Rabu, 18 November 2015

Hill-Assist Control

Apa itu Hill-Assist Control?





Warga Jakarta sudah hafal benar dengan 'istimewanya' Jumat malam. Macet hebat dimana-mana. Sejumlah jalan protokol, mobil mengular merayap putus asa. Kesulitan bertambah jika harus macet di tanjakan, flyover misalnya. Khususnya mobil transmisi manual. Saat mobil hendak bergerak kembali, pasti melorot.
Seperti diketahui saat mobil manual harus start, pedal kopling ditekan kaki kiri untuk melepaskan hubungan mesin-gearbox. Saat itu engine brake jadi hilang. Satu-satunya yang menahan hanya rem. Saat kaki kanan harus pindah ke pedal gas, maka rem jadi hilang. Pada titik ini tidak satupun yang menahan mobil. Tak ayal lagi mobil melorot. Bersamaan dengan itu, biasanya kaki pengemudi yang berpengalaman sudah mulai melepas tekanan pedal kopling sehingga tenaga mesin mulai mengalir. Plus tekanan pedal gas membuat mobil yang melorot bisa bergerak maju.
Bagi pengemudi pemula, atau yang tidak terbiasa menggunakan transmisi manual, kondisi diatas cenderung membuat panik karena mobil seakan lepas kontrol. Jika benar-benar panik, mobil bisa saja berakhir di bumper depan mobil dibelakangnya. Apalagi bila mobil yang dipakai SUV atau pikap double cabin yang berat. Mobil seperti ini lebih sulit berakselerasi di tanjakan.
Situasi seperti itu tidak akan muncul bila mobil dilengkapi fitur Hill-start Assist Control (HAC).
HAC berfungsi mencegah mobil melorot mundur saat start di tanjakan. Jadi saat berada di tanjakan dan tuas gigi di posisi maju, maka saat kaki berpindah pedal dari pedal rem, sistem ini secara otomatis menahan mobil agar tidak mundur. waktu yang diberikan sekitar 5 detik. Cukup waktu untuk memndahkan kaki dari pedal rem ke gas. Selepas itu, mobil tidak ditahan lagi. Jadi pengemudi bisa menjalankan mobil lebih relax. Saat HAC aktif lampu rem menyala agar pengemudi mobil dibelakang waspada.
Rahasia dibalik teknologi ini adalah disain wheel speed sensor baru yang kini menggunakan Magnetic Resistance Element (MRE) yang bisa mendeteksi roda saat mulai berputar pelan hingga hampir diam. Kelebihan dibandingkan Inductive Magnetic Sensor yang biasa dipakai hanya bisa mengukur putaran roda secara akurat paling pelan 5km/jam. Kelebihan lain MRE bisa mengetahui arah putaran roda.
Toyota adalah satu merk yang pertama kali mengaplikasikan teknologi ini yaitu di Toyota 4-Runner di paruh pertama dekade 2000. Sejak itu feature ini dipakai di sejumlah model termasuk Lexus GX. Di Indonesia baru , SUV premium, Toyota Land Cruiser dan sedan mewah Toyota Crown.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar