Selasa, 10 November 2015

Perawatan Mesin Injeksi

nyaris minim perawatan serta penyetelan, mesin injeksi bensin butuh juga di perhatikan. Intinya sistem pembersihan di komponen-komponen kontrol utama yang mengatur kerja mesin. Umur gunakan, angin kotor serta iklim lembab bikin perawatan mesin injeksi baiknya dikerjakan dengan cara teratur. Buat mobil yang digunakan nyaris tiap-tiap hari, baiknya kerjakan servis mandiri tiap-tiap 5. 000 km atau seputar 3 bln. sekah.

THROTTLE BODY

Komponen ini tidak butuh penyetelan tetapi mesti kerap dibikin bersih. Fungsinya untuk mengatur angin yang masuk ke dalam mesin. Filter angin yang tidak sering dibikin bersih ditambah lingkungan yang berdebu menyebabkan gum (jelaga hitam yang lengket) didalam throttle body. Bila selalu dilewatkan, gum ini bakal mengacaukan kerja sensor throttle (Throttle Position ; vnsot/TPS) sampai paling kronis bikin putaran mesin pincang.

Lem/Gum ini lengket serta sedikit susah dibikin bersih, tetapi di market ada cairan spesial yang memanglah di buat untuk mengikis kotoran membandel itu. baiknya tentukan yang memanglah dirancang spesial untuk mesin injeksi (injection cleaner), janganlah carburettor cleaner lantaran karakter kimia bahan pembersihnya rawan mengakibatkan kerusakan servo idle speed.

Langkah bersihkan dapat dikerjakan dengan penyemprotan segera ke throttle waktu mesin hidup sembari dijaga supaya mesin tak hingga mati. Skep kabel gas dapat ditahan gunakan tangan sambil cairan pembersih disemprotkan ke mulut throttle. Bila di rasa telah bersih, selekasnya matikan mesin. Sesudah seputar 15 menit lalu, start kembali mesin serta `mainkan’ pedal gas sampai 5. 000-6. 000 rpm. Tujuannya supaya bekas kerak yang terkikis dapat terbuang selesai lewat gas buang.

Langkah pembersihan ke-2 dikerjakan apabila throttle body telah terlalu kotor. Untuk ini Anda butuh membongkar dengan melepas baut pemegang throttle body ke saluran intake. Walau sedikit repot, sistem ini menanggung pembersihan yang selesai. Terlepas kabel TPS atau sensor yang lain yang Hempel di throttle body sebelum saat memisahkannya dari saluran intake. Cairan pembersih yang digunakan sama juga dengan cars pertama. Janganlah lupa menempatkan kembali kabel ke sensor yang dilepaskan tali waktu merakit kembali.

SENSOR

Cara Mudah Merawat Mesin Injeksi
Ada kian lebih sepuluh sensor di mesin injeksi, dimulai dari sensor pengapian, throttle position, nosel injektor, idle dan suhu air pendingin, serta yang lain. Langkah tahu komponen ini cukup gampang. Nyaris seluruhnya mempunyai kabel yang terhubung ke ECU.

Keadaan iklim yang lembab serta berdebu bikin konektor kelistrikan sensor jadi kotor. Kotoran yang berbentuk kerak putih kehijauan ini pasti bakal menghalangi tanda yang diantar ke ECU. Indikatornya mulai yang teringan, mesin mberebet sampai paling berat mati keseluruhan. Biasanya juga dibarengi lampu indikator CHECK ENGINE yang menyala waktu mesin bekerja.

Pemecahannya sederhana saja, konektor yang kotor tadi dibikin bersih. Agar akhirnya optimal, gunakan contactcleaner yang memanglah spesial di buat untuk bersihkan konektor kelistrikan. Tidak mesti menggunakan contact clener yang spesial buat otomotif, product pendukung elektronik dapat juga dipakai. Intinya, cairan kimia itu dapat mengikis kerak serta kotoran sampai aliran tegangan listrik lancar kembali.

Beberapa sensor cukup hanya mencabut konektornya saja sesudah menghimpit klip pengunci. Tetapi di sebagian sensor sudah dilengkapi klip pengunci berupa kawat. Buat jenis seperti ini, cungkil klip lebih dahulu sebelum saat menarik konektor terlepas dari dudukannya. Gunakan kembali klip kawat sebelum saat mencolokkan konektor kembali. Semprot poin kontak di dalam konektor sampai bersih.

Letak konektor di setiap mobil tidak sama, tetapi yakinkan semua konektor sensor mulai nosel injektor, airflow (mass sensor), throttle position, oksigen, sampai distributor (crank angle) bebas dari kerak atau kotoran.

FILTER BENSIN DAN UDARA

Suplai bensin yang tersendat dapat disebabkan filter bensin yang mampat disebabkan kotoran. Walau umur gunakan filter bensin mesin injeksi lebih lama dari karburator, bila telah kotor harus juga ditukar atau dibikin bersih. Pembersihan baiknya setiap 20. 000 km serta ditukar setiap 40. 000 km. Keadaan tangki bensin yang tidak sering terisi penuh bakal mempercepat kotoran menyumbat saringan.

Sistem pembersihannya mesti melepas filter dari dudukan.Pada mobil Jepang terdapat di dekat firewall. Terlepas slang bensin masuk serta keluar lebih dahulu sebelum saat melepasnya dari dudukannya. Tiup dari arah bensin masuk (biasanya tercantum di bodi filter saluran masuk serta keluar bensin) sampai kotoran beserta bekas bensin terdorong keluar. Ulangilah sekian kali dengan memasukkan bensin ke dalamnya sembari dikocok-kocok hingga bensin yang keluar bersih.

Buat saringan angin juga butuh perhatian lebih dari pada mesin karburator. Soalnya aliran angin yang terhalang bakal terdeteksi sensor serta memengaruhi kemampuan mesin. Bukan hanya tidak barangkali bila selalu dilewatkan bakal mengakibatkan kerusakan ECU. Maka dari itu, kebersihan filter angin di mesin injeksi mesti senantiasa dijaga.

TERMINAL AKI

Nyawa mesin mobil injeksi bertumpu pads pasokan listrik yang stabil. Nah, tak hanya alternator, keadaan aki juga harus dijaga supaya suplai tegangan ke ECU serta sensor berjalan normal waktu pertama kali mesin distart. tidak cuma mameriksa volume air aki, terminalnya juga mesti bebas dari kotoran atau kerak. Suplai tegangan yang tersendat bikin kemampuan ECU serta mesin mobil berputar abnormal waktu distart.

Bersihkan terminal menggunakan cairan penetran semprot serta jagalah dengan gemuk pelumas supaya tidak cepat menyebabkan kerak putih di terminal. Baiknya tidak melepas terminal aki terlebih di mobil-mobil injeksi canggih yang dilengkapi immobilizer. Soalnya, melepas terminal aki terlampau lama (biasanya seputar 5-15 menit lebih) bakal mengunci ECU serta perlu system pembuka yang cuma ada di bengkel resmi.

BUSI

Seperti juga mesin bensin lain, busi di mesin injeksi butuh dibikin bersih. Intinya dari tumpukan kerak di ujung elektrodenya. Tidak butuh ubah apabila elektrode tetap tidak tipis, cukup kikis kerak dengan sikat kawat. Baiknya tidak ganti busi dengan spesifikasi diluar referensi pabrikan. Bila hal semacam ini dilanggar, resiko ECU rusak disebabkan resistensi busi yang tidak pas benar-benar barangkali berlangsung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar