Jumat, 27 November 2015

11 Tips Perawatan Mobil di Akhir Pekan

11 Tips Perawatan Mobil di Akhir Pekan


Bicara perawatan memang bukan hanya milik bengkel semata, Anda bisa melakukan sendiri atau lebih dikenal do it yourself (DIY). Mulai dari sekadar memeriksa tekanan angin ban hingga memastikan kondisi actual ban serep menjadi hal rutin yang menyenangkan.

Asyiknya lagi, meski ritual mingguan, Anda bisa melakukan langkah ini week-end. Selain aktivitas rutin, namun Anda memanfaatkan untuk menjaga kebugaran transporter. Singkatnya, aktivitas akhir pekan menjadi hal menyenangkan.

Tidak sekadar mengisi waktu senggang belaka. Pengecekan kondisi aktual hingga pera­watan menjadi hal penting. Berikut ada 11 perawatan yang bisa dilakukan pada aktivitas akhir pekan Anda. Selamat mencoba

Tekanan Angin
Upayakan untuk memeriksa tekanan angin mobil Anda. Lihat tekanan angin yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk mobil Anda di pilar B. Bukan apa-apa,  bila tekanan angin kurang, konsumsi BBM bisa boros hingga berpotensi merusak ban dan pelek. Jelas alasan safety lebih diutamakan untuk ritual ini.  Sementara bila membawa beban ekstra, sebaiknya tekanan angin mesti di­tambahkan 1 hingga 2 psi dari kondisi normal. Jadi, jangan abaikan memeriksa tekanan angin.

Lampu-lampu
Pastikan lampu-lampu berfungsi agar komunikasi Anda dengan pengendara lain tidak tergangu. Oleh karena itu, segera periksa lampu-lampu vital pada mobil Anda mulai dari headlamp hingga lampu kabin. Periksa, kondisi aktual lampu depan dan sein masih dalam kondisi baik. Bila ada masalah, segera perbaiki untuk segera diatasi, baik bohlam maupun kelistrikan. Pun demikian, lampu kabin. Anda mesti memastikan lampu tersebut berfungsi baik.

Aki
Periksa seksama masalah kelistrikan ter­utama aki. Cek air aki dengan melihat level indikator. Bila kurang, tambahkan air aki hingga yang direkomendasikan. Sementara untuk melihat level indicator, arahkan lampu senter via bodi belakang aki dan  pastikan masih dalam toleransi. Periksa keuda kutub kepala aki dalam kondisi baik. Kemudian, kencangkan braket  bodi aki dan pastikan dalam posisi mengunci.
Cek air radiator
Jangan abai meme­riksa air radiator. Cek air yang tersisa lewat indikator di reservoir. Bila kurang, tambah. Jangan sampai air habis. Pastikan tidak terjadi kebocoran pada bagian ini. Bila terjadi kebocoran, segeralah ke bengkel sebelum kerusakan semakin parah.

Cek Oil Mesin
Meski rentang ganti oli direkomendasikan hingga 5-10 ribu kilometer, bukan berarti bagian ini terabaikan. Periksa bagian ini dan pastikan hal ini masih dalam kondisi apik. Caranya, cabut stik oli, bersihkan dengan lap bersih lalu masukkan kembali. Lihat batas normal oli. Bila  tidak, ditengarai terjadi kebocoran di bagian ini. Dalam hal ini disarankan segera periksa ke bengkel karena ada kemungkinan bocor. Bila tidak, mesin akan overheated dan mengancam performa mobil.
Cairan Wiper
Tampaknya sepele, namun bila tidak dicek cairan bisa merepotkan Anda saat dibutuhkan. Oleh karena itu sebaiknya diperiksa kondisi actual reservoir untuk air wiper. Pastikan cairan wiper masih cukup untuk  membasahi permukaan kaca depan dan belakang. Setidaknya permukaan kaca jernih bisa diaplikasi de­ngan hal ini.

Cuci mobil/cek bodi
Ritual cuci mobil bisa dilakukan pada akhir pekan. Tidak sekadar mencuci, pascaritual ini Anda bisa memeriksa secara langsung kondisi eksterior. Setidaknya, Anda memeriksa permukaan bodi secara teliti.  Apakah terdapat goresan halus hingga penyok menghinggapi pada permukaan bodi.

Perawatan kaca
Sejatinya, perawatan kaca menjadi pilihan untuk meminimalisasi hal yang tidak diinginkan. Bila ritual cuci mobil belum cuku, sebaiknya gunakan glass cleaner untuk solusi instan nan fungsional. Selain kemasan, penggunaannya juga praktis. Permukaan kaca yang bersih dan jernih bisa dibilang mutlak ketika berkendara.

Perawatan Jok
Poin kenyamanan dan higienis menjadi alasan untuk perwatan jok kabin. Selain mengusir debu, lapisan kain juga perlu dirawat dengan pembersih khusus jok berbahan kain. Hanya saja yang mesti diperhatikan, langkah serta treatment-nya. Hindari penggunaan deterjen, karena akan meninggalkan bercak dan aroma tak sedap. Tak lupa gunakan vacum cleaner  saat mengeringkan atau diangin-anginkan secara alami.
Ban serep
Meski hanya sekadar cadangan, ban serep juga serep juga butuh perhatian. Lihat kondisi terkini baik fisik maupun tekanan angin. Jelasnya, tekanan angin ban serep mesti bugar seperti yang direkomendasikan pabrik­an. Singkatnya, ban serep pun siap digunakan sewaktu-waktu bila dibutuhkan.

Posisi tool kit
Kedengaran klise, namun bila tidak dipersiapkan bisa menyusahkan aktivitas Anda. Pastikan posisi tool kit ataupun perlengkapan dasar kendaraan mudah dijangkau dan dalam satu wadah. BIjaknya, bila item tool kit tercecer, bisa ditempatkan dalam satu wadah dan posisinya bisa ditemukan bila dibutuhkan segera.



Bersiap Dalam Kondisi Darurat

Safety driving merupakan pedoman kita saat berkendara di jalan. Meski demikian bukan berarti risiko kecelakaan tidak mungkin terjadi. Bisa karena kecerobohan kita atau pengguna jalan lain, kecelakaan dapat terjadi. Bahkan kondisi jalan yang tidak mendukung, seperti jalan rusak dan rambu tidak jelas, dapat menjadi penyebab.


Belum lagi jika mobil kesayangan mengalami masalah di jalan. Seperti kehabisan bensin, ban bocor, gangguan rem, sampai kerusakan mesin yang mengakibatkan mobil mogok. Semua bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Jelas bukan situasi yang menenangkan perasaan pengguna mobil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar