Untuk Informasi Harga dan DP serta Program terbaru hub Andy Auto2000 Probolinggo 085230454682
Tampilkan postingan dengan label Calya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Juli 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Minggu, 17 Februari 2019
Senin, 09 Januari 2017
Mengenal Lebih jauh Toyota Calya
Toyota sudah mengenalkan Calya, mobil murah 7-seater untuk pasar Indonesia. Sosoknya akan debut di depan publik untuk pertama kalinya—bersama kembarannya Daihatsu Sigra—di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, mulai 11 Agustus mendatang.
Toyota memberi lebih banyak detail lewat video sebagai gambaran awal sebelum melihat sosoknya langsung di lantai pameran. Dua video sekaligus menggambarkan sejumlah fitur yang diemban dan berbagai keunggulan yang bisa dinikmati konsumen.
Sebagai gambaran, Calya berdimensi PxLxT 4.070 x 1,655 x 1.600 mm, dengan jarak sumbu roda 2.525 mm. Ground clearance 180 mm. Toyota menawarkannya dengan dua pilihan varian, yakni E dan G.
Minggu, 08 Januari 2017
Lebih Puas Lihat Toyota Calya
Toyota sudah mengenalkan Calya, mobil murah 7-seater untuk pasar Indonesia. Sosoknya akan debut di depan publik untuk pertama kalinya—bersama kembarannya Daihatsu Sigra—di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, mulai 11 Agustus mendatang.
Toyota memberi lebih banyak detail lewat video sebagai gambaran awal sebelum melihat sosoknya langsung di lantai pameran. Dua video sekaligus menggambarkan sejumlah fitur yang diemban dan berbagai keunggulan yang bisa dinikmati konsumen.
Sebagai gambaran, Calya berdimensi PxLxT 4.070 x 1,655 x 1.600 mm, dengan jarak sumbu roda 2.525 mm. Ground clearance 180 mm. Toyota menawarkannya dengan dua pilihan varian, yakni E dan G.
Sekilas fitur, mobil ini sudah dilengkapi kaca elektrik di semua pintu. Lalu di dalam, ada semacam kipas yang menyedot hembusan AC dari depan dan ditiupkan ke kursi belakang. Jok baris kedua pakai sistem sekali sentuh bisa terangkat (one touch tumble), bisa dilipat 60:40.
Menariknya, mobil sudah dilengkapi dengan dua kantung udara, sistem audio double-DIN dengan dua speaker. Pada tipe G sudah ada lampu kabut, spion lipat elektrik dengan lampu sein, trim silver pada pintu dan dashboard, serta konektivitas Bluetooth.
Mesin pakai tipe 3NR-VE 1.200 cc Dual VVT-i 4-silinder, dipadu transmisi manual 5-percepatan atau otomatik 4-percepatan. Rem ABS sudah menjadi fitur standar, kecuali Calya E manual.
Minggu, 23 Oktober 2016
MENCOBA TOYOTA CALYA E M/T DI INDONESIA

Inilah Toyota Calya tipe E. Diposisikan sebagai varian entry di dinasti Calya, ia diset dengan harga paling bersahabat. Apalagi dengan transmisi manual, seperti apa rasa berkendaranya? Auto Bild mencoba Toyota Calya E M/T di Indonesia.
Toyota Calya – dan Daihatsu Sigra telah berhasil menyita perhatian publik Indonesia. Mobil ini, dengan statusnya sebagai LCGC, menjanjikan harga yang bersahabat dan konsumsi BBM irit.
Di Calya, selain 2 kelebihan itu, ia masih menawarkan akomodasi 7 penumpang, tampang keren, fitur mumpuni dan jaringan aftersales luas khas Toyota.
Nah, Calya yang tampil dalam 2 pilihan trim, menghadirkan tipe E sebagai varian entry alias paling murah. Tak hanya itu, di tipe E pun ada pilihan transmisi manual yang membuat harganya bahkan lebih murah Rp 13 juta dari tipe sama bertransmisi otomatis.
Persisnya, Calya E MT ini dijual dengan harga Rp 132,450 juta. Tetap lebih mahal dari Datsun GO+ Panca T-Style yang samasama LCGC 7 penumpang. Rivalnya itu, dilego dengan angka Rp 118,45 juta.
Calya E tampil lebih polos jika dibanding Calya G. Bagian depan, foglamp dipastikan absen begitu juga gril krom yang dimiliki Calya G.
Bagian samping menggunakan roda yang sama yaitu ban mungil berukur an 175/65 R14. Istime wanya, pelek ini tetap berbahan alloy yang keren dilihat.
Di Calya, selain 2 kelebihan itu, ia masih menawarkan akomodasi 7 penumpang, tampang keren, fitur mumpuni dan jaringan aftersales luas khas Toyota.
Nah, Calya yang tampil dalam 2 pilihan trim, menghadirkan tipe E sebagai varian entry alias paling murah. Tak hanya itu, di tipe E pun ada pilihan transmisi manual yang membuat harganya bahkan lebih murah Rp 13 juta dari tipe sama bertransmisi otomatis.
Persisnya, Calya E MT ini dijual dengan harga Rp 132,450 juta. Tetap lebih mahal dari Datsun GO+ Panca T-Style yang samasama LCGC 7 penumpang. Rivalnya itu, dilego dengan angka Rp 118,45 juta.
Calya E tampil lebih polos jika dibanding Calya G. Bagian depan, foglamp dipastikan absen begitu juga gril krom yang dimiliki Calya G.
Bagian samping menggunakan roda yang sama yaitu ban mungil berukur an 175/65 R14. Istime wanya, pelek ini tetap berbahan alloy yang keren dilihat.
Di buritan juga demikian. Tak ada aksen krom, tapi reflektor lampu belakang sehingga membuat tampilan bokong tetap penuh.
Saat masuk ke kabin, bagian yang langsung menyita perhatian kami adalah tuas transmisi. Posisinya diletakkan di dasbor, dan bentuk tuasnya mirip tuas perseneling Daihatsu Gran Max manual.
Tuas ini sangat mudah digunakan. Perpindahannya enteng, bahkan kami bisa menggerakkan tuas dengan 2 jari saja. Tambahan lagi, dengan tuas transmisi berada di dasbor, maka ruang tengah di depan konsol pun menjadi lega.
Asyiknya meski tipe murah, tapi warna jok tetap coklat gelap yang elegan dilihat. Pun begitu dengan dasbor duo-tone sehingga menghasilkan suasana kabin yang lebih roomy dan hidup.
Sementara fitur One-Touch Tumble sebagai akses mudah ke jok baris ketiga, ISOFIX, power supply, Rear Air Circulator juga tersedia di kabin.
Apresiasi kami berikan pada hadirnya fitur keselamatan dual airbags untuk penumpang depan. Ini jelas menunjuk-kan bahwa meski harga bersahabat, namun soal keselamatan, Toyota tidak ingin berkompromi. Fitur keselamatan juga berlanjut dengan hadirnya seatbelt 3 titik di seluruh bangku dan rem ABS sebagai standar.
Selain soal keselamatan, perihal keamanan pun Calya termurah ini sudah dilengkapi Immobilizer sehingga lebih sulit bagi maling untuk mencuri mobil ini.
Saat kami nyalakan mesinnya, unit 3NR berteknologi Dual VVT-i menyala lembut. Mesin yang sama dengan milik Toyota Etios Valco itu bersuara mirip dengan mesin milik Toyota Avanza. Tapi soal getaran, ia jelas lebih lembut dari Datsun Go+ Panca yang mengaplikasi mesin 3 silinder.
Ia melaju halus lazimnya mobil berpenggerak roda depan. Karena FWD, potensi irit nya tentu lebih besar karena tidak ada kecenderungan powerloss besar seperti yang ada pada mobil gerak roda belakang.
Tapi memang sebagai kendaraan 7 penumpang, Calya sempat dipertanyakan bagaimana lajunya saat menanjak ekstrem dengan beban penuh.
Well, kami belum sempat mengujinya dengan beban pe nuh, tapi saat kami tes menanjak dengan 2 orang penum pang, sama sekali tak ada gejala canggung. Penyaluran daya ke roda pun terasa kuat dengan sensasi torsi optimal di putaran rendah.
Hasil tes singkat ini justru membuat kami makin penasaran bagaimana performa aslinya. Terlepas dari pembahasan kepraktisan, akomodasi dan model yang menarik, Calya masih harus membuktikan apakah ia memang seirit itu. Karena sebagai mobil LCGC, semua kelebihan yang ia punya tetap tak boleh sedikit pun mengorbankan efisiensinya.
Toyota Calya
Ini Dia Spesifik Lengkap Toyota Calya G
20 September 2016
Toyota memang tak pernah mengecewakan konsumen dalam hal fitur dan kelengkapan mobil. Calya, salah satu model Toyota yang baru diluncurkan telah menjadi favorit para penikmat kendaraan roda empat.
Toyota Calya dipasarkan dalam empat tipe yakni E (MT), E (AT), G(MT), dan G (AT). Berkapasitas tujuh penumpang, seperti Toyota Avanza, Calya dibanderol mulai dari Rp. 129,650 juta di pasaran. Harga tersebut tentu tidak seberapa disbanding dengan kelengkapan fitur serta kenyamanan yang ditawarkan Toyota Calya.
Diantara empat tipe Calya yang telah beredar, tipe G (MT) menjadi yang paling laris dengan total penjualan sekitar 52 persen. Sebenarnya, tipe G dan E tak jauh berbeda. Keduanya dilengkapi kunci immobilizer, dual SRS airbag, rem ABS, sensor parker, isofix, dan 3 pointsabuk pengaman.
Perbedaan tipe G dan E bisa dilihat dari bagian eksteriornya. Pada tipe G, eksterior fog lamp ditambah dengan ornament krom disekelilingnya serta rear combination lamp. Kedua tambahan tadi membuat eksterior mobil terkesan modern dan canggih.
Selain bagian luar, Toyota pun menggarap bagian dalam Calya tipe G dengan lebih banyak sentuhan. Di bagian dalam, Anda pun bisa menikmati kesan modern yang tak kalah dari bagian luar. Bagian multilayer dashboardCalya G mengkombinasikan warna emas di panel tengah, diapit panel berwarna hitam. Perpaduan kedua warna itu makin terlihat bagus dengan konsol tengah yang berwarna silver.
Toyota Calya G juga memberikan kemudahan bagi Anda yang suka mendengarkan music selama berkendara. System audio double DIN pada Calya G memiliki fiturBluetooth yang bisa digunakan untuk memutar lagu serta telepon.
Pada spesifikasi mesin, Calya G menyuguhkan output 87 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 107 Nm pada 4.200 rpm dengan menggunakan 3NR inline, empat silinder, 16 katup, DOHC, dual VVT-i.
Minggu, 28 Agustus 2016
Wuih, Baru 2 Minggu Toyota Calya Sudah Dipesan Lebih Dari 8.400 Unit

Jakarta - Baru 2 minggu sejak diluncurkan (2/8), Toyota Calya sudah dipesan lebih dari 8.400 unit. Pencapaian ini tentu menjadi kontribusi signifikan bagi PT Toyota Astra Motor (TAM).
Adapun selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, Toyota Calya berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 2.225 unit.
Secara total penjualan ritel Toyota Indonesia Januari-Juli 2016 mencatat kinerja positif, yakni sebesar 209.001 unit atau tumbuh 1,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini membuat Toyota tercatat sebagaibrand dengan pertumbuhan penjualan tertinggi sepanjang 2016 di pasar otomotif nasional.
Secara nasional, penjualan mobil di pasar ritel dalam 7 bulan pertama tahun ini tercatat sebanyak 588.784 unit atau sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2015 lalu sebesar 594.778 unit.
“Secara kumulatif, total penjualan Toyota sepanjang 7 bulan pertama tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, sehingga market shareToyota naik dari 31,5 persen menjadi 35,5 persen,” papar Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota Astra Motor.
Di segmen mobil penumpang, pertumbuhan penjualan Toyota tercatat lebih tinggi mencapai 12,5 persen yaitu dari 179.039 unit pada Januari—Juli 2015 menjadi 201.378 unit pada Januari—Juli 2016, yang ditopang oleh pertumbuhan di hampir semua segmen.
Berikut ini rincian masing-masing model sepanjang Januari-Juli 2016;
- Toyota Fortuner membukukan pertumbuhan tertinggi yaitu dari 7.539 unit menjadi 15.256 unit, sehingga pangsa pasarnya melonjak dari 27,7 persen menjadi 44 persen.
- Toyota Rush mempertahankan kinerja penjualan dengan rata-rata penjualan 2,100 unit per bulan selama periode 7 bulan 2016.
- Toyota Sienta sudah mencatatkan SPK lebih dari 5.000 unit.
- Toyota All New Calya sudah mencatatkan SPK lebih dari 8.400 unit dalam 2 pekan sejak diperkenalkan pada 2 Agustus 2016
- Toyota Avanza tetap mengukuhkan posisinya sebagai kontributor utama penjualan Toyota, yaitu tercatat sebanyak 82.499 unit atau tumbuh 6,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
- Toyota Kijang Innova sudah terjual 35.587 unit. Angka ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar 30,7 persen dibanding tahun lalu.
Jumat, 19 Agustus 2016
Mengapa Calya-Sigra Enggan Pakai Double Blower?
Duet Toyota Calya dan Daihatsu Sigra hanya memakai 'kipas angin' untuk mendinginkan penumpang belakang. Jadi peranti yang nama resminya adalah Air Recirculator ini mengisap udara dari depan dan mengembuskannya ke belakang. Berbeda dengan double blower yang mengambil udara dingin langsung dari sistem AC.
Pertanyaannya, mengapa Toyota dan Daihatsu enggan menggunakan double blower? Pertanyaan ini muncul karena mobil ini cukup lega dan masih ada banyak ruang di atap yang bisa 'dijajah' sedikit untuk saluran AC ke double blower. Artinya alasan bukan karena ruang sempit.
Menanggapi hal itu, Daihatsu menanggapi. Seperti kita tahu, walau ada yang bermerek Toyota, sejatinya kedua mobil ini dibuat oleh Daihatsu. Makanya mereka cukup berkompeten untuk menjawab.
Air Recirculator ini dilengkapi pengatur kecepatan, dan masih cukup dingin terasa hingga jok baris ketiga
"Alasannya adalah harga," buka Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, di sela-sela test drive Daihatsu Sigra ke Gunung Pancar (16/8). "Karena mobil ini berskema LCGC, ada batas maksimal harga dari pemerintah. Menambahkan double blower ke spek yang sekarang akan membuat kami melewati batas itu."
Alasan itu sekaligus menjawab kenapa tidak semua fitur ada pada mobil seharga Rp 106,6-148,9 juta itu. Hadirnya sensor parkir depan, airbag dan ABS di Sigra A/T, harus dikompensasi dengan hilangnya satu headrest di bagian tengah serta penggunaan seat belt 2 titik untuk 3 penumpangnya. Intinya Daihatsu harus mengutak-atik fitur yang dimasukkan supaya plafon harga tidak dilewati.
Balik ke Air Recirculator, kami sendiri mencoba langsung di belakang saat perjalanan dari Jakarta ke Gunung Pancar di daerah Bogor. Ia tetap terasa dingin, lebih sejuk dibanding kipas angin biasa. Tentunya tergantung dari suhu kabin depan.
Kami bisa bilang Anda masih mendapatkan level dingin sekitar 80% dibanding jika menggunakan double blower. Embusan ini juga sampai secara memadai ke penumpang di baris ketiga. Namun bila baru selesai parkir di tempat panas, memang Anda harus menunggu lebih lama sebelum embusannya sejuk.
Langganan:
Postingan (Atom)











