Untuk Informasi Harga dan DP serta Program terbaru hub Andy Auto2000 Probolinggo 085230454682
Tampilkan postingan dengan label Steering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Steering. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Oktober 2016
Power Steering
Untuk menambah kenyamanan berkendara, kebanyakan mobil-mobil modern menggunakan ban berukuran lebar dan bertekanan rendah, yang mampu menambah daerah kontak permukaan roda-ke-jalan. Sebagai hasilnya, diperlukan tenaga kemudi menjadi lebih berat. Tenaga kemudi dapat diturunkan dengan menurunkan rasio roda gigi steering gear. Namun, cara ini akan menyebabkan gerak putar roda kemudi menjadi lebih banyak saat kendaraan berbelok, sehingga tak mungkin membelok tajam. Dengan demikian, untuk menjaga kelincahan steering dan, pada saat yang sama membuat tenaga kemudi tetap ringan, diperlukan semacam alat bantu steering. Dengan kata lain, power steering, yang telah banyak digunakan untuk kendaraan besar, sekarang juga banyak digunakan untuk mobil-mobil penumpang kecil
Power steering mempunyai tipe hidraulik dan elektrik. Belakangan, power steering hidraulik digunakan pada hampir semua model. Tiga komponen utama dari power steering hidraulik adalah pompa vane, katup kontrol dan power cylinder
Selasa, 14 Juni 2016
Cara Perawatan Power Steering Pada Mobil Agar Awet
Pada pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai cara perawatan Power Steering yang berada di mobil Seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini Power Steering sudah menjadi standar kemudi untuk semua jenis kendaraan roda empat. Sistem Power Steering akan memudahkan anda dalam mengemudi untuk menggerakan roda mobil anda. Biasanya Power Steering di kuhusukan untuk kendaraan berat agar tetap ringan dalam mengemudi, namun saat ini sudah banyak mobil pribadi juga yang telah menggunakan sistem Power Steering. Sistem Power Steering sendiri telah menggunakan sistem hidrolik, seperti yang anda ketahui bahwa hidrolik merupakan teknologi pemindahan daya dengan menggunakan cairan untuk menggerakkan suatu benda.
Lalu langkah apa sajakah untuk perawatan sistem Power Steering pada kendaraan mobil. Nah, bagi anda yang ingin mengetahuinya anda bisa lihat tips – tips perawatannya di bawah ini.

Perawatan Power Steering Mobil :
- Penggantian Oli Power Steering
Perawatan pertama untuk Oli Power Steering yakni perlu di ganti secara rutin setiap kali 25.000 sampai 30.000 KM, dan setiap kali kendaraan mobil anda menempuh jarak 50.000 KM lakukanlah pengurasan supaya kotoran yang telah menggumpal selama mobil beroprasi bisa di hilangkan. Untuk pengisian kembali oli Power Steering di usahakan agar tidak kurang dari posisis garis limit lower.
- Cara Berkendara
Perawatan selanjutnya yaitu cara berkendara. Pertama, pastikan roda dalam keadaan posisi lurus pada saat anda memarkir mobil anda. Selain itu anda juga harus menghindari pemutarankemudi sampai mentok, Jika hal tersebut di lakukan hanya satu sampai 2 kali dalam waktu yang singkat, tidak akan berpengaruh. Akan tetapi jika di lakukan dalam hitungan menit dan berulang – ulang maka akan berpengaruh sehingga akan mengalami peningkatan suhu dan membuat karet komponen rack pinion steering mudah sobek atau rusak.
- Tekanan Angin Pada Ban Mobil
Jika tekanan angin pada mobil di bawah rekomendasi, maka sistem poer steering akan bekerja lebih berat, pasalnya gesekan antara ban dan permukaan ban menjadi lebih kuat. Tentu saja hal tersebut akan mempercepat keausan pada sistem power steering.
Mungkin itu saja dari kami mengenai tips perawatan pada sistem poer steering pada kendaraan mobil Semoga informasi tersebut bisa menambah pengetahuan anda dalam dunia otomotif
Inilah Masalah Power Steering Yang Sering Terjadi Pada Mobil
Pada jenis mobil keluaran baru biasanya sudah di lengkapi dengan adanya EPS atau yang di sebut dengan Elektric Power Steering sehingga dengan adanya system tersebut kemudi akan lebih ringan. Akan tetapi pada jenis mobil kluaran yang sudah lama biasanya masih menggunakan jenis power steering hidrolik yang menggunakan cairan yang di pompakan sehingga akan memberikan tekanan pada rumah setir.
Pompa di gerakan mesin melalui v-belt. Nah, biasanya pada masalah yang sering terjadi pada system power steering hidrolik yakni terjadinya kebocoran yang di akibatkan oleh ausnya seal/karet pada rumah stir. Sehingga para pengguna kendaraan yang mengalami power steering tersebut harus menambahkan lagi oli power steeringnya setiap saat.

Berikut ini adalah penyebab yang sering kali terjadi pada Power steering mengalami kebocoran atau rusak :
Pertama yaitu komponen yang sudah termakan usia cukup lama. Pada komponen yang sudah berusia lebih dari lima tahun atau jarak tempuh yang sudah mencapai 100.000 km lebih, masalah yang biasanya terjadi yaitu kebocoran pada seal power steering. Hal tersebut bisa di tandai pada saat mesin hidup dan setir di putar akan ada suara dengung. Nah untuk mengatasinya masalah tersebut untuk sementara waktu, anda bisa melakukan dengan cara menambah oli power steering. Untuk lebih lanjutnya anda bisa mengganti komponen seal atau karet yang sudah mengalami kebocoran, dan juga bersihkan As pegas setir.
Kedua yaitu Pada Boot Rack Steer sudah robek. Hal ini bisa terjadi pada saat melewati jalan yang berkondisi tidak rata atau bergelombang. Karena bahan tersebut terbuat dari bahan karet, maka komponen tersebut akan mudah aus dan rusak atau pecah. Maka dari itu anda jangan membiarkannya terlalu lama karena akan menyebabkan air dan juga kotoran masuk sehingga As Setir akan berkarat atau korosin.
Ketiga yaitu anda salah mengisi cairan. Terkadang sebagian orang mengira bahwa cairan power steering sama dengan cairan untuk rem dan juga kopling. Pada hal jika kita mengetahuinya ke dua cairan tersebut berbeda cara kerja dan fungsinya.
Keempat yakni pemakaian yang tidak wajar. Biasanya mobil yang sering di gunakan untuk balapan, slalom dan drifting atau bisa yang bisa di sebut dengan bermanuver secara ekstrim dan terus menerus pada kecepatan tinggi, akan mengakibatkan tekanan pada cairan sirkuit power steering akan menjadi sangat tinggi dang mengakibatkan panans berlebihan. Ya, semakin sering di gunakan seperti itu, maka selang akan rusak dan bocor.
Untuk melakukan service perbaikan biasanya di butuhkan tiga jam dalam penggantian seal. Untuk biayanya biasanya para bengkel mematoknya dengan harga di kisaran 150 sampai 450 ribu. Akan tetapi jika terdapat kerusakan pada mekanis , yakni misalnya pada As power steering biayanya bisa mencapai 2 Jutaa untuk memperbaikinya.
Senin, 15 Februari 2016
Apa itu Cruise Control? Cara Kerja Cruise Control pada Mobil

Industri otomotif terus menciptakan berbagai fitur untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengendara.
Saat mengemudi mobil pada jalan raya atau jalan tol yang panjang selama berjam-jam, sangat mungkin kaki akan terasa pegal atau kaku karena harus menekan pedal gas terus menerus.
Untuk mencegah masalah ini, mobil modern telah dilengkapi dengan teknologi yang dikenal sebagai ‘cruise control’.
Apa itu Cruise Control?
Cruise control adalah sebuah teknologi yang memberikan pengemudi kebebasan mengendarai mobil pada kecepatan stabil, tanpa kaki harus terus menerus menekan pedal gas.
Teknologi ini juga disebut sebagai ‘speed control’, ‘autocruise’ dan berbagai nama lain tergantung dari pabrikan mobil.
Ketika pengemudi menginginkan mobilnya bergerak pada kecepatan konstan, dia harus melarikan mobil pada kecepatan yang diinginkannya untuk kemudian mengaktifkan fungsi cruise control.
Sistem ini dapat dikontrol dengan tombol. Setelah cruise control diaktifkan, pengemudi tidak perlu menekan pedal gas dengan kakinya.
Cruise control umumnya tidak bisa diaktifkan saat kecepatan mobil berada di bawah 40 km/jam.
Kapan Cruise Control Tidak Boleh Digunakan?
Cruise control tidak boleh digunakan pada jalanan dengan banyak tikungan, tanjakan, dan turunan.
Jalan dengan tipikal tersebut membutuhkan banyak pengereman yang akan menonaktifkan sistem cruise control.
Dengan kata lain, cruise control tidak cocok digunakan di dalam perkotaan yang padat kendaraan bahkan banyak kemacetan.
Di negara empat musim, cruise control tidak boleh diaktifkan saat jalanan bersalju karena mobil beresiko slip dan kehilangan traksi.
Harus diingat bahwa penggunaan sistem ini secara tidak tepat justru bisa membahayakan keselamatan.
Sistem Cruise Control Canggih
Adaptive Cruise Control (ACC) yang disebut pula sebagai Autonomous Cruise Control System, menggunakan teknologi canggih untuk mengoperasikan pengereman dan mengontrol percepatan secara otomatis.
Sistem ini terutama menggunakan laser atau radar yang mampu mendeteksi jarak dengan kendaraan di depan dan mempersiapkan pengereman ketika jarak terlalu dekat atau menambah kecepatan ketika jarak aman.
Pabrikan mobil memiliki nama berbeda untuk menyebut teknologi ini. Berikut adalah beberapa diantaranya:
- Distronic Plus – Mercedes-Benz
- Active Cruise Control – BMW
- Smart Cruise Control – Hyundai
- Intelligent Cruise Control – Nissan
- Dynamic Radar Cruise Control – Lexus
Cruise control hanyalah salah satu teknologi yang digunakan pada mobil modern. Terdapat teknologi keselamatan lain yang bekerja beriringan dengan cruise control.
Menggunakan sistem ini dengan benar akan meningkatkan kenyamanan berkendara serta menekan konsumsi bahan bakar.
Sebagian besar mobil top-end dan SUV sudah memiliki cruise control sebagai fitur standar.
CARA DETEKSI KERUSAKAN SOKBREKER MOBIL
Karena berlokasi di kolong kendaraan, keberadaannya sering diabaikan. Sokbreker, adalah salah satu bagian penting dari sektor kaki-kaki mobil. Mengapa penting? Karena sokbreker menentukan seberapa besar nilai kenyamanan, kemampuan bermanuver dan keamanan sebuah kendaraan. Tanpa sokbreker yang baik, ketiga poin tadi tidak dapat Anda dapatkan.
“Perhatikan kondisi fisik dan rasakan bantingannya. Waspadalah, sokbreker yang rusak juga bisa sebabkan kecelakaan,” ujar Edy Widodo, Technical Advisor Nissan Kebon Jeruk. Berikut adalah tips mendeteksi kerusakan sokbreker, baik dari fisiknya ataupun ketika mobil sedang dikemudikan agar tidak mengejutkan Anda akibat telah merembet pada kerusakan komponen kaki-kaki yang lain.
Perhatikan Kondisi Fisik
Untuk mengetahui kondisi sokbreker dari fisiknya, lihat apakah ada rembesan oli di sekitar as dan tabung sokbreker. Jika Anda menemukan rembesan oli, bisa dipastikan kondisi sokbreker Anda sudah rusak. “Sebaiknya Anda tidak mereparasi sokbreker dengan cara di suntik atau ganti sil, karena tidak akan sebaik aslinya,” lanjut Edy.
Jika Anda melihat karet pelindung debu yang sudah sobek, segeralah ganti. Karena debu yang menyusup diantara as dan sil tabung sokbreker adalah penyebab utama kebocoran. Selain kondisi fisik sokbreker, kondisi fisik mobil juga bisa mengindikasikan adanya kerusakan sokbreker. Parkir mobil di tempat yang rata, jika mobil condong miring ke satu sisi, berarti sokbreker di sisi itu sudah lemah. “Jika hanya rusak satu sisi, sebaiknya ganti keduanya agar kondisinya benar-benar seimbang” sambung Edy.
Selain fisik sokbreker dan mobil, kondisi fisik ban mobil yang tergerus tidak rata atau bergelombang juga mengindikasikan sokbreker mulai lemah. Ban tergerus tidak rata ataupun bergelombang tadi, disebabkan karena traksi ke jalan yang diterima ban tidak kontinyu, dampak dari sokbreker yang sudah lemah.
“Perhatikan kondisi fisik dan rasakan bantingannya. Waspadalah, sokbreker yang rusak juga bisa sebabkan kecelakaan,” ujar Edy Widodo, Technical Advisor Nissan Kebon Jeruk. Berikut adalah tips mendeteksi kerusakan sokbreker, baik dari fisiknya ataupun ketika mobil sedang dikemudikan agar tidak mengejutkan Anda akibat telah merembet pada kerusakan komponen kaki-kaki yang lain.
Perhatikan Kondisi Fisik
Untuk mengetahui kondisi sokbreker dari fisiknya, lihat apakah ada rembesan oli di sekitar as dan tabung sokbreker. Jika Anda menemukan rembesan oli, bisa dipastikan kondisi sokbreker Anda sudah rusak. “Sebaiknya Anda tidak mereparasi sokbreker dengan cara di suntik atau ganti sil, karena tidak akan sebaik aslinya,” lanjut Edy.
Jika Anda melihat karet pelindung debu yang sudah sobek, segeralah ganti. Karena debu yang menyusup diantara as dan sil tabung sokbreker adalah penyebab utama kebocoran. Selain kondisi fisik sokbreker, kondisi fisik mobil juga bisa mengindikasikan adanya kerusakan sokbreker. Parkir mobil di tempat yang rata, jika mobil condong miring ke satu sisi, berarti sokbreker di sisi itu sudah lemah. “Jika hanya rusak satu sisi, sebaiknya ganti keduanya agar kondisinya benar-benar seimbang” sambung Edy.
Selain fisik sokbreker dan mobil, kondisi fisik ban mobil yang tergerus tidak rata atau bergelombang juga mengindikasikan sokbreker mulai lemah. Ban tergerus tidak rata ataupun bergelombang tadi, disebabkan karena traksi ke jalan yang diterima ban tidak kontinyu, dampak dari sokbreker yang sudah lemah.
| Cek apakah ada rembesan oli atau dust cover sokbreker sobek? | Cek kondisi sokbreker ketika servis berkala |
Ketika Dikemudikan
Untuk mengetahui kerusakan sokbreker ketika dikemudikan, Anda dituntut untuk lebih sensitif dalam mengemudi. Berikut adalah indikator yang menunjukan jika sokbreker Anda sudah rusak.
1. Jika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi, kemudi mobil seperti terasa melayang dan sulit untuk dikendalikan.
2. Ketika Anda melintasi speed trap yang berupa beberapa gundukan berjajar, maka laju mobil akan goyang ke kanan dan kiri.
Untuk mengetahui kerusakan sokbreker ketika dikemudikan, Anda dituntut untuk lebih sensitif dalam mengemudi. Berikut adalah indikator yang menunjukan jika sokbreker Anda sudah rusak.
1. Jika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi, kemudi mobil seperti terasa melayang dan sulit untuk dikendalikan.
2. Ketika Anda melintasi speed trap yang berupa beberapa gundukan berjajar, maka laju mobil akan goyang ke kanan dan kiri.
| Perhatikan ayunan mobil ketika melewati speed bump |
Manfaatkan Speed Bump
Speed bump pada hakikatnya berguna untuk memperingatkan pengemudi dan mengurangi laju kendaraan. Namun ternyata memiliki fungsi lain yaitu mendeteksi kerusakan sokbreker. Jika Anda hendak melewatinya, jangan hanya sebatas mengurangi kecepatan. Perhatikan juga bantingan sokbreker mobil Anda. Jika kondisi sokbreker masih baik, maka mobil hanya akan membanting satu kali. Satu kali adalah, mobil mengayun ke bawah satu kali, lalu kembali ke posisi semula. Jika sudah mulai rusak, bantingannya bisa lebih dari satu kali atau bahkan berkali-kali tergantung tingkat kerusakan. Untuk sokbreker belakang, sebaiknya Anda menanyakan testimoni dari penumpang belakang. Apakah terasa memantul berlebih ketika melewati jalan rusak dan ketika melewati speed bump? Jika iya, siapkan anggaran untuk menebus penggantinya.
Speed bump pada hakikatnya berguna untuk memperingatkan pengemudi dan mengurangi laju kendaraan. Namun ternyata memiliki fungsi lain yaitu mendeteksi kerusakan sokbreker. Jika Anda hendak melewatinya, jangan hanya sebatas mengurangi kecepatan. Perhatikan juga bantingan sokbreker mobil Anda. Jika kondisi sokbreker masih baik, maka mobil hanya akan membanting satu kali. Satu kali adalah, mobil mengayun ke bawah satu kali, lalu kembali ke posisi semula. Jika sudah mulai rusak, bantingannya bisa lebih dari satu kali atau bahkan berkali-kali tergantung tingkat kerusakan. Untuk sokbreker belakang, sebaiknya Anda menanyakan testimoni dari penumpang belakang. Apakah terasa memantul berlebih ketika melewati jalan rusak dan ketika melewati speed bump? Jika iya, siapkan anggaran untuk menebus penggantinya.
| Ada rembesan oli, pertanda sokbreker rusak | Sokbreker rusak memiliki rebound dan compress lemah |
Faktor Penentu Umur Sokbreker
Banyak faktor yang menetukan umur sokbreker. Pertama bobot mobil, karena jika bobot mobil berlebih, kerja sokbreker akan semakin berat menahan ayunan kendaraan. Faktor kedua adalah kondisi fisik jalanan, jika Anda sering melintasi jalanan rusak atau berlubang, umur sokbreker akan lebih pendek. Karena semakin sering sokbreker bekerja naik-turun apalagi dalam kondisi ekstreme seperti ketika melintasi jalan rusak.
Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap umur sokbreker. Jika kondisi lingkungan Anda berdebu atau berlumpur, karet pelindung debu sokbreker akan lebih mudah tergores dan sobek terkena partikel debu atau kerikil. Jika sudah sobek, debu dan kerikil akan semakin mudah merusak sil sokbreker sehingga sokbreker menjadi bocor. Segera periksa kondisi sokbreker sebelum terlambat.
Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap umur sokbreker. Jika kondisi lingkungan Anda berdebu atau berlumpur, karet pelindung debu sokbreker akan lebih mudah tergores dan sobek terkena partikel debu atau kerikil. Jika sudah sobek, debu dan kerikil akan semakin mudah merusak sil sokbreker sehingga sokbreker menjadi bocor. Segera periksa kondisi sokbreker sebelum terlambat.
Sistem Kemudi pada Mobil
INTRODUCTION
Hampir seluruh sistem kemudi kebanyakan menggerakkan roda bagian depan pada kendaraan, walaupun ada kendaraan yang sistem kemudinya menggerakkan roda bagian belakang diantaranya forklift.
Sistem kemudi merupakan perangkat wajib yang dimiliki oleh setiap kendaraan bermotor untuk mengarahkan kendaraan tersebut kearah yang diinginkan oleh pengemudinya. Perlu diingat, sistem kemudi hanya mengarahkan roda pada kendaraan bukan mengarahkan kendaraannya. Tetapi efeknya nanti akan berimbas pada arah gerak kendaraan. Salah satu bukti bahwa steer hanya menggerakkan roda kendaraan adalah coba kendarai mobil yang tidak dilengkapi oleh sistem ABS lalu kendarai dijalan kosong dengan kecepatan yang cukup tinggi. Setelah itu lakukan pengereman secara mendadak hingga ban tersebut mengunci (lock) lalu coba anda langsung belokan steering wheel anda. Saat ban mengunci dan steer di gerakkan maka ban akan tetap bergerak kearah kiri atau kanan tetapi bodi mobil tidak ikut bergerak.
STEERING WHEEL
Steering wheel dalam bahasa Indonesia disebut roda kemudi atau orang awam menyebutnya steer ini pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Vacheron yang digunakannya pada mobil Panhard 4hp dalam kejuaraan Paris Rouen. Sejak saat itu banyak pabrikan – pabrikan yang menggunakan steering wheel dalam perangkat standard dalam setiap produknya. Dewasa ini seluruh kendaraan bermotor sudah menggunakan steering wheel dalam produknya, hanya saja dengan berjalannya waktu teknologi dalam steering wheelpun terus berkembang, seperti:
- Tilt Steering: Merupakan teknologi dimana roda kemudi dapat diatur naik turun sesuai tinggi pengemudinya, agar setiap pengemudinya tetapi mendapatkan kenyamanan dalam berkendara. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada beberapa product General Motors di tahun 1963. Saat ini tilt steering sudah banyak diaplikasikan pada kendaraan – kendaraan baru kelas menengah hingga tinggi.
- Telescope Steering: Merupakan teknologi dalam roda kemudi yang mana roda kemudi dapat digeser maju mundur atau mendekati dan menjauhi pengemudinya sesuai panjang dari tangan pengemudi. Sama sesuai dengan Tilt Steering, Telescope Steering juga dikembangkan oleh General Motor Saginaw Steering Gear Division yang pertama diperkenalkan pada Cadillac buatan 1965.
- Adjustable Steering Coloumn: cara kerja Adjustable Steering Coloumn serupa dengan Tilt Steering yang membedakannya adalah Adjustable Steering Coloumn bekerja secara elektrik dan dapat menyimpan posisi tinggi roda kemudi sesuai tinggi pengemudinya.
- Swing-away Steering Wheel: swing-away steering wheel merupakan teknologi dimana roda kemudi dapat digeser sejauh sembilan inch menjauhi pintu yang bertujuan agar pengemudi mudah apabila ingin keluar dari mobilnya. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada mobil buatan Ford ThunderBird 1961.
STEERING COLOUMN
Steering column terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya: Collapsible dan Non-collapsible. Dewasa ini seluruh kendaraan berpenumpang dan sebagian besar kendaraan niaga sudah mengaplikasikan Collapsible Steering. Pada mobil – mobil jaman dahulu, baik tipe rack and pinion maupun tipe recirculating ball penempatannya berada didepan axle. Tetapi dewasa ini penempatan rack diletakkan dibelakang axle dengan tujuan apabila terjadi tabrakan frontal, benturan akan menyerap axle shaft terlebih dahulu baru setelah itu rack shaft. Hal ini bertujuan agar efek benturan ke pengemudi dapat diminimalisir.
- COLLAPSIBLE
Tipe Collapsible adalah tipe dimana saat mobil terjadi tumbukan secara frontal maka secara otomatis steer akan langsung bereaksi agar tubuh pengemudi tidak langsung mengena roda kemudi. Sehingga keselamatan jiwa sang pengemudi dapat lebih terjamin. Tipe Collapsible juga memiliki beberapa jenis, diantaranya: Mesh type, Ball type, Solid silicone rubber sealed type.
- Mesh type. Pada tipe ini mempunyai struktur mata jaring dan main shaft-nya terdiri dari bagian atas dan bawah yang disambung dengan plastik pin dan column bracketnya terdapat kapsul. Sehingga apabila terjadi tumbukan yang keras, yang apabila gearbox steering mendapat tekanan yang kuat, maka plastik pin pada main shaft akan hancur sehingga main shaft bagian atas akan turun kebawah agar bersentuhan dengan main shaft bagian bawah. Alhasil benturan antara tubuh pengemudi dengan roda kemudi dapat dieliminir dengan baik.
- Ball type: Pada tipe kali ini, column steeringnya terdiri dari bagian atas dan bawah yang disambung ball bearing. Serta main shaft bagian atas dan bawah yang sengaja dipisah akan disambungkan dengan plastik pin. Apabila terjadi benturan yang keras yang membuat gear box steering mendapat tekanan yang kuat maka plastik pin akan akan hancur dan membuat tenaga akibat benturan akan diserap oleh bola bearing yang dipasang antara lower tube dan upper tube.
- Solid silicone rubber sealed type: Main shaft tetap terdiri dari dua bagian atas dan bawah yang disambung dengan plastik pin. Pada bagian dalam bawah main shaft di isi dengan silicon rubber dan bracketnya dipasangkan caster wedge. Sehingga saat roda kemudi mendapat tumbukan frontal yang kuat, maka bracket akan segera runtuh dan main shaft akan segera menyusut. Dengan menurunnya main shaft maka silicone rubber akan keluar melalui lubang orifice main yoke dalam rupa tepung..
KEUNTUNGAN:
- Dapat menjaga keselamatan pengemudi terhadap benturan yang keras karena sistem kemudi akan langsung patah dan hancur saat terjadi tumbukan.
KERUGIAN:
- Main shaft yang kontruksinya tidak begitu kuat, maka jenis steering ini hanya cocok pada kendaraan penumpang.
- Konstruksinya yang rumit sehingga membuat harganya menjadi mahal.
- Apabila terjadi tumbukan yang membuat rusaknya main shaft, maka main shaft harus segera diganti dengan yang baru.
- Non – Collapsible Steering
Pada tipe seperti ini, main shaft berhubungan langsung dengan steering gear box. Sehingga jenis konstruksi ini sangatlah kuat dan sangat cocok untuk kendaraan niaga seperti truk hingga container. Tetapi dibalik kuatnya konstruksi tipe Non – Collapsible steering, sangatlah berbahaya karena apabila terjadi kecelakan secara frontal maka main shaft dapat langsung menghantam tubuh pengemudi. Untuk menghubungkan antara main shaft dengan gear box ada beberapa cara, seperti:
- One Piece (sambungan langsung)
- Universal joint & Spline
- Universal Joint
- Flexible Joint
STEERING GEAR
Selain untuk mengarahkan roda, steering gear juga berfungsi sebagai gig reduksi untuk meningkatkan momen agar roda kemudi menjadi ringan saat roda kemudi diputar. Untuk itu diperlukan perbandingan reduksi yang disebut juga perbandingan steering gear, dan biasanya perbandingan steering gear berada diangka 18 sampai 20 : 1. Semakin besar angka perbandingan steering gear, maka putaran roda kemudi akan semakin ringan tetapi akan semakin banyak juga putaran roda kemudi untuk membentuk sudut roda yang sama.
Ada beberapa tipe steering gear, tetapi dewasa ini tipe steering yang digunakan pada kendaraan bermotor adalah model worm and roller, model screw pin, model screw nut, worm and sector, model Rack and Pinion dan model Recirculating Ball.
Worm and Roller
Pada model ini, steering gear box model worm and roller di buat mirip dengan worm and sector. Hanya saja, apabila pada model worm and sector terdapat sector gear. Maka pada model ini terdapat captive roller yang dipasang sebagai pengganti sector gear. Pada saat steering shaft berputar hingga hourglass shape menyentuh roller, itu pertanda putaran kemudi sudah habis. Apabila tidak dipasang hourglass, maka besar kemungkinan roller dapat lepas dengan worm gear.
Screw Pin
Pada model ini, pin yang berbentuk yang berbentuk tirus bergerak sepanjang worm gear
Screw Nut
Pada model ini, ujung main shaft terdapat ulir yang skrup yang terpasang padanya. Pada skrupnya terdapat bagian yang menonjol dan dipasang tuas dengan tujuan sebagai rumahnya.
Recirculatimg Ball
Pada model recirculating ball terdapat worm yang dikelilingi oleh bola – bola yang dapat bersirkulasi pada recirculation channel. Sehingga saat roda kemudi diputar, maka bola – bola akan bersirkulasi disekeliling worm gear dan apabila sector gear sudah
mencapai gigi terakhir, itu menandakan putaran roda kemudi atau sudut arah roda sudah mencapai sudut maksimal. Model ini paling banyak digunakan pada kendaraan niaga berat dan mobil – mobil yang diciptakan untuk melewati medan berat.
Rack and Pinion
Sudah hampir seluruh mobil yang berkategori ringan hingga sedang menggunakan tipe Rack and Pinion. Rack and Pinion merupakan pertautan gigi – gigi yang mengubah dari arah gerak putar (rotation) ke arah gerak linier kiri dan kanan. Gigi yang bergerak berputar disebut gigi Rack, sedangkan gigi yang bergerak ke kiri dan ke kanan disebut Pinion.
Steering Linkage
Steering linkage berfungsi memindahkan tenaga dari roda kemudi ke roda – roda depan kendaraan. Pada steering linkage terdapat pitman arm, knuckle arm, adler arm, drag link, tie rod, dan tie rod end.
SELF CONTROL STEERING
Pada setiap kendaraan memiliki control dimana, roda kemudi dapat kembali keposisi semula tanpa harus kita mengeluarkan tenaga. Agar self control steering dapat terjadi apabila FMA (Front Wheel Alignment) di adjust dengan baik, seperti: Toe in, Toe out, Caster, Camber, dan King pin & Offset.
Toe
Toe adalah selisih jarak antara roda depan dan belakang jika dilihat dari atas kendaraan. Fungsi Toe adalah sebagai berikut:
- koreksi camber: reaksi rolling camber menyebabkan roda menggelinding kea rah luar oleh sambungan kemudi dipaksa bergerak lurus kearah jalannya kendaraan akibatnya roda menggelinding dengan ban menggosok pada permukaan jalan
- Koreksi gaya gerak: Gaya gerak pada axle belakang diteruskan pada axle depan melalui rangka reaksi gelinding ban roda depan yang mengarah ke belakang menyebabkan bagian depan cenderung bergerak kearah luar. Untuk mengatasi hal in, maka pada kendaraan RWD perlu penyetelan Toe in.
Camber
Camber adalah kemiringan roda bagian atas kedalam atau ke luar terdapat garis vertical jika dilihat dari depan kendaraan.
Caster
Caster adalah kemiringan sumbu kemudi terhadap garis tengah roda vertical jika dilihat dari samping kendaraan.
Sudut King pin dan Offset
Sudut King Pin adalah kemiringan sumbu King pin terhadap garis vertical jika dilihat dari depan. Sedangkan Offset adalah jarak antara titik temu, garis tengah roda terhadap permukaan jalan dengan titik temu perpanjangan garis sumbu King pin terhadap permukaan jalan
Langganan:
Postingan (Atom)
