Tampilkan postingan dengan label Sistem Suspensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Suspensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Tips dan Trik Memperbaiki Ball Joint dan Tie rod Yang Rusak –

Cara memperbaiki ball joint dan tie rod yang sudah mengalami kerusakan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Ball joint dan tie rod ialah bagian dari komponen kemudi yang berada di kendaraan roda empat ya.. sebut saja mobil. Dengan seiringnya bertambahnya usia pemakaian kandaraan dan sering melewati jalan yang bergelombang dan rusak, komponen tersebut akan mengalami kerusakan.
Ciri – ciri komponen tersebut sudah mengalami kerusakan yaitu goyang atau longgar akibat bantalan di dalam joint sudah mengalami keausan. Jadi jika mobil anda menginjak jalanan yang bergelombang atau pun jalanan yang sudah rusak maka akan terdengar bunyi dan jika setir kemudi di golang – goyang, maka akan terasa free ply atau jarak bebas terlalu panjang, dan terlihat tie rod akan goyang. Untuk komponen ball joint, kalau roda di angkat dengan menggunakan dongkrak dan di goyang – goyang atas bawah, maka akan terasa roda kemudi bergoyang.
Tips dan Trik Memperbaiki Ball Joint dan Tie rod Yang Rusak
Nah, kita kembali lagi ke pembahasan kita yakni cara memperbaiki ball joint dan tie rod. Ternyata cara untuk memperbaikinya yaitu anda harus membongkar dan mengganti komponen tersebut dengan yang baru. Namun jika anda mengalami kesulitan dalam memperbaikinya, anda bisa lihat cara memperbaiki ball joint dan tie rod yang rusak di bawah ini.
Langkah pertama yaitu, buka tie rod dan ball joint
Cara untuk membuka ball joint dan tie rod yakni dengan melepas pin pengaman mur, kendorkan dan setelah itu buka mur tersebut. Setelah itu buka joint dengan emnggunakan kunci khusus untuk membuka tie rod, atau anda juga bisa memukul mukul dudukan dengan menggunakan palu.
Langkah kedua yaitu, pukul sampe seret
Nah, jika anda sudah berhasil melepasnya, lalu buka karet boot nya dan ambil pipa dan masukkan joint lalu pukul dengan menggunakan palu hingga seret dan ball joint atau tie rod tidak longgar lagi.
Langkah ketiga yaitu, pasang kembali dan sporing
Setelah selesai, pasang kembali ke kemudi dan jangan lupa berilah stemplet. Dan juga boot pasanglah kembali. Jika perlu kendaraan anda langsung di spooring dan balancing.
Itulah beberapa cara untuk memperbaiki ball joint dan tie rod yang sudah mengalami kerusakan. Semoga info di atas bermanfaat untuk anda yang membutuhkannya.

Senin, 04 April 2016

Tingkatkan Keamanan Berkendara Dengan Mengenali Grip Ban Mobil


Apakah Anda pernah merasa kebingungan ketika ingin membeli sebuah ban untuk mobil kesayangan?

Hal tersebut sangat mungkin terjadi ketika Anda belum mengerti aspek apa saja yang harus dipenuhi saat ingin membeli ban mobil baru. Jika tidak paham, maka Anda akan terpaku untuk membeli ban mobil dari merek terkenal saja tanpa mengetahui kualitas dan aspek apa saja yang harus dipenuhi ban tersebut. Refil Hidayat, seorang Marketing Manager for Passenger Car Segment di Indonesia menjelaskan jika syarat utama untuk memilih ban mobil harus dilihat dari grip ban tersebut. "Ban itu merupakan salah satu fitur keselamatan, jadi kita tidak boleh asal pilih ban untuk kendaraan. Hal pertama saat kita ingin memilih ban itu dilihat dari grip. Sebab walaupun ban tersebut merupakan ban dengan merk eropa, tapi harus disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia," ujarnya. Ia pun menegaskan jika konsumen harus memikirkan soal keamanan berkendara dengan ban yang terpilih ketika ingin membeli ban baru untuk kendaraan kesayangan mereka.

Grip ban inilah yang bisa menentukan keamanan dari ban tersebut. Bila ingin memilih ban mobil yang sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia, Refil pun mengungkapkan "Karena Indonesia merupakan negara tropis, sebaiknya konsumen memilih ban dengan grip yang memiliki jarak pengereman yang baik. Kemudian kualitas ban juga harus memiliki kemampuan maksimal baik dijalan yang kering ataupun basah," papar Refil. Jika aspek-aspek tersebut sudah ada pada sebuah ban, barulah Anda melihat aspek terakhir sebelum membelinya yakni aspek keawetan. Namun, yang terpenting adalah memilih ban mobil dengan aspek keamanan tertinggi. Misalnya saja ukuran yang sesuai dengan bobot atau kapasitas mobil.

Senin, 14 Maret 2016

Suspensi Baru Toyota Rush Mengerti Infrastruktur Indonesia


Suspensi Baru Toyota Rush Mengerti Infrastruktur Indonesia
JAKARTA (DP) – Line-up terbaru Toyota Rush, diklaim makin mumpuni melibas berbagai infrastruktur jalan di Indonesia yang dikenal beragam dan berat. Penyempurnaan di bagian suspensi menjadi kunci utama.
Memastikan pelanggannya tetap nyaman di semua jenis jalan, Toyota memercayakan sistem suspensi yang diklaim merupakan teknologi TRD Suspension, dan pemilihan velg alloy wheel yang juga berlabel TRD pada New Rush TRD Sportivo Ultimo.
Selain itu, penyetelan ground clearance di tingkat ideal, yakni 200 mm, chassis semi monocoque yang dipadukan dengan ladder chassis, dan sistem penggerak roda belakang, menjadi kolaborasi tepat guna.
“Rush terbaru ini kami sangat yakin bisa bersaing dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk SUV 7-penumpang,” terang Hendry Tanoto Vice President Director PT Toyota Astra Motor

Selasa, 08 Maret 2016

5 Bagian Suspensi yang Harus Diperhatikan 'Kesehatannya'

Suspensi memang susah untuk dilihat fisiknya, namun bukan berarti bisa ditinggal begitu saja. Berikut 5 bagiannya yang harus dirawat oleh sang pemilik mobil!

5 Bagian Suspensi yang Harus Diperhatikan 'Kesehatannya'

Suspensi atau yang diambil dari kata 'suspend', adalah satu perangkat yang berguna untuk mengurangi jumlah tekanan dan daya kejut dari medium yang dilewati oleh kendaraan bermotor. Dalam hal ini kendaraan roda empat. Suspensi dibentuk di antara body mobil dan roda kendaraan.

Suspensi merupakan penengah antara penumpang dengan medium jalan yang dilewati oleh mobil, supaya tidak terasa keras dan tetap mengutamakan keamanan dalam berkendara bagi penumpang di dalam kabin. Maka dari itu, bagian-bagian suspensi harus diperhatikan secara detail kondisinya.

Berikut ini adalah 5 bagian utama dari suspensi yang harus secara rutin diberi perhatian khusus. Tujuannya tidak lain adalah supaya kenyamanan dan keamanan dalam berkendara tidak terganggu. 

Pada bagian suspensi pertama yang ada di mobil dan harus diperhatikan adalah Upper Mounting Shock Absorber. Bagian ini merupakan pengikat shockbreaker ke dalam rangka mobil. Dan bagian ini jadi bagian pertama yang terkena imbas saat shockbreaker sudah mulai kehilangan elastisitasnya.
Saat mobil melewati medium jelek, katakanlah berbatu dan agak terjal kemudian didukung dengan shockbreaker yang lemah, maka upper-mounting akan mendapatkan 'damage' yang berkelanjutan. Semakin lemah shockbreaker, maka semakin besar daya kejut yang diterima Upper-Mounting, dan bisa saja sewaktu-waktu pecah.
image

Di bagian yang lain adaBushing Lower Arm. Saat kondisi shock breaker sudah mulai dirasa lemah oleh sang pengemudi, biasanya pada jangka waktu yang nyaris bersamaan akan membuat jarak jangkauan lower arm jadi mengayun lebih jauh dari sebelumnya.
Di saat ayunan arm sudah lebih jauh dari biasanya, maka yang akan diuji adalah keelastisitasannya. Dimana semakin arm 'digeber' untuk melakukan ayunan jauh, maka akan semakin berat kinerja arm. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, karet arm akan pecah lower arm akan tervibrasi dengan hebat.
image
Apabila getaran yang dihasilkan oleh akibat karet arm yang pecah, maka efek selanjutnya akan menimbulkan kerusakan pada bagianBushing Cross Member. Cross Member sendiri merupakan tempat dimana lower arm berada dan 'dirumahkan' di situ. Nyaris sama seperti Upper-Mounting, getaran yang berkelanjutan akan membuat Cross Member retak dan pecah.
image
Lebih jauh lagi, bagian yang harus terus diperhatikan kondisinya adalah Connecting Rod Stabilizer Shock Absorber. 'Rod' ini berfungsi sebagai penghubung antara shockbreaker dengan penstabil shockbreaker itu sendiri. Dan tugasnya adalah untuk lebih menstabilkan shockbreaker di kedua sisi mobil.

image
image
Shockbreaker yang sudah rusak akan memberikan kerugian lanjut pada Rod ini. Karena guncangan dan getaran yang hebat, nasib piranti ini bisa saja sama persis dengan beberapa peralatan yang sebelumnya sudah diterangkan. Karena arm mengayun dengan lebih lebar jaraknya, maka Rod inipun juga akan mengalami kerusakan karena swing di luar batas kewajaran.

Last, but not least, adalah ban mobil itu sendiri yang harus diperhatikan kesehatannya jika dirasa shockbreaker sudah mulai lemah performanya. Karena getaran dan gelombang yang dialami oleh mobil, maka ban akan terus-terusan tertekan dan ulirnya tergerus oleh jalanan.

image
image
Yang lebih parah adalah saat traksi sudah tidak seimbang, maka ban akan tertekan di sisi yang juga tidak merata. Bila dilanjutkan maka serat-serat ban akan membuat ban menjadi menggelembung. Di efek yang lebih jauh lagi bisa membuat ban robek.

Cara Praktis Mengetahui Kerusakan Kaki-Kaki Mobil

Cara mudah untuk mengetahui kerusakan pada komponen kaki-kaki. Perangkat yang Anda butuhkan hanyalah dongkrak dan kedua tangan.

Perjalanan jauh setelah mudik lebaran tentu sangat menyiksa kendaraan roda empat Anda. Tak jarang berbagai komponen mengalami penurunan performa, salah satunya kaki-kaki. 
Sebelum memeriksakan ke bengkel, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan sendiri. Terdapat cara mudah untuk mengetahui kerusakan pada komponen kaki-kaki. Perangkat yang Anda butuhkan hanyalah dongkrak dan kedua tangan.

- Pemeriksaan tie rod
Setelah roda terangkat, coba pegang bagian kiri dan kanan ban. Kemudian goyangkan dengan menekan dan menariknya. Apabila terdengar bunyi seperti besi beradu atau terasa longgar, ada kemungkinan tie rod Anda bermasalah.

- Pemeriksaan ball joint
Sama seperti tie rod, pengecekan dilakukan dengan menggoyangkan ban. Hanya saja posisi tangan kali ini berada di bagian atas dan bawah ban. Apabila terasa longgar, kemungkinan sudah waktunya ball joint Anda diganti.

- Pemeriksaan bearing
Untuk pengecekan bearing roda, Anda cukup memutar ban searah jarum jam. Lakukan sambil memegang per, apabila terasa getaran atau terdengar suara berderit, ada kemungkinan bearing sudah aus atau kering. 

- Pemeriksaan karet bushing arm
Seiring waktu karet bushing arm bisa menjadi getas atau tak fleksibel. Untuk memeriksanya, coba turunkan mobil dari dongkrak, kemudian tekan seolah mensimulasikan mobil sedang melewati jalan berlubang. Apabila terdengar suara berderit, dipastikan karet perlu diganti. 

- Pemeriksaan Shockbreaker
Hal paling mudah yaitu melihat apakah terdapat rembesan oli pada shockbreaker. Jika ada, Anda perlu mengganti atau melakukan perbaikan pada shockbreaker. Cara lain adalah dengan menekan mobil, shockbreaker rusak akan menyebabkan mobil bergoyang naik turun secara berlebihan. 

Senin, 15 Februari 2016

CARA DETEKSI KERUSAKAN SOKBREKER MOBIL



Karena berlokasi di kolong kendaraan, keberadaannya se­ring diabaikan. Sokbreker, adalah salah satu bagian penting dari sektor kaki-kaki mobil. Mengapa penting? Karena sokbreker menentukan seberapa besar nilai kenyamanan, kemampuan bermanuver dan keamanan sebuah kendaraan. Tanpa sokbreker yang baik, ketiga poin tadi tidak dapat Anda dapatkan.

“Perhatikan kondisi fi­sik dan rasakan banting­annya. Waspadalah, sokbreker yang rusak juga bisa sebabkan kecelakaan,” ujar Edy Widodo, Technical Advisor Nissan Kebon Jeruk. Berikut adalah tips mendeteksi kerusakan sokbreker, baik dari fisiknya ataupun ketika mobil sedang dikemudikan agar tidak mengejutkan Anda akibat telah merembet pada kerusakan komponen kaki-kaki yang lain.


Perhatikan Kondisi Fisik

Untuk mengetahui kondisi sokbreker dari fisiknya, lihat apakah ada rembesan oli di sekitar as dan tabung sokbreker. Jika Anda menemukan rembesan oli, bisa dipastikan kondisi sokbreker Anda sudah rusak. “Sebaiknya Anda tidak mereparasi sokbreker dengan cara di suntik atau ganti sil, karena tidak akan sebaik aslinya,” lanjut Edy.

Jika Anda melihat karet pelindung debu yang sudah sobek, segeralah ganti. Karena debu yang menyusup diantara as dan sil tabung sokbreker adalah penyebab utama kebocoran. Selain kondisi fisik sokbreker, kondisi fisik mobil juga bisa mengindikasikan adanya kerusakan sokbreker. Parkir mobil di tempat yang rata, jika mobil condong miring ke satu sisi, berarti sokbreker di sisi itu sudah lemah. “Jika hanya rusak satu sisi, sebaiknya ganti keduanya agar kondisinya benar-benar seimbang” sambung Edy.

Selain fisik sokbreker dan mobil, kondisi fisik ban mobil yang tergerus tidak rata atau bergelombang juga mengindikasikan sokbreker mulai lemah. Ban tergerus tidak rata ataupun bergelombang tadi, disebabkan karena traksi ke jalan yang diterima ban tidak kontinyu, dampak dari sokbreker yang sudah lemah.
Cek apakah ada rembesan oli atau dust cover sokbreker sobek?Cek kondisi sokbreker ketika servis berkala
Ketika Dikemudikan

Untuk mengetahui kerusakan sokbreker ketika dikemudikan, Anda dituntut untuk lebih sensitif dalam mengemudi. Berikut adalah indikator yang menunjukan jika sokbreker Anda sudah rusak.

1. Jika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi, kemudi mobil seperti terasa melayang dan sulit untuk dikendalikan.

2. Ketika Anda melintasi speed trap yang berupa beberapa gundukan berjajar, maka laju mobil akan goyang ke kanan dan kiri.


Perhatikan ayunan mobil ketika melewati speed bump
Manfaatkan Speed Bump

Speed bump pada hakikatnya berguna untuk memperingatkan pengemudi dan mengurangi laju kendaraan. Namun ternyata memiliki fungsi lain yaitu mendeteksi kerusakan sokbreker. Jika Anda hendak melewatinya, jangan hanya sebatas mengurangi kecepatan. Perhatikan juga bantingan sokbreker mobil Anda. Jika kondisi sokbreker masih baik, maka mobil hanya akan membanting satu kali. Satu kali adalah, mobil mengayun ke bawah satu kali, lalu kembali ke posisi semula. Jika sudah mulai rusak, bantingannya bisa lebih dari satu kali atau bahkan berkali-kali tergantung tingkat kerusakan. Untuk sokbreker belakang, sebaiknya Anda menanyakan testimoni dari penumpang belakang. Apakah terasa memantul berlebih ketika melewati jalan rusak dan ketika melewati speed bump? Jika iya, siapkan anggaran untuk menebus penggantinya.
Ada rembesan oli, pertanda sokbreker rusakSokbreker rusak memiliki rebound dan compress lemah
Faktor Penentu Umur Sokbreker
Banyak faktor yang menetukan umur sokbreker. Pertama bobot mobil, karena jika bobot mobil berlebih, kerja sokbreker akan semakin berat menahan ayunan kendaraan. Faktor kedua adalah kondisi fisik jalanan, jika Anda sering melintasi jalanan rusak atau berlubang, umur sokbreker akan lebih pendek. Karena semakin sering sokbreker bekerja naik-turun apalagi dalam kondisi ekstreme seperti ketika melintasi jalan rusak.

Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap umur sokbreker. Jika kondisi lingkungan Anda berdebu atau berlumpur, karet pelindung debu sokbreker akan lebih mudah tergores dan sobek terkena partikel debu atau kerikil. Jika sudah sobek, debu dan kerikil akan semakin mudah merusak sil sokbreker sehingga sokbreker menjadi bocor. Segera periksa kondisi sokbreker sebelum terlambat.