Senin, 14 Maret 2016

Perbedaan Mesin Toyota R-NR dengan Daihatsu NR-Series


















Fasilitas pabrik Toyota Karawang Plant III akan memproduksi mesin baru R-NR atau singkatan Renew-NR berkapasitas 1.3 liter dan 1.5 liter yang dipersiapkan untuk model baru. Mesin ini memiliki perbedaan dengan mesin NR-Series buatan Daihatsu.
Sesuai kode yang tertera, mesin R-NR merupakan pengembangan dari mesin yang dipakai di Great New Avanza. Keduanya juga mengusung teknologi bukaan katup Dual-VVTi yang diklaim lebih irit bahan bakar tanpa mengesampingkan performa. Lantas dimana perbedaannya?
Yui Hastoro Direktur Teknikal TMMIN mengatakan, perbedaan utama antara mesin R-NR dan NR-Series yang dipakai di Great New Avanza terletak pada aplikasi gerak roda. Mesin 1NR-VE dan 2NR-VE yang diproduksi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk penggerak roda belakang, sedangkan mesin R-NR penggerak depan.
“Mesin NR yang ada di Avanza dan dibuat Daihatsu, untuk penggerak belakang (RWD). Sedangkan yang ini untuk penggerak depan (FWD). Bobot mesin R-NR juga lebih ringan karena pakai alumunium. Kepala pistonnya pakai keramik karbon,” kata Yui usai peresmian Toyota Karawang Plant III, Senin (7/3).
Secara keseluruhan, bobot mesin R-NR hanya 87 kg berkat penggunaan alumunium, membuatnya lebih ringan 76 kg dari mesin TR milik Innova dan Fortuner seberat 163 kg. Tenaga yang dihasilkan juga diklaim lebih besar dari mesin NR-Series yang dipakai di Great New Avanza dan Great New Xenia.
“Untuk mesin R-NR 1.3-liter menghasilkan 74,5 Kw pada 5.000 rpm (1NR Avanza 96,5 Hp), dan untuk mesin 1.5-liter sebesar 79,8 Kw pada 6.000 rpm (2NR Avanza 103 Hp),” kata Yui. “Di kelasnya ini yang paling bagus,” imbuhnya.
Indonesia merupakan negara ketiga yang memproduksi mesin R-NR setelah Jepang dan China. Mesin tersebut akan memiliki tingkat kandungan lokal 80%. Sisanya sekitar 20% diimpor dari Malaysia, Thailand dan Vietnam. Termasuk oil control valve, dan rantai mesin penggerak ke transmisi.
Seperti diberitakan, mesin R-NR akan diproduksi 216.000 unit per tahun dengan rencana ekspor tahun ini sebanyak 79 ribu unit ke lima negara di Asia. Namun tujuan pastinya masih dirahasiakan. Karena jika diungkap, maka akan ketahuan negara mana yang akan mengalami change model.
“Untuk model baru yang pakai mesin ini di Indonesia masih Euro2, tapi untuk yang diekspor nanti tergantung permintaan. Kan tiap negara punya standar emisi berbeda-beda, namun saya belum bisa bilang lebih jauh,” pungkas Yui.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar