Jumat, 08 Januari 2016

Yuk Ketahui Faktor Apa Saja Yang Mampu Pengaruhi Suhu Busi Mobil


admin on Januari 08 ,2016

Salah satu komponen yang berukuran kecil dan sering diremehkan adalah busi, meski begitu busi sendiri sebenarnya memilki peranan yang cukup penting dalam setiap mesin bakar.

Jika tidak ada busi, mesin kendaraan Anda tidak akan mampu dihidupkan. 
Fungsi dari busi sendiri adalah menyalakan campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang pembakaran.
Selain itu, busi juga berfungsi untuk menghantarkan panas keluar dari pembakaran dan menutup lubang di kepala silinder agar gas pembakaran tidak bocor.
Heri Margiraharjo, Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia mengungkapkan jika mesin mogok jangan langsung menyalakan busi, mengingat fungsi busi hanya mengeluarkan percikan api dan memindahkan panas keluar dari ruang pembakaran.
Disamping itu, busi juga berperan sebagai jendela dan memberi petunjuk tentang kondisi mesin.
Seperti halnya thermometer yang digunakan oleh dokter, mekanik bisa mendiagnosis gejala dan kondisi mesin melalui busi ini.
“Kalau dia mekanik yang sudah tinggi jam terbangnya dan berpengalaman, pasti dia bisa menganalisa gejala-gejala kayak gitu, dan bisa menemukan akar permasalahan mesin,” terang Heri kepada otosia.com dalam kesempatan lalu.
Busi kadang juga sering dijadikan kambing hitam atas kerusakaan kendaraan dan dibuang sebelum umur pakainya habis.
Padahal, usia busi untuk kendaraan roda empat memiliki rata-rata sekitar 10.000 – 15.000 km.
Pada bagian lain, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diketahui soal busi. Misalnya menyangkut suhu busi dalam kendaraan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi suhu busi
Perbandingan Udara/Bensin
Suhu di pucuk pengapian paling ideal jika perbandingan udara dan bensin 14.7 : 1.
Hal ini juga akan menghasilkan tenaga mesin secara maksimal. Suhu tersebut akan menurun apabila udara/bensin diubah menjadi lebih kurus atau lebih gemuk.
Perbandingan Kompresi
Menaikkan perbandingan kompresi berisiko menaikkan suhu dan tekanan gas pembakaran. 
Sebagai akibatnya, suhu pucuk pengapian naik, dan sebaliknya toleransi pengapian dini malah menurun secara perlahan-lahan.
Setelan Waktu Pengapian
Memajukan waktu pengapian berakibat meningkatnya suhu pucuk pengapian, karena waktu kompres gas pembakaran diperpanjang. 
Sementara toleransi suhu pengapian dini naik secara perlahan-lahan karena tekanan dan suhu bahan bakar lebih rendah sebelum pembakaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar