Senin, 21 Maret 2016

MENGENAL TEKNOLOGI REM PARKIR TERBARU


Awalnya rem parkir (parking brake) identik dengan nama rem tangan (hand brake) lantaran posisinya yang dioperasikan dengan tangan. Rem tangan pun masih dibagi dua lagi berdasarkan cara mengoperasikannya; model tarik dan angkat.

Mobil-mobil beban berat umumnya mengadopsi model tarik seperti yang diterapkan pada Toyota Kijang atau Isuzu Panther di era 1980-an. Faktor kemudahan untuk memperoleh tingkat kepakeman optimal lantaran bobot yang kerap diusung kendaraan ini menjadi alasan mendasar rem parkir model tarik ini diterapkan.

Sedangkan rem parkir model angkat digunakan pada mobil dengan bobot yang lebih ringan seperti sedan, hatchback dan sejenisnya. Hal ini lebih dikarenakan kebutuhan yang telah tercukupi terhadap rem parkir serta estetika dari layout dasbor.

Bahkan produsen asal Jerman, Mercedes-Benz telah mengadopsi rem parkir model injak yang posisinya di sebelah kiri pedal kopling. Hal ini kian membuka peluang terhadap disainer dalam merancang konsol tengah yang lebih fungsional.


Dahulu, rem parkir model tarik diperuntukan pada mobil beban berat

Rem parkir model injak membuat layout konsol tengah dapat lebih fungsional
Menarik tombol (P) dalam waktu lama, komputer akan mendeteksi dalam kondisi darurat

Pada prinsipnya, rem parkir dan rem kendaraan memiliki dua sistem kerja yang berbeda yakni secara mekanikal dan hidraulis. Pada rem parkir menerap­kan sistem mekanikal de­ngan menfungsikan kedua rem belakang. Sedangkan rem kendaraan, tentu me­ngunakan sistem kerja hidraulis dengan menfungsikan keempat rem di setiap roda. Jadi saat rem blong, Anda dapat memanfaatkan rem parkir untuk mengurangi laju kendaraan.

REM PARKIR ELEKTRIS

Peran komputer yang kian komplek di kendaraan modern pun memberi ruang kembali pada penerapan rem parkir elektris. Tetap mengandalkan sistem yang berbeda dari rem kendaraan yang menggunakan hidraulis, rem parkir elektris mengunakan motor elektrik untuk mengoperasikan rem parkir di roda belakang.

“Lexus menyematkan motor elektrik di belakang untuk menarik kabel rem parkir. Lalu motor elektrik tersebut diperintahkan oleh sebuah Electro-Mechanical Parking Brake ECU berdasarkan input seperti tombol rem parkir dan kecepatan kendaraan. Artinya rem parkir ini hanya bekerja saat posisi mobil dalam kondisi diam,” papar Iwan Abdurahman, TAM Sunter Workshop Manager PT Toyota Astra Motor.

Beberapa produsen mobil bahkan menempatkan motor elektris pada kaliper rem. Jadi tak ada lagi mekanikal kabel untuk menggerakan kampas rem.





Untuk mengaktifkan rem parkir elektris ini, Anda hanya perlu sentuhan ringan via sebuah tombol. Tapi untuk menon-aktifkan, pedal rem pun perlu ditekan sebelum tombol kembali Anda tekan.

Lalu dalam kondisi da­rurat, Iwan Abdurahman pun menjelaskan bahwa pengemudi tetap dapat memanfaatkan rem parkir elektris ini. Anda hanya per­lu menahan tombol selama mungkin, maka komputer akan mendeteksi bahwa kendaraan dalam kondisi darurat. Namun tekanan yang diberikan tidak sekuat saat rem parkir elektris aktif. Hal ini bertujuan agar ban tidak mengunci yang dapat membuat mobil tidak terkendali.

Berbeda dengan fitur auto brake hold yang turut memanfaatkan peran motor rem elektris. Saat menon-aktifkan fitur ini, Anda hanya perlu me­nekan pedal gas agar mobil dapat kembali berakselerasi seperti yang diterapkan pada Honda HR-V. Jadi saat Anda berkendara dikemacetan, fitur ini akan sangat berguna.
Auto brake hold sangat berguna saat berhenti di jalan menanjak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar