpon. Nah, fitur MirrorLink adalah jawaban akan kebutuhan masyarakat modern ini,” tegas Wira Sutedja, Head of Sales BAPJ.

Selain dua merek tersebut, Alpine pun masuk ke bursa HU MirrorLink ini dengan beberapa line up seperti Alpine ICS-X8 yang bisa terkoneksi dengan sistem Symbian milik Nokia. Pendek kata, semua brand besar sudah melihat MirrorLink sebagai jawaban kebutuhan.

Modul MirrorLink

Sebagian besar, HU yang dilengkapi fitur MirrorLink ini masih menjadi HU aftermarket. Artinya belum ada yang masuk ke APM sebagai original equipment alias perangkat standar mobil. Hal ini pun dianggap peluang oleh industri audio.

Para pemilik mobil yang ogah mengganti HU standar mobil dengan aftermarket, tapi tetap menginginkan fitur MirrorLink tak perlu berkecil hati. Beberapa merek sudah menjual modul MirrorLink secara terpisah. Salah satunya Kramat Motor, pemilik brand LM Audio, Knav, M Tech dan Mohawk ini.

Modul MirrorLink bisa dibeli terpisah sebagai optional
“Saat ini HU standar pabrik sudah bagus. Kadang orang sayang dan kesulitan untuk ganti baru. Makanya, Kami tidak mau terjebak dalam persaingan di sektor HU, tapi pada part penunjangnya. Salah satuya MirrorLink,” tegas Ayong Jeo, Direktur PT. Kramat Motor.

Dengan modul ini, tak perlu lagi ganti HU. Karena sistemnya sudah cocok untuk semua jenis HU monitor yang dilengkapi infrared atau remote control. “Asal ada infrared atau remote control, fitur MirrorLink yang kami bikin sudah bisa dijalankan,”  tambah Ayong.

Tak hanya Kramat Motor, bagi maniak merek branded, bisa memboyong modul MirrorLink yang dikeluarkan oleh Pioneer.

Salah satu kelemahan fitur ini hanyalah pada software di ponsel. Beberapa MirrorLink seperti milik Pioneer atau Sony, hanya bisa terkoneksi Android dengan operating system versi seminim-minimnya Gingerbread.

Sedangkan untuk ponsel iOS, cocok untuk pengguna iPhone 5, 5s dan 5c. Jadi, bila spek ponsel anda di bawah itu, siap-siap tak bisa terkoneksi.

Tapi, kelebihannya adalah tak perlu melakukan update software pada HU. Karena, HU difungsikan hanya sebagai layar. Sehingga, software di-update melalui ponsel. Enggak ribet.

Di pasaran, HU fitur MirrorLink dilepas dengan harga mulai Rp 2,5 jutaan, sedangkan modul MirrorLink dipasarkan mulai Rp 1 jutaan.

HU Android

Pesaing terdekatnya adalah HU dengan sistem operasi Android. Artinya, apa yang didapat pada ponsel Android, juga terdapat di HU. Mulai aplikasi Playstore, navigasi Waze, Sygic, bahkan berselancar dengan internet.

HU Android masih terkendala harga yang tinggi 

Serunya, beberapa Agen Pemegang Merek sudah mengadopsi HU Andorid nih. Seperti Proton Suprima S dan All New Toyota Vios. Selain itu, produk aftermarket pun sudah menyerbu pasar ini. 

Kekurangan dari HU sistem Android ini adalah koneksi yang terbatas pada ponsel yang mempuyai sistem iOS atau Symbian. Selain itu, proses update software pada HU agak susah.

“Karena harus dilakukan pada dealer resmi yang sudah ditunjuk. Tak bisa melakuka update sendiri di rumah seperti update software handphone,” Tegas Awi, pemilik AW Audio yang buka gerai di BSD Auto Part. 

Padahal, sistem robot ijo terkenal kerap melakukan update software. Bila software out of date, maka sistem pasti akan terganggu. Selain itu, harga juga jadi kendala. HU Android masih dijual dengan harga mulai Rp 5 jutaan. 

Jadi, apa pihan anda

Begini Jadinya Kalau Toyota Modifikasi Yaris dan Agya

Begini Jadinya Kalau Toyota Modifikasi Yaris dan Agya

Ya, untuk memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada pelanggan, PT Toyota-Astra Motor terus menginspirasi pelanggan melalui desain dress-up dengan mengusung tema “Beyond Creativity” pada Yaris Heykers, Yaris Legian, dan Agya Kojo yang ditampilkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 yang berlangsung pada 20—30 Agustus 2015, di Serpong, Banten.
Berbasis desain sporty melalui Yaris Heyker dan Yaris Legian, team desain TAM memperkuat karakter mobil kompak tersebut sehingga menawarkan kepuasan lebih tinggi kepada pemiliknya. 
Begitu pula dengan Agya yang didesain lebih sporty dan lincah melalui Agya Kojo.
Yaris Heykers sebagai kendaraan yang mewakili selera kaum muda yang gemar berpetualang di kawasan perkotaan. 
Penampilan Heykers menunjukkan bagaimana fleksibilitas desain Yaris menantang pemiliknya untuk berkreasi menampilkan karakter diri mereka pada mobil kesayangannya, baik melalui pewarnaan pada ekterior maupun modifikasi pada bumper, serta menantang para pemilik Yaris untuk berkreasi menghiasi mobil mereka. 
Pada Yaris Heykers, untuk memperkuat kesan sporty, team desain TAM mengganti shock absorber dengan Alloy Wheel 17 inchi dari TRD Indonesia dan ban menggunakan Champiro Winter Pro 205/50 R17 dari GT Radial. Ini membuat karakter penampilan Heykers lebih kuat dengan nuansa adventure.
Begitu juga dengan Yaris Legian, tanpa meninggalkan karakter sporty,  team desain TAM menampilkan mobil ini menjadi lebih elegan dengan warna menarik, yaitu warna kuning markisa. 
Kemudian, dengan membuka rangka atap Yaris yang asli, mobil ini tampil lebih ekslusif. Mengunakan nama salah satu pantai terindah di Indonesia, warna Yaris Legian mampu tampil dengan kehangatan bagi orang yang melihatnya.
Dua desain dress-up ini sengaja ditampilkan untuk memberi inspirasi kepada pemilik Yaris untuk meningkatkan kepuasannya dengan mengubah penampilan mobil ini sesuai dengan yang mereka inginkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa satu salah konsep dasar desain Toyota adalah untuk memudahkan pelanggan, termasuk dalam modifikasi sesuai dengan keinginan mereka, guna mencapai kepuasan yang lebih tinggi. Melalui modifikasi mobil Toyota, kami mengajak pelanggan menembus batas harapan atau beyond expection,” kata Rouli Sijabat, PR Manager TAM.
Penampilan Yaris Heykers dan Yaris Legian pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelanggan Toyota, termasuk para pemilik kendaraan yang ingin mengikuti kontes desain melalui Yaris Show Off.
Sama halnya pada Yaris, keunggulan desain Toyota juga terlihat pada Agya Kojo atau dalam Bahasa Sunda berarti “andalan” atau “jagoan”. Team desain TAM telah mengubah penampilan mobil segmen low cost green car (LCGC) tersebut menjadi lebih menarik, meninggalkan kesan sebagai mobil murah.
Desain Agya Kojo akan membawa image keceriaan kepada pemiliknya. Kombinasi warna burung kenari dan abu-abu gelap atau dark grey pada bodi Agya, serta mengganti velg dengan alloy ukuran 15 inchi, front fog lamp dengan ukuran lebih besar, serta penambahan roof ornament, team desain TAM telah mengubah AGYA menjadi mobil yang menampilkan citra melebihi kelasnya di segmen LCGC.
Baik Yaris Heykers, Yaris Legian, maupun AGYA Kojo merupakan show car generasi ke-empat yang di desain oleh team desain TAM. Mobil ini khusus ditampilkan untuk menunjukkan kepada pelanggan bahwa mobil seperti Toyota pun mampu menantang kreativitas pemiliknya untuk mencapai kepuasan yang lebih tinggi dengan berbagai cara atau ide.
“Inilah semangat dan apresiasi kami, mengajak pelanggan untuk mendapat kepuasan yang lebih tinggi dari mobil Toyota. Sekaligus kami ingin menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia di sektor otomotif, termasuk di TAM, mempunyai kreativitas desain yang tidak kalah dengan negara lain,” ucap Rouli

Rabu, 20 Januari 2016

Hot! Evolusi Nuansa Luxury Toyota Alphard Hercule!


Toyota Auto Body, salah satu pabrikanToyota yang khusus menggarap mobil-mobil SUV, minivan dan kendaraan komersil, baru saja merampungkan sebuah proyek menarik yang debut perdananya berlangsung di Tokyo Motor Show 2015.
Mengevolusikan makna luxury di fisikAlphard, Toyota Auto Body menyulap sosok konsep MPV premium bernamaAlphard Hercule tersebut dalam tubuh baru yang telah ditanami beragam imbuhan eksklusif, mewah serta style mencolok lain dari yang lain.
Cita rasa kemewahan diimbuhi nuansa 'freedom and openness' tertanam apik lewat pemasangan grille unik berukuran masif plus retractable soft top yang bisa dibuka untuk menambah kesan eksklusif mobil yang mengambil nama sang putra Zeus dalam legenda Yunani, Hercules. 
Berdimensi panjang 5.265mm, lebar 1.850mm dan tinggi 1.960mm dengan konfigurasi 5-seater, suasana kehidupan marine dibalurkan ke eksterior oleh lumuran azure graphic ala ombak laut tertera di sekujur tubuh konsep Alphard ini.
Tema marine juga merasuk hingga bagian interior, terlihat dari dominasi warna putih mengesankan si pengemudi bersama penumpang tengah plesir di dalam kapal pesiar nan mewah. Kabin pun ditata sedemikian rupa dengan lounge sofafold-away low table tak ketinggalan panel lantai unik bergaya ala hardwood flooring.