Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Januari 2018

5 Jenis Oli Mobil – Fungsi dan Perawatannya

5 Jenis Oli Mobil – Fungsi dan Perawatannya


Jenis-Jenis Oli Mobil  yang paling sering dikenal pemilik mobil umumnya hanya 2 saja. Oli merupakan komponen pendukung yang sangat dibutuhkan oleh sebuah kendaraan termasuk mobil. Oli merupakan pelumas penting bagi mesin mobil yang berfungsi dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh gesekan antara komponen-komponen  berbahan logam yang terdapat pada mobil. Bagi anda pemilik mobil tentu sangat memahami pentingnya oli bagi mobil.

Terdapat beberapa jenis oli mobil yang memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang oli mobil, berikut beberapa penjelasan yang dapat membantu anda memahami tentang oli mobil.

Mengenali fungsi oli

Banyak yang menganggap bahwa fungsi oli pada mobil hanya sebagai pelumas mesin. Namun ternyata oli memiliki kegunaan lainnya yang tak kalah penting antara lain sebagai pendingin mesin, melindungi mesin dari resiko berkarat, serta pembersih dan penutup celah pada dinding mesin. Sebagai pelumas, oli akan membuat gesekan komponen-komponen dalam mesin mobil anda bergerak halus sehingga dapat membuat mesin dapat bekerja pada suhu yang ideal. Kegunaan oli lainnya yaitu dapat memindahkan panas mesin yang mencapai suhu 1000-1600 derajat celsius menuju mesin lainnya yang lebih dingin
Kandungan aditif yang terdapat pada oli akan membuat lapisan film pada dinding silinder yang berfungsi melindungi mesin ketika dinyalakan dan sekaligus menghindari dari resiko berkarat meskipun mobil tidak digunakan dalam waktu yang lama. Selain itu, kandungan aditif nya dapat melarutkan sisa hasil pembakaran agar dapat terbuang pada saat anda melakukan pergantian oli. Terdapat tiga jenis oli yang dapat digunakan pada mobil anda, berikut beberapa penjelasan beserta fungsi masing-masing oli:
1. Oli Mesin
Jenis oli mobil yang pertama adalah oli mesin. Oli mesin merupakan jenis pelumas yang digunakan untuk melumasi bagian mesin mobil. Fungsi utamanya sendiri adalah dapat mengurangi gesekan antara komponen-komponen pada mesin mobil, membersihkan serpihan logam yang diakibatkan gesekan antara satu komponen dengan komponen lainnya. Selain itu, fungsi oli mesin sendiri dapat mendinginkan suhu mesin mobil anda.
Bahan dasar oli mesin terdiri dari oli mineral, semi sintetik dan full sintetik. Lalu seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengganti oli mesin pada mobil? Anda dapat menggantinya sesuai dengan bagaimana mobil digunakan. Apabila anda sering menggunakannya pada jalanan yang macet atau ekstrim, lebih baik bila mengganti oli mesin pada jarak 5000km.
Bila mobil hanya digunakan pada jalan-jalan yang ringan dan datar, oli mesin anda dapat bertahan hingga pada 10 ribu kilometer.

2. Oli Transmisi
Merupakan jenis oli yang digunakan pada sistem transmisi. Kegunaan dari oli transmisi sendiri dapat mempermudah pergantian pada gigi mobil dan merawat komponen-komponen transmisi agar terhindar dari resiko aus. Sama halnya dengan oli mesin, oli trasnmisi dibutuhkan pergantian berkala namun dengan waktu yang sedikit lebih panjang. Oli trasnmisi dapat digunakan pada mobil manual maupun mobil matic, hanya saja terdapat sedikit kegunaan yang berbeda.
Pada mesin transmisi mobil manual, oli hanya berfungsi sebagai pelumas yang bertugas melancarkan kerja komponen pada mesin saja. Sedangkan pada mesin transmisi mobil matic, oli tidak hanya bekerja sebagai pelumas melainkan dapat menghantarkan mekanisme perpindahan gigi secara otomatis. Baca juga: perawatan mobil matic

Untuk masalah harga, oli transmisi berkisar antara Rp. 50.000- Rp. 80.000 untuk mobil manual sedangkan Rp. 100.000- Rp. 200.000  untuk oli transmisi mobil matic. Proses pergantian oli transmisi dapat anda lakukan pada bengkel-bengkel mobil terdekat. Beberapa mobil tidak menyediakan tangkai oli yang digunakan untuk memeriksa dan mengisi transmisi. Jenis mesin transmisi seperti ini dinamakan tamper-roof atau jenis mesin yang terlindungi dari bahaya perubahan yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur. Sehingga yang dapat menggantinya hanyalah produsen mobil tersebut ketika jadwal servis mobil anda.


3. Oli Gardan
Oli gardan berfungsi pelumas yang  menghubungkan transmisi ke gardan agar kinerja mesin lancar. Apabila anda mendengar bunyi dengung pada mobil anda, hal ini dapat menandakan bahwa oli gardan mulai berkurang dan menjadi lebih encer. Letak oli gardan berada di bagian bawah mobil. Sama seperti oli lainnya yang membutuhkan pergantian, oli gardan biasanya membutuhkan pergantian pada 10-20 ribu kilometer atau sekitar 2-3 kali pergantian oli mesin.

Untuk masalah harga , oli gardan hanya berkisar antara Rp. 50.000 – Rp 100.000 tergantung dari jenis merk nya. Yang harus anda perhatikan dalam pemilihan oli gardan adalah kekentalan oli gardan  harus sesuai dengan yang disarankan pabrikan mobil.

4. Oli Rem
Oli rem atau yang lebih dikenal dengan minyak rem memiliki fungsi yang cukup penting dalam sistem pengereman karena akan mempengaruhi fungsi pengereman pada mobil anda. Apabila suplai oli mobil anda lancar maka akan membuat tenaga hidrolik yang diaktifkan oleh silinder master menjadi lebih baik. Tenaga hidrolik ini digunakan untuk menghentikan putaran keempat roda dari tromol atau untuk menjepit cakram

Dalam pemilihan oli rem pastikan untuk memilih jenis minyak rem yang tidak memiliki sifat yang berubah drastis dalam suhu tinggi dan dapat melindungi komponen rem mobil dari bahaya berkarat. Untuk masalah pergantian oli rem, pemilik kendaraan disarankan untuk mengganti minyak rem mobil anda kurang lebih dua sampai tiga tahun.
Yang perlu anda perhatikan ketika melakukan pergantian minyak rem adalah, pada saat kadar oli rem lebih rendah dari garis “min” atau “add” hal ini menandakan bahwa anda harus menambahkan oli rem baru. Apabila terdapat masalah minyak rem yang sangat berkurang bahkan habis ini dapat dikarenakan oleh masalah sistem rem secara keseluruhan seperti bantalan rem yang sudah habis terpakai.

Poin penting lainnya adalah warna oli rem. Warna oli rem yang masih baik adalah yang berwarna kuning muda jernih. Apabila warna oli rem anda cokelat atau hitam hal ini berarti oli rem anda telah tercampur kotoran. Tidak cukup apabila anda hanya menambahkan oli rem baru. Anda harus membuang oli rem yang lama dengan oli rem yang baru. Selain itu, bila oli rem mobil anda masih dalam kadar yang cukup dan masih memiliki warna yang bagus anda tidak perlu melakukan pergantian atau penambahan kecuali bila mobil anda telah dijadwal untuk pemeriksaan rutin.
Untuk pemilihan oli rem pastikan yang sesuai dengan kendaraan anda, pada umumnya kendaraan biasanya memakai oli rem standar berbahan dasar glikol yaitu DOT 3 atau DOt 4. Namun untuk beberapa mobil tertentu memakai DOT 5 yang berbahan dasar silikon. Anda tidak boleh mencampur oli mesin anda dengan jenis yang berbeda. Pastikan untuk memilih oli mesin yang tepat sesuai dengan kendaraan anda.

5. Oli Power Steering
Mobil yang diproduksi sekitar tahun 90-an masih menggunakan power steering konvensional. Power steering merupakan sistem kemudi kendaraan yang menggunakan tenaga hidrolik untuk meringankan setir kendaraan mobil anda. Sistem power steering terdiri atas beberapa bagian seperti rack dan pinion serta tabung yang berisi oli diatas pompa.
Fungsi dari oli power steering ini sebagai pompa hidraulik yang dapat meringankan pengguna kendaraan untuk mengendalikan setir mobil. Jika kadar oli power steering tidak cukup, hal ini dapat membuat setir lebih berat dan pompa atau rack dan pinion dapat menjadi rusak
Untuk penambahan oli power steering lakukan seperlunya sesuai dengan keadaan mobil anda. Warna oli yang normal dan baik adalah bening dan berwarna oranye atau sedikit merah muda. Apabila oli power steering anda berwarna cokelat atau hitam hal ini dapat menandakan oli anda telah terkontaminasi dengan karet-karet dari selang atau seal dan ring. Segera bawa mobil anda ke bengkel terdekat untuk melakukan pemeriksaan apakah terdapat kerusakan power steering atau tidak.
Pastikan agar tidak salah menuangkan oli yang bukan pada tempatnya. Pilihlah oli yang berkualitas agar dapat merawat komponen-komponen dalam mobil anda. Jika anda masih belum memahaminya anda dapat membawa mobil anda ke bengkel terdekat dan melakukan pemeriksaan rutin. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan membantu anda.

Selasa, 25 Oktober 2016

Empat Penyebab Mesin Overheat





Overheat mesin sepertinya sudah bukan hal baru yang asing di telinga para pengemudi mobil. Beberapa bahkan telah mengalami kejadian dimana mobil bermasalah dan ternyata dikarenakan mesin overheat hingga timbul asap mengepul dari kap mesin dan mobil pun mogok. Bagi pemilik mobil lawas, ada empat penyebab mesin mobil sampai overheat. Berikut ini adalah penyebab mesin overheat serta penanganannya.

Penyebab yang sangat umum dan paling gampang ditemukan adalah radiator. Kebanyakan, mesin mobil overheat disebabkan cairan pada radiator hampir habis. Anda harus melakukan pengecekan cairan radiator secara rutin. Mengecek cairan radiator tidak membutuhkan waktu lama. Anda hanya perlu melihat volume airnya, jika tidak sesuai dengan standar maka segera tambahkan cairan sebelum mesin mobil dinyalakan.

Jika air radiator cepat habis, maka ada yang salah dengan komponen radiator mobil. Biasanya ada bagian yang bocor karena adanya karat yang rontok lalu membuat lubang di dalamnya. Selain masalah kebocoran, Anda juga harus memeriksa apakah radiator kotor atau tidak. Kotoran yang menyumbat sirkulasi air juga bisa memicu volume cairan radiator cepat habis. Periksalah selang-selang radiator, pastikan tak ada kotoran yang menyumbat sehingga tidak menimbulkan masalah pada mobil.

Bagian lain yang bisa menyebabkan mesin overheat adalah thermostat yang rusak. Fungsi thermostat adalah menstabilkan arus air yang berputar jika thermostat tidak bisa bekerja dengan baik, maka suhu mesin tidak stabil. Alhasil, mesin mengalami overheat.

Selain radiator dan thermostat, ada satu lagi bagian vital yang berhubungan dengan cairan yakni water pump. Seperti namanya, fungsi komponen ini adalah memompa air ke mesin untuk proses pendinginan. Biasanya, water pump akan rusak jika sudah terlalu laam digunakan.

Oleh karena itu, periksalah secara rutin untuk menghindari water pump berkarat hingga tak dapat bekerja dengan maksimal karena hal itu dapat memicu suhu mesin meninggi dan terjadilah overheat dalam cairan radiator . air tanah / air biasa / air sumur tidak kita sadari ternyata didalamnya banyak terkandung logam atau mineral , dalam waktu yang terus menerus akan menyebabkan ' kerak ' pada elemen radiator. Sebaiknya ada mencari air yang bebas logam , lebih baik dengan air hasil sulingan AC atau air dalam kemasan dan cairan coolant radiator. Namun jika sudah bertahun tahun menggunakan air biasa lalu anda ganti dengan cairan coolant bisa jadi malah merontokkan kerak dalam radiator sehingga bisa menyumbat. 

Jika anda menggunakan non coolant maka maksimal sebulan sekali harus di ganti , kemungkinan kurang dari 1 bulan , air sudah berubah warna menjadi keruh. jika menggunakan coolant , pastikan anda memilih yang berkualitas dan perawatan secara berkala. Lalu kualitas oli cepat berkurang, oli yang tidak berkualitas dipastikan tidak akan tahan panas, karena tidak tahan panas ,secara otomatis oli akan menguap dan berkurang dengan cepat , mesin yang kekurangan oli menyebabkan kinerja mesin lebih kasar karena gesekan pada mesin , dan geekan yang terus menerus dapat membuat suhu mesin anda cepat dan lebih panas dari biasannya / normalnya. Dan jika oli yang anda pakai untuk mobil cepat berkurang , dan kali ini bukan karena oli jelek , pastikan mesin anda tidak bocor, dan tidak berasap putih.

Hindari Trik-trik Ini Ketika Mencuci Mobil





Salah satu cara merawat mobil agar terlihat lebih indah dan terjaga keawetan catnya adalah dengan mencuci mobil. 
Beberapa orang lebih memilih untuk mencuci mobilnya sendiri daripada membawanya ke salon mobil.
Namun, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ada beberapa trik yang kerap dilupakan atau bahkan tidak diketahui oleh para pemilik mobil. Biasanya, pemilik justru akan menemukan baret atau goresan pada bodi mobil.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk mendapatkan hasil yang maksimal setelah mencuci mobil di rumah. Hal pertama yang harus dicatat adalah arah ketika mencuci mobil, cucilah mobil dari atas ke bawah.
Tujuan mencuci mobil dari atas ke bawah adalah agar semua kotoran ikut terbawa air dan tidak tetap melekat di bodi yang nantinya bisa menyebabkan baret ketika dilap. Kotoran mobil yang paling banyak ada di bagian bawah, oleh karena itu siram mobil dari atas ke bawah hingga debu-debu ikut turun.

Jadi, ketika Anda mencuci mobil dengan cara berputar justru bisa membuat debu dan kotoran kembali terangkat keatas. Pasir atau kerikil yang ada di bagian bawah bisa terangkat keatas dan menimbulkan baret dimana-mana.
Tempat mencuci mobil juga harus diperhatikan, hindari mencuci mobil di bawah terik matahari langsung. Alasannya adalah terik matahari bisa membuat busa sampo mengering sebelum sempat dibilas sehingga membuat cat mobil kusam atau warnanya memudar di tempat - tempat tertentu.

Setelah mencuci, mengeringkan mobil pun tidak bisa sembarangan. Jika ingin cepat selesai, Anda bisa mengerahkan dua tangan. Gunakan lap microfiber khusus pengeringan di satu tangan, dan microfiber atau cotton di tangan lain. Dengan begitu, proses pengeringan mobil bisa lebih cepat dan tidak menimbulkan kusam di cat mobil bagian-bagian tertentu.

kesalahan yang sering terjadi saat mencuci mobil yaitu dengan menggunakan satu ember air saja. hal ini cukup jelas bahwa mencuci dengan satu ember akan membuat air bercampur dengan kotoran sehingga nantinya akan  merusak cat mobil anda
yang perlu anda lakukan  yaitu gunakan 2 ember air bersih, dan satu ember bisa anda gunakan untuk menaruh cairan sabun dan satunnya lagi untuk membilas spon atau lap untuk mencuci, jika mengunakan 2 ember mobil anda akan terhindar dari resiko terkena kotoran yang bercampur dengan air sabun yang berada di ember pertama

yang perlu di perhatikan lagi yaitu mencuci mobil dengan menggunakan sabun lain guna menghemat pengeluaran. nah jika anda termasuk dalam kategori ini maka berhentilah dari kebiasaan menggunakan sabun lain, dan setidaknnya anda beralih menggunakan sabun khusus mobil. jika anda menggunakan sabun khusus, cairan yang terkandung di dalam sabun colek cukup berakibat fatal untuk cat mobil, sehingga sangat beresiko untuk body mobil anda.

cara mencuci mobil yang baik akan membuat tampilan terjaga. mobil yang bersih akan terlihat nyaman dan menarik, anda juga bisa melakukan pencucian mobil minimal seminggu sekali, dan jangan sampai anda menumpuk kotoran pada mobil anda, hal tersebut bisa mengakibatkan kotoran menempel dan sulit untuk di bersihkan, jika bagian luar terkena bahan kimia maka segeralah untuk membersihkan. penggunaan bahan kimia yang salah akan membuat cat pudar. bahkan dapat mengakibatkan body mobil anda pecah pecah.jika seperti itu pastinnya anda akan mengeluarkan biaya lebih untuk perbaikan mobil anda. Demikian terimakasih

Minggu, 23 Oktober 2016

Perawatan dan Menjaga Kebersihan Kaca Film yang Baik dan Benar

Kaca film yang terpasang pada bagian dalam biasanya  tidak langsung berhubungan dengan debu dan kotoran yang ada di luar sehingga kaca dapat lebih awet dan tidak cepat rusak. 

Namun hal ini bukan berarti Anda tidak perlu merawat kaca film tersebut.

Meskipun tidak terlalu terlihat namun kaca fim juga memiliki debu yang menempel dan muncul  dari dalam mobil, atau ketika kaca mobil dibuka. Nah untuk melakukan perawatan dan menjaga kebersihannya, Anda tidak bisa melakukannya dengan sembarangan. Ada beberapa perlengkapan yang perlu Anda persiapkan dan ada beberapa trik khusus yang dapat Anda lakukan.

“Tidak banyak yang dilakukan untuk membersihkan kaca film, bagian dalam juga jarang kotor. Cukup air biasa dan kain halus. Tidak selalu harus bahanmicro fiber,” ujar Billy Susanto, Manajer Layanan Pelanggan PT V-Kool Indo Lestari, Rabu 28/9/2016).

Billy juga mengatakan jika  Anda akan mengunakan cairan selain air biasa, sebaikanya pergunakan shampoo bayi. Jangan atau hindari menggunakan cairan yang menggandung bahan kimia keras.

“Kami tidak merkomendasaikan menggunakan alkohol dan lain sebagainya. Cukup shampoo bayi, karena kadar kimianya lebih baik, dan tidak terlalu parah,” ujar Billy.

Cairan shampo atau pembersih lainnya dengan kandungan kimia yang keras, tidak hanya dapat merusak kaca film namun juga bisa merusak struktur kaca mobil. Jadi ada baiknya Anda berhati-hati. “Jadi tanpa kandungan bahan kimia akan lebih baik,” ucap Monita

Ada tips tips yang bisa di gunakan untuk menjaga kebersihan kaca film mobil anda

Untuk membersihkan atau merawat kaca film mobil anda, sediakan lap khusus untuk kaca film. Bedakan lap kaca mobil bagian luar dengan lap kaca mobil bagian dalam yang terdapat lapisan kaca film. Dengan demikian, anda juga akan mengurangi resiko kaca film tergores / baret karena lap yang dipakai bergantian. Selain itu, pilih pula kaca dengan bahan yang lembut dan mudah menyerap cairan.

ketika musim hujan tiba, tidak jarang Anda dituntut untuk bepergian jarak jauh ketika hujan datang. Nah tips tepat ketika musim hujan datang yaitu ketika hujan reda, siram dan bilas kaca mobil menggunakan air bersih tentunya, agar efek air hujan yang membuat kaca mobil was – was bisa dihilangkan dari kandungan asam di dalamnya. Ketika sudah selesai, segera lap permukaan kaca sampai benar – benar kering.

Apabila Anda menggunakan cairan concentrate untuk membersihkan kaca, pastikan semua sisa  cairan pembersih tersebut dilap hingga bersih. Jangan sampai Anda meninggalkan sisa cairan tersebut, apalagi hingga  mengering, karena dapat membuat lapisan dan struktur kaca menjadi rusak sehingga membuat kaca menjadi kusam dan buram.

Perhatikan kotoran yang terdapat pada sela-sela karet jendela mobil Anda, jika yang masuk ke dalam sela-sela adalah butiran pasir kecil dan tidak dibersihkan, maka kaca film mobil Anda tergores dan timbul baretan.

Ada banyak obat pembersih kaca film yang dijual di pasaran. Namun jika tidak terlalu penting, hindari menggunakna zat dengan kandungan kimia tinggi untuk membersihkan kaca film mobil. Meski tidak terlihat merusak atau merobek kaca film, namun kandungan kimia bisa saja mengganggu kinerja kaca film dalam meredam panas dan menolak sinar ultra violet.

Perhatikan Ini Agar Mobil Aman Saat di Jalan

admin on Oktober 20 ,2016

Mobil pribadi adalah sahabat pemiliknya. Tentu saja mobil harus dijaga dan diperhatikan performanya agar tak ada masalah ketika digunakan. 
Selain performa mobil, keamanan saat berkendara di jalan raya juga merupakan faktor penting.
Sebelum melakukan perjalanan, baik jauh maupun dekat, sebaiknya Anda melakukan pengecekan pada komponen-komponen mobil sehingga perjalanan tak akan terganggu dengan dampak negative dari komponen yang bermasalah.
Melakukan perawatan dan servis mobil secara rutin adalah salah satu cara pemilik mobil untuk menjaga keamanan, kenyamanan serta performa mobil. Pada saat melakukan servis, komponen-komponen yang mulai aus atau sudah usang akan diganti.
Ada satu bagian yang terkadang dilupakan pengemudi sebelum mobil dibawa melakukan perjalanan, yakni tekanan angin ban. Ban adalah komponen penyangga mobil yang memiliki fungsi vital jadi jangan sampai lupa melakukan pemeriksaan pada ban serta tekanan anginnya.
Pasalnya, ban mobil adalah satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan sehingga harus selalu dalam kondisi prima ketika mobil dipakai berkendara. Periksalah tekanan angin ban untuk memastikan ban layak digunakan berjalan.
Tekanan angin ban yang direkomendasikan pabrikan bisa ditemukan dengan mudah melalui tabel yang ditempelkan di pilar pintu bagian kanan depan. Jika tekanan angin ban mobil Anda dibawah angka yang direkomendasikan, segera tambah tekanan anginnya.
Ketika Anda mengemudi di jalan tol, ikutilah patokan kecepatan yang dianjurkan yang bisa Anda temukan di rambu-rambu kecepatan di sisi jalan. Mengikuti pedoman kecepatan akan membuat perjalanan Anda lebih aman.
Mengemudi terlalu cepat akan membuat defleksi atau pelenturan ban lebih cepat. Jika defleksi cepat sementara angin ban kurang, dinding ban akan retak hingga pecah. Tentu saja hal itu sangat membahayakan bagi pengemudi serta penumpang mobil dan pengguna jalan raya yang lainnya.
Lakukan pergantian oli rem secara teratur. Perlakuan ini dapat menjaga kualitas pengereman yang efisien. Serta perhatikan busi mobil kamu. Tujuannya untuk pembakaran yang optimal, dan proses penyalaan mesin yang nyaman dan mudah.
Bila mobil kamu transmisinya manual, bagian kopling juga harus di cek. Kopling yang sudah tidak sehat akan terasa saat mobil berjalan, kendalanya bisa dirasakan saat perpindahan gigi. Nantinya akan sering selip atau lebih susah untuk dipindahkan. Jika sudah muncul gejala seperti itu, maka kampas kopling harus diganti. Hal ini cukup makan waktu karena teknisi harus melepas rumah transmisi dari mesin.
Selain itu salah satu hal penting dalam berkendara adalah lampu mobil depan. Lampu mobil depan digunakan untuk membantu visibilitas mengemudi terlebih saat berkendara di bawah hujan ataupun pada malam hari
Kamu juga harus perhatikan kapan kamu menyalakan lampu. Pada saat malam dan siang hari, kamu bisa gunakan lampu depan biasa ketika ada mobil lain di sekeliling kamu, tetapi gunakan lampu tembak ketika jalan sepi di malam hari. Selain itu, kamu bisa gunakan lampu saat kondisi cuaca buruk. Misalnya, saat hujan, kabut, dan ketika badai. Jangan gunakan lampu tembak karena cahayanya yang keras dan pantulan cahayanya dapat menyilaukan dan membahayakan pengendara lain.

Rabu, 20 Juli 2016

Kabin Bersih, Pangkal Sehat


Kita sering kali mengabaikan kebersihan kabin kendaraan kita. Berbagai macam barang ada di mobil, mulai dari bantal, koran, majalah, tissue, bahkan samapai camilan seperti keripik dan permen pun ada di dalam mobil.
Tetapi, pernahkah kita sadari, bahwa hal itu bisa saja mengganggu kenyamanan berkendara, bukan hanya penumpang tetapi juga pengemudi. Apalagi jika jok kita sering ketumpahan air ataupun remah-remah makanan. Kabin mobil yang berantakan dan kotor dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Karena selain dapat menimbulkan debu, bakteri, dan jamur, ternyata dapat mengundang para semut untuk tinggal dan berkembang biak di dalam mobil kita.
Untuk menghindari hal itu, serta membuat kabin kita tetap nyaman, sehingga perjalanan kita menjadi menyenangkan dan aman. Maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan lakukan. Yang pertama ialah, biasakan untuk tidak makan makanan apapun didalam mobil, karena remah-remah sisa-sisa makanan dapat mengundang datangnya semut bahkan kecoa. Lalu biasakan untuk menurunkan barang-barang yang tidak dibutuhkan dari kabin Anda, supaya kabin anda tidak terasa sesak oleh barang-barang. Ketiga, usahakan untuk membersihkan jok Anda dengan menggunakan vacum cleaner agar debu-debu yang menempel di jok kendaraan Anda menjadi bersih, apabila jok Anda ketumpahan minuman manis, makanan, ataupu yang lainnya, usahakan dibersihkan dengan cara yang benar. Karena apabila hanya sekedar membersihkan, dapat menyebabkan timbulnya jamur dan bakteri yang berpengaruh terhadap kesehatan penghuni kabin. Dan yang terakhir, hindari menaruh permen di dalam kabin, karena apabila lama berada di kabin, permen dapat meleleh karena kepanasan dan menjadi lengket. Sehingga dapat mengundang kehadiran para semut.
Anda tentu merasa nyaman bukan, seandainya kabin kendaraan bersih dan bebas dari gangguan semut, jamur, bahkan kecoa?

Servis Rutin Sanggup Bikin Mesin Hemat BBM


Servis Rutin Sanggup Bikin Mesin Hemat BBM0 out of 50 based on 0 voters.
Berikut ini fakta menarik mengenai cara menghemat konsumsi BBM (bahan bakar minyak). Saat pertama kendaraan diterima 5 tahun lalu konsumsinya sekitar 1:8-10 Km /liter untuk pemakaian dalam kota. Tetapi, dalam lomba irit BBM yang diselenggarakan AvanzaXenia.net akhir pekan 19 Juli 2009 lalu di Jakarta, angkanya tembus sampai ke 1:37,68. Resepnya ternyata sangat sederhana. "Kalau rajin servis rutin ke bengkel resmi, mestinya sudah sangat cukup membuat konsumsi BBM hemat," kata Rismansyah kepada AstraWorld yang turut berpartisipasi di acara itu dengan menggelar Uji Emisi Gratis.
Dengan dasar itu, persiapan pertama yang dilakukan pengurus AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) dan pemilik Avanza tahun 2004 ini adalah mendatangi bengkel resmi Auto 2000 Cikarang. Beberapa pemeriksaan dan perawatan komponen yang terkait efisiensi BBM jadi perhatian khusus. Mulai dari: (1) mengganti oli menggunakan SAE 10W30 yang secara fisik lebih encer; (2) membersihkan ruang bakar dan mengganti busi baru dengan gap 0,8 mm (sesuai buku manual); hingga (4) menggunakan BBM beroktan 92 plus octane booster agar kualitas BBM yang di-supply ke ruang bakar lebih bagus dan sesuai kebutuhan mesin.
Selain masalah pembakaran ia juga berusaha menekan beban berat mobil. Aksesoris yang tidak perlu diturunkan, dan dengan bantuan bengkel ia minta kaki-kaki mobilnya diperiksa. Dilakukanlah spooring dan balancing, pemeriksaan rem untuk mengetahui ada tidaknya hambatan, serta melumasi komponen-komponen bergerak di bagian kaki (cross joint pada kopel, laher differential bagian luar, pully alternator, pully AC, pully power steering, bearing tensiometer). Bahkan menambah angin pada keempat roda hingga tekanannya 45 Psi.
"Intinya hanya dua, yaitu: meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi berat beban mobil," katanya. "Sisanya adalah driving attitude," lanjutnya. Dalam hal gaya berkendara, menurutnya, persis seperti yang sudah banyak diterapkan orang. Yaitu, nyetir dan melakukan pergantian persneleng dengan memperhatikan gear ratio. "Dalam kasus lomba tadi, kecepatan jelajah Avanza saya jaga maksimum di 50 km/jam pada rpm 2.200 pada persneling 5, range rpm bermain di antara 1.800 dan 2.800 rpm untuk saat pergantian persneling. Jangan lupa pula lakukan pelepasan kopling secara perlahan hingga terlepas penuh saat kendaraan akan mulai bergerak, lalu tekan gas secara halus untuk menambah kecepatan" katanya.
Di luar servis dan gaya berkendara, tidak ada tambahan lain. "Gak perlu menggunakan produk penghemat BBM yang banyak beredar," sarannya. Satu-satunya tambahan yang ia lakukan adalah meletakkan kipas kecil ukuran 2 inch di saluran masuk udara ke ruang bakar agar kebutuhan udara saat proses pembakaran BBM berlangsung sempurna," katanya. Tetapi, menurutnya, penggunaan kipas ini hanya untuk kepentingan lomba dan bertujuan menurunkan kadar gas CO yang terlepas ke udara.
Efek lingkungan dari penggunaan kipas ini terlihat dari hasil uji emisi AstraWorld. Hasilnya mendekati kendaraan sejenis yang sudah menggunakan teknologi lebih baru (VVTI bersistem closed loop). Print out uji emisi menunjukkan bahwa CO yang terbuang hanya 0,08 % (maks: 3 % ), HC = 73 % (maks: 700 %) dan lambda = 1,5 ( standard 0.98 - 1,02 ). Namun, penggunaan kipas ini tidak ia rekomendasikan untuk berkendara sehari-hari. Karena tenaga hasil pembakaran BBM turun lumayan signifikan yang ditunjukkan dari hasil pengukuran CO2 = 9,6 % saat idle (standard kondisi biasa 14,2- 14.5 % ). O2 = 7.24 % (ideal 1-3 %), AFR =1:21,27 (ideal 1 : 14,7).

Kembalikan Performa Kendaraan Setelah Melakukan Perjalanan Panjang


171
com_content.articl
Kembalikan Performa Kendaraan Setelah Melakukan Perjalanan Panjang0 out of 50 based on 0 voter
Libur panjang telah usai. Perjalanan panjang juga telah dirampungkan. Kini mayoritas kendaraan, apa itu mobil atau motor di perkotaan kembali ke fungsi awalnya. Sebagai kendaraan pribadi jalur dalam kota, dengan rentang perjalanan yang lebih pendek.
Setelah menempuh perjalanan panjang, kendaraan perlu diperhatikan secara seksama agar tetap sehat. Siapa tahu setelah diajak menempuh perjalanan jauh kendaraan kita mengalami sedikit masalah. Atau ada perubahan settingan.
Berikut langkah-langkah yang bisa dijadikan patokan untuk memastikan kesehatan kendaraan setelah menjalankan tugas mengantar libur panjang.
1.Eksterior dan Interior
Bersihkan bagian eksterior dan interior kendaraan dari kotoran-kotoran. Bila terlalu lama menempel, kotoran-kotoran tersebut bisa mengeras dan mengakibatkan cat body (eksterior) kendaraan kusam dan cacat. Pada bagian interior, kotoran yang tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap.
2. Ban
Periksa kondisi kembang ban dan tekanan anginnya. Jangan lupa menormalkan kembali tekanan angin ban (sebelum melakukan perjalanan panjang biasanya pengendara menambah tekanan angin untuk menghindari terjadinya hydroplanning).
3. Air
Periksalah air aki, air radiator, dan air washer wiper dari kemungkinan berkurang. Tambahkan bila jumlahnya di bawah batas minimum.
4. Oli
Periksalah oli-oli pada mesin, persneling, gardan, power steering, rem, kopling. Cek kualitas dan kuantitasnya seperti yang pernah dilakukan saat mempersiapkan perjalanan panjang.
5. Mesin
Periksa tenaga mesin dan suara-suara yang timbul di mesin. Apakah masih normal atau tidak? Anda perlu memberi perhatian lebih serius kalau tenaga mesin terasa berkurang dari biasanya dan banyak muncul suara-suara tidak normal. Bila muncul gejala-gejala ini, sebaiknya bawa kendaraan Anda ke bengkel.
6. Penggerak-penggerak
Periksa kopling, persneling, kopel, gardan, as, bearing roda, termasuk juga roda-roda. Dengarkan baik-baik apakah muncul suara-suara yang tidak normal saat kendaraan bergerak.
7. Lampu-lampu
Periksa semua lampu kendaraan Anda dari kemungkinan putus. Penggunaan lampu yang lebih lama dan frekuensi yang lebih tinggi lebih memperbesar kemungkinan terjadinya kerusakan.
8. Kaki-kaki
Cermati pula bagian yang menahan beban paling berat selama perjalanan. Periksa keausan ban, kaki-kaki dan suspensi. Beban yang diangkut, kondisi jalan, serta jarak tempuh sangat mempengarui settingannya. Periksa baut-baut pengikatnya ada yang kendur atau tidak.
9. Jurus Terakhir
Jika malas dan pingin praktis. Bawa kabur saja kendaraan ke bengkel resmi atau bengkel langganan serta ke tempat pencucian mobil. Mobil minta di tune up ulang, ganti sukucadang yang dirasa sudah mendekati aus atau mendekati masa ketahanannya. Dan jangan lupa untuk melakukankelibrasi ulang kaki-kaki melalui spooring dan balancing.

Kapan Mobil Anda Mutlak Harus Ganti Oli?

Gantilah oli pada jangka waktu sesuai rekomendasi pabrikan 

Teknologi yang dianut mesin sekarang kian canggih dan kompleks. Seperti aplikasi katup variabel atau injeksi bahan bakar langsung. Dengan teknologi tersebut diharapkan mesin menjadi semakin efisien yang berujung pada pengiritan konsumsi BBM dan naiknya performa.

Meski demikian, ada beberapa hal yang tetap sama. Di antaranya adalah sistem pernapasan oli. “Seperti kita ketahui bersama, tekanan tinggi di dalam mesin membuat suhu oli di bak penampungan naik dan menguap,” terang Iwan Abdurahman, Section Head Technical PT Toyota-Astra Motor (TAM).

Uap inilah yang kemudian disalurkan ke ruang bakar melalui intake dan dibakar bersama BBM dan udara. Jika tidak, tekanan dari uap oli akan menghambat gerakan piston dan menurunkan kinerja mesin. “Namun dengan semakin tingginya teknologi oli membuat jumlah oli yang menguap semakin kecil,” lengkap Iwan.

Hal tersebut tidak menjamin kita untuk tidak mengganti oli. Ya, karena oli akan rusak karena kontaminasi zat lain. Salah satu sumber yang tidak terduga adalah melalui ruang bakar di dalam silinder.

Memang di setiap piston terdapat ring atau cincin. Jumlahnya 3, dengan 2 ring atas sebagai ring kompresi dan yang paling bawah sebagai ring oli. Tugas ring kompresi untuk menjaga agar kompresi tidak bocor, sedangkan ring oli untuk menurunkan oli yang melumasi dinding silinder. “Jaraknya dengan dinding silinder antara 0,2 sampai dengan 0,3 mm,” lanjut Iwan.

Pada saat langkah kerja, tekanan akibat ledakan di ruang bakar menekan piston ke bawah. Ruang mesin di bawah piston mendapatkan gaya dorong besar. Inilah yang menyebabkan tekanan di ruang oli meninggi, membuat oli panas, dan selanjutnya menguap. Dalam istilah otomotif dikenal sebagai blow by gas.

“Pada mesin modern kondisi ini disiasati dengan membuat lubang antar silinder. Tekanan yang diterima dipindahkan ke silinder di sebelahnya yang sedang bergerak ke atas,” tegas Iwan lebih lanjut. Bersama dengan meningkatnya teknologi pelumas, langkah ini efektif untuk mengurangi laju penguapan oli.

Oli dan zat kontaminasi bercampur di dalam bak oli

Walau sudah dikawal 3 ring piston, risiko bocornya kompresi saat langkah kerja tetap mungkin terjadi. Kondisi ini diperburuk saat terjadi pembakaran tidak sempurna. Campuran bahan bakar dan udara dapat menyusup di sela antara dinding silinder dan ring piston. Turun ke bawah, untuk selanjutnya bercampur dengan oli.

Prosesnya memang berlangsung lambat dengan volume sangat kecil. “Apalagi saat ini terus dilakukan pengembangan kualitas produk, seperti pada ring piston yang menggunakan bahan fibre-reinforced metal,” urai Iwan. Penggunaan bahan ini diharapkan mampu menekan tingkat kebocoran di ruang bakar.

Tapi saat mengganti oli tetap terlihat soots atau jelaga yang terbentuk akibat bercampurnya oli dengan sisa pembakaran. Dan jangan lupa, jeleknya kualitas BBM memperburuk jelaga yang terbentuk.
  • Sela antara dinding silinder dan ring piston memungkinkan bocoran kompresi merembes ke bawah
  • Dua ring paling atas untuk menjaga kompresi dan ring paling bawah untuk mengarahkan oli
  • Ring piston diciptakan untuk menjaga kompresi dan mengatur gerakan oli di dinding silinder
Itulah mengapa oli harus diganti. Setelah berapa lama? Yang terbaik tentu mengikuti anjuran pabrikan mobil yang kita pakai. Seperti Toyota dan Nissan yang merekomendasikan mengganti oli mesin setiap 10 ribu km atau Hyundai yang mampu bertahan setiap kelipatan 7.500 km.
Bearing memiliki risiko terkikis lebih besar dari komponen lainnya

Kontaminasi Bahan Lainnya
Tidak hanya bocornya bahan bakar yang membuat kita harus mengganti oli. Seperti diketahui, fungsi oli adalah untuk melumasi komponen mesin dan melindunginya dari gesekan.

Ada dua kondisi dimana pelumas bekerja ekstra berat. Yaitu saat mesin baru dinyalakan dan putaran mesin tinggi. Memang, untuk antisipasinya spek oli modern dibuat lebih encer agar dapat cepat menjangkau bagian terjauh dan sulit. Tapi ada momen, walau hanya sesaat, dimana oli tidak mampu melumasi komponen mesin dengan baik.

Di sini risiko ‘benturan’ antar komponen cukup tinggi. Oleh karena itu ada kemungkinan komponen yang terkikis. Seperti pada bearing di camshaft dan crankshaft yang memang diciptakan untuk ‘kalah duluan’ ketimbang poros yang dijaganya. Nah, sisa-sisa kikisan logam itu akan terbawa ke dalam bak oli.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah kebersihan udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Jika kotor, akan terbawa serta masuk ke dalam bak oli bersama bocoran kompresi mesin. Jika diperhatikan melalui uji laboratorium akan tampak kandungan silikon di dalamnya.

Mengungkap Bunyi Misterius Pada Mesin Mobil Anda


Bunyi Misterius Pada Mesin Mobil Anda. Saat Anda menghidupkan mobil pertama kali, setelah tidak dipakai untuk beberapa saat lamanya, atau saat putaran mesin bertambah, terdengar bunyi mencicit.
Kemungkinan besar suara itu berasal dari tali penggerak kipas (fan belt) yang selip karena ketegangannya berkurang. Coba setel kembali dan perhatikan bidang geseknya, kalau permukaannya licin dan mengkilap, berarti fan belt telah kehilangan cengkeraman pada puli. Oleh karena itu, segera ganti dengan fan belt yang baru.


Knocking atau ‘Metallic Rattling’

Istilah umumya untuk bunyi seperti ini adalah ngelitik. Bunyi ini timbul karena proses pembakaran yang tidak sempurna. Umumnya, akibat terlalu rendahnya oktan dari bahan bakar yang dipergunakan atau mesin mengalami overheating. Gejala ngelitik yang berlebihan bisa mengakibatkan rusaknya piston. Bila suara itu timbul sedikit ketika berakselerasi, bisa diabaikan. Meski begitu, sebaiknya mintalah mekanik untuk memeriksa mesin, agar bunyi ngelitik tersebut hilang.


Bunyi Ketukan ‘Berat’

Bila mesin menimbulkan suara ketukan seperti orang sedang memukulkan besi, bisa jadi mesin mobil Anda mengalami kerusakan yang cukup parah. Mungkin metal (rod bearing) atau setang pistonnya rusak. Jangan memaksa untuk menjalankan mobil, karena akan memperparah kerusakannya.


Suara Mendesis

Bisa jadi salah satu slang vacuum terlepas atau bocor. Biasanya diikuti dengan tesendatnya putaran mesin. Mendeteksi suara seperti ini tergolong sulit, sehingga perlu ketelitian. Masukkan kembali selang vacuum yang terlepas, atau ganti baru kalau memang sudah bocor.


Suara Mencicit Saat Mobil di Rem

Meski rem mobil bekerja sempurna dan kanvas rem baru, bisa saja menimbulkan suara ‘mencicit’. Umumnya akibat permukaan geseknya kotor. Cobalah membersihkan atau mengganti kanvas rem yang didesain untuk mengeliminir bunyi.


Suara Gesekan Antar-Logam Saat Mengerem

Itu artinya lapisan atau permukaan gesek kanvas rem terlalu tipis, atau bahkan sudah hilang, sehingga terjadi gesekan antar-logam. Kondisi ini dapat mengakibatkan kemampuan rem jauh berkurang. Maka, segera ganti kanvas rem mobil Anda.


Suara Mendesis ‘Power Steering’

Bunyi ini timbul pada mobil yang dilengkapi power steering, saat kemudi diputar. Akibat kurangnya jumlah minyak power steering atau rusaknya sistem pompa power steering. Umumnya diikuti dengan beratnya putaran pada setir. Tambahkan minyak power steering bila kurang, atau kunjungi bengkel khusus power steering untuk perbaikan.


Bunyi Ketukan Saat Roda Depan Membelok

Gejala ini umum terjadi pada mobil-mobil yang digerakkan oleh roda depan. Penyebabnya, kerusakan pada bola-bola di CV joint, karena pembungkus karetnya pecah, sehingga ‘gemuk’ alias gel pelumas di dalamnya telah habis. Kondisi ini akan bertambah parah bila tidak segera diperbaiki.


Suara Ketukan Saat Memindahkan Gigi ‘Porsneling’

Bunyi ketukan yang timbul dari bawah mobil waktu memindah posisi gigi, menginjak atau mengangkat pedal gas tiba-tiba. Umumnya diakibatkan karena kerusakan pada sistem penerus tenaga, kendurnya cross-joint atau rusaknya gigi gardan.